Ketika sudah terjangkit, pengobatan sifilis harus dilakukan dengan tepat. Penanganan yang keliru dapat menyebabkan komplikasi pada sifilis dan bisa membuat penderitanya mengalami gangguan saraf otak dan tulang belakang.
Simak langkah mengobati sifilis yang tepat beserta tipsnya agar lebih cepat sembuh di artikel berikut ini.
1. Lakukan Tes Laboratorium Bersama Pasangan
Ada beberapa tes untuk mendiagnosis sifilis, di antaranya:
-
Tes PCR dengan swab lesi atau luka sifilis yang sangat sensitif dan hasilnya spesifik.
-
Serologi dengan mengambil sampel darah. Terdapat 2 jenis, yaitu Nontreponemal (misalnya RPR atau VDRL) untuk skrining awal dan Treponemal (misalnya TPHA/FTA-ABS) untuk konfirmasi infeksi.
-
Mikroskopi medan gelap dengan mengambil sampel lesi atau luka sifilis. Tes ini kurang direkomendasikan karena tidak terlalu sensitif sehingga hasilnya bisa kurang akurat.
Lakukanlah tes di atas bersama pasangan Anda, jangan hanya sendirian. Ini penting untuk mencegah penularan berulang jika salah satunya sudah sembuh.
Anda memang harus rutin melakukan tes IMS apabila:
-
Aktif secara seksual.
-
Memiliki gejala IMS.
-
Memiliki pasangan seksual yang mengidap IMS.
-
Sedang hamil (untuk membantu mencegah komplikasi bagi Anda dan janin).
2. Pengobatan Sifilis
Setelah terkonfirmasi sifilis, dokter akan merencanakan pengobatan berdasarkan stadium infeksi dan faktor klinis lain. Menurut Drugs.com, beberapa obat yang umum diresepkan adalah:
-
Doxycycline (Acticlate, Doxy-100)
-
Penicillin g benzathine (Bicillin L-A)
-
Ceftriaxone (Rocephin)
-
Erythromycin (EES, ERY-Tab)
-
Azithromycin
Untuk dosisnya, pastikan Anda mengikuti anjuran dokter sebab setiap stadium akan memiliki dosis yang berbeda.
Baca Juga: 10 Obat Sifilis untuk Pria dan Wanita di Apotek
3. Pemantauan Setelah Pengobatan
Setelah menghabiskan antibiotik, langkah penting berikutnya adalah memastikan pengobatan benar-benar efektif.
Dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes darah lanjutan pada interval tertentu agar melihat perubahan pada titer antibodi (jumlah antibodi yang diukur melalui RPR/VDRL). Penurunan titer ini menunjukkan respons positif terhadap terapi.
Rekomendasi umum:
-
Primer/sekunder/latens awal: tes ulang pada 3, 6, dan 12 bulan setelah pengobatan.
-
Latens lanjut/tersier: tes ulang pada 12 dan 24 bulan setelah pengobatan.
-
Neurosifilis: perlu tes lanjutan lebih sering dan evaluasi cairan tulang belakang melalui lumbar puncture jika diperlukan.
-
HIV co-infection: tes serologi lebih sering dan pemantauan lebih ketat dianjurkan.
Penurunan titer yang signifikan (misalnya 4x lipat dari titer awal) adalah indikator bahwa pengobatan bekerja dengan baik.
Kemungkinan Efek Samping
Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin terjadi berdasarkan obat yang Anda gunakan.
Penggunaan Penicillin g benzathine
Pengobatan dengan penicillin dapat menyebabkan kemungkinan reaksi Jarisch-Herxheimer.. Reaksi ini meliputi:
-
Demam akut dengan sakit kepala
-
Myalgia (nyeri otot)
-
Menggigil
-
Kedinginan
Reaksi ini dapat terjadi paling cepat 2 jam setelah pengobatan dan umumnya sembuh dalam waktu 24 jam. Reaksi ini lebih sering terjadi pada sifilis sekunder (70%-90%) tetapi dapat terjadi pada setiap stadium infeksi.
Reaksi ini biasanya tidak signifikan secara klinis kecuali ada keterlibatan neurologis atau oftalmik, atau pada kehamilan karena dapat menyebabkan persalinan prematur.
Penggunaan Azithromycin
Menurut studi, Azithromycin dapat meningkatkan efek samping gastrointestinal dan pusing atau sakit kepala (3-4 kali lebih besar daripada Penicillin g benzathine). Kendati demikian, obat ini dapat mengurangi ruam hingga 65%, demam (pengurangan 50-65% dibanding Penicillin), dan efek samping serius hingga 30%.
Penggunaan Ceftriaxone
Penelitian menyebutkan bahwa Ceftriaxone mungkin lebih kecil kemungkinannya menyebabkan diare dan ruam, tetapi bukti ini masih belum pasti. Studi lain yang merujuk pada 3 penelitian juga melaporkan ada reaksi merugikan yang disebabkan Ceftriaxone selama pengobatan sifilis.
Efek samping paling merugikan adalah reaksi Jarisch-Herzheimer. Dua dari studi menunjukkan adanya reaksi Jarisch-Herzheimer yang lebih tinggi setelah pengobatan Ceftriaxone dibandingkan dengan penisilin untuk sifilis.
Tips Mengobati Sifilis
Berikut ini beberapa tips saat Anda sedang melakukan pengobatan sifilis agar cepat sembuh:
-
Jangan berhubungan seks saat masa pengobatan.
-
Jika sudah selesai, tunggu 1-2 minggu sampai dokter benar-benar memperbolehkan Anda untuk berhubungan seks lagi. Namun, sebaiknya gunakanlah kondom untuk mencegah infeksi berulang.
-
Pasangan seksual juga perlu diperiksa dan diobati bila perlu, untuk mencegah reinfeksi dan penularan lebih lanjut.
-
Segera ke dokter jika gejala tidak membaik atau muncul kembali, titer antibodi tidak turun seperti yang diharapkan, dan ada kemungkinan infeksi berulang.
-
Konsultasi segera jika terdapat perubahan kondisi dan Anda tidak yakin cara menanganinya.
Obati Sifilis di Klinik Kirana!
Sifilis tentu saja bisa sembuh total jika diobati dan ditangani dengan tepat. Klinik Kirana memiliki tenaga medis berpengalaman yang sudah bertahun-tahun merawat ribuan pasien IMS, seperti Sifilis, Gonore, Klamidia, dll.
Anda bisa konsultasi gratis dengan mengisi form konsultasi online atau bertanya langsung kepada tim kami dengan klik tombol WhatsApp. Kerahasiaan dan informasi Anda dijamin aman.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Syphilis — STI Treatment Guidelines. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/std/treatment-guidelines/syphilis.htm
- Liu, M., Fan, Y., Chen, J., Yang, J., Gao, L., Wu, X. (2022). Efficacy and safety of treatments for different stages of syphilis: A systematic review and network meta-analysis of randomized controlled trials and observational studies. Microbiology Spectrum, 10(6). https://doi.org/10.1128/spectrum.02977-22
- National Center for Biotechnology Information. WHO guidelines for the treatment of Treponema pallidum (syphilis) (NBK384905). In NCBI Bookshelf. National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK384905/
- Zhang, X., et al. (2022). Syphilis: Antibiotic treatment and resistance. Journal, (PMC9507240). https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9507240/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.