Penyakit Kelamin Sifilis (Raja Singa): Gejala, Penyebab, Penanganan
Sifilis, atau umum disebut dengan raja singa, adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menyerang berbagai area tubuh. Utamanya memang menyerang kelamin, namun sifilis juga dapat terjadi di mulut jika melakukan hubungan seks oral dengan penderita sifilis.
Jika tidak diobati, sifilis dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti merusak jantung, otak, otot, tulang, dan mata secara permanen. Untuk mengurangi risiko infeksi, selalu gunakan kondom saat berhubungan seks.
Apa Itu Sifilis?
Sifilis adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang bisa ditularkan melalui hubungan seks vaginal, anal, maupun oral.
Sifilis merupakan infeksi bakteri sistemik yang gejala klinisnya yang sangat beragam sehingga sulit dikenali. Infeksi ini berkembang melalui 4 tahap, yaitu primer, sekunder, laten, dan tersier.
Tidak hanya pada kelamin, sifilis dapat memengaruhi hampir setiap sistem organ dalam tubuh. Jurnal menyebut infeksinya bahkan bisa berlangsung bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun setelah infeksi awal.
Penyebab Sifilis
Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum (T. pallidum) yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mulut, alat kelamin, anus) dan juga luka kecil atau lecet pada kulit.
Setelah masuk, bakteri akan berkembang biak, menyebar melalui aliran darah, dan menyebabkan gejala bertahap (primer hingga tersier).
Adapun beberapa hal yang bisa menjadi medium penyebaran bakter T. pallidum adalah:
-
Hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral
-
Transfusi darah
-
Plasenta dari ibu ke janin
-
Jarum suntik (jarang)
-
Berciuman (jarang)
Selengkapnya: 6 Cara Penularan Sifilis, Ketahui untuk Pencegahan!
Tahapan Sifilis
Sifilis dapat berkembang melalui 4 tahap yang berbeda, yaitu primer, sekunder, laten, dan tersier. Infeksi ini menyebabkan gejala yang berbeda pada setiap tahap.
Tahap pertama dan kedua menjadi stadium paling berbahaya karena dapat dengan mudah menularkan infeksi kepada pasangan seksual.
-
Sifilis primer: Tahap pertama terjadi 2-12 minggu setelah terpapar seseorang yang menderita sifilis. Selama tahap ini, luka halus dan keras yang disebut chancre akan berkembang di alat kelamin atau mulut Anda.
-
Sifilis sekunder: Sekitar 1-6 bulan setelah luka sifilis hilang, ruam sifilis yang kasar dan bergelombang muncul di seluruh tubuh Anda. Ruam biasanya tidak gatal namun diikuti demam, kelelahan, hingga nyeri otot.
-
Sifilis laten: Jika Anda tidak menerima pengobatan selama dua tahap pertama, infeksi akan berpindah ke tahap laten. Pada tahap ini, tidak ada gejala yang terlihat namun infeksi dapat merusak jantung, tulang, saraf, dan organ Anda.
-
Sifilis lanjut (tersier): Pada tahap ini, sifilis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti kerusakan otak, dementia, penyakit jantung, hingga kebutaan.
Selengkapnya: Mengenal Stadium Sifilis dari Tahapan dan Ciri-Cirinya
Penanganan Sifilis
Jika tidak diobati, sifilis akan terus berkembang dan menyebabkan komplikasi sifilis. Berikut ini penanganan yang penting agar tidak komplikasi:
-
Pemeriksaan dan diagnosis sifilis dilakukan melalui tes darah untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri Treponema pallidum. Pemeriksaan ini penting karena sifilis bisa tidak menimbulkan gejala, terutama pada tahap laten, sehingga deteksi dini membantu mencegah komplikasi dan penularan lebih lanjut.
-
Pengobatan sifilis dilakukan dengan antibiotik, terutama penisilin, yang diberikan sesuai stadium penyakit. Pengobatan bertujuan membunuh bakteri penyebab sifilis dan menghentikan perkembangan penyakit, meskipun kerusakan organ yang sudah terjadi tidak selalu dapat diperbaiki.
-
Pemantauan setelah pengobatan diperlukan untuk memastikan terapi berhasil, biasanya melalui tes darah ulang yang menunjukkan penurunan kadar antibodi. Pemantauan ini juga membantu mendeteksi kegagalan pengobatan atau infeksi ulang sejak dini.
-
Penanganan pasangan seksual merupakan bagian penting dalam pengendalian sifilis, karena pasangan yang terinfeksi dapat menularkan kembali penyakit meskipun pasien sudah diobati. Oleh karena itu, pasangan dianjurkan untuk diperiksa dan diobati bila diperlukan.
-
Pencegahan sifilis dilakukan dengan menerapkan perilaku seksual yang aman, seperti penggunaan kondom, membatasi pasangan seksual, melakukan tes penyakit menular seksual secara rutin, serta skrining sifilis pada ibu hamil untuk mencegah penularan ke janin.
Selengkapnya: Langkah Pengobatan Sifilis serta Tipsnya Agar Cepat Sembuh
Berobat Sifilis di Klinik Kirana!
Jika sudah terjangkit sifilis, segera berobat dengan dokter spesialis kulit dan kelamin yang memang terjamin kualitasnya. Klinik Kirana memiliki beberapa dokter spesialis kulit dan kelamin yang sudah menangani ribuan pasien dengan pelayanan terbaik.
Hubungi tim kami melalui WhatsApp atau isi form konsultasi gratis untuk membuat janji temu. Tidak perlu khawatir terkait informasi pribadi Anda karena akan dijamin aman.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- World Health Organization (WHO). (2021). Syphilis fact sheet. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/syphilis
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Syphilis - CDC. Retrieved from https://www.cdc.gov/std/syphilis/default.htm
- Mayo Clinic. (2023). Syphilis overview and treatment. Retrieved from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/diagnosis-treatment/drc-20349935
- National Health Service (NHS). (2022). Syphilis symptoms and causes. Retrieved from https://www.nhs.uk/conditions/syphilis/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.