Gatal di selangkangan dapat diobati dengan berbagai obat, termasuk obat alami dari herbal yang cukup mudah didapatkan. Namun, perlu diingat bahwa obat-obatan alami bukanlah obat utama, melainkan hanya obat pendukung dan kemungkinan sembuhnya tidak sebesar obat medis.
Artikel ini menginformasikan seputar obat-obatan alami yang bisa digunakan untuk mengobati selangkangan gatal berdasarkan sumber-sumber jurnal dan penelitian ilmiah terdahulu. Simak di sini.
Penyebab Gatal di Selangkangan dan Sekitar Kemaluan
Rasa gatal di selangkangan dan sekitar kemaluan sangat tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa gatal di sekitar kemaluan dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
-
Jamur
-
Iritasi, bisa karena sabun atau bahan kimia lain
-
Efek hormon, misalnya saat kehamilan
-
Pasca mencukur rambut kemaluan (waxing)
-
Penyakit menular seksual, misalnya herpes genital
Obat Alami untuk Meredakan Gatal di Selangkangan
Perlu diingat, obat-obatan alami ini bukan sebagai pengobatan utama melainkan hanya sebagai bahan pendukung. Berikut beberapa herbal untuk mengobati gatal di selangkangan:
1. Daun sirih
Penelitian tentang pengaruh rebusan daun sirih pada keputihan mengindikasikan bahwa air rebusan daun sirih berpengaruh dalam mengurangi gejala keputihan pada remaja putri. Keputihan merupakan salah satu penyebab selangkangan dan kemaluan gatal.
Adapun prosedurnya adalah daun sirih direbus kemudian air rebusan tersebut digunakan untuk membasuh selangkangan dan area kemaluan. Air rebusan daun sirih dapat mengurangi keputihan karena sifat antiseptik, antijamur, dan antibakterinya dapat membantu membunuh kuman dan bakteri penyebab keputihan.
2. Krim lidah buaya atau lidah buaya murni
Penelitian tentang efek aloe vera pada luka menunjukkan bahwa lidah buaya terbukti dapat meredakan gatal akibat berbagai penyakit. Anda dapat dengan aman mengoleskan lidah buaya murni ke selangkangan Anda, biarkan beberapa menit, kemudian bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan lembut.
Sebuah studi tahun 2021 dalam Journal of Ethnopharmacology menemukan bahwa krim vagina lidah buaya mungkin sama efektifnya dengan krim vagina estrogen dalam mengatasi gejala atrofi vagina, termasuk gatal pada vagina juga.
Perlu diingat bahwa lidah buaya hanya dapat meredakan gejala gatal di selangkangan dan kemaluan saja, bukan akan menyembuhkan infeksi aktif penyebab gatal.
3. Minyak pohon teh
Beberapa studi pada tabung reaksi menunjukkan kemungkinan bahwa minyak pohon teh atau supositoria minyak pohon teh mungkin memiliki beberapa efek penyembuhan bagi mereka yang mencari bantuan untuk mengatasi gatal pada selangkangan maupun vagina.
Satu studi in vitro membandingkan minyak pohon teh 5% dan minyak pohon teh TTO 10% dengan nistatin (obat antijamur umum) dalam pengobatan Candida. Para peneliti menemukan bahwa nistatin paling efektif, tetapi ditemukan juga bahwa kedua konsentrasi minyak pohon teh tersebut juga menunjukkan aktivitas antijamur.
Namun, studi ini tidak memberikan panduan apa pun tentang penggunaan minyak pohon teh pada manusia. Supositoria minyak pohon teh tersedia, tetapi Anda tidak boleh membuat sendiri pengobatan minyak pohon teh Anda karena alasan keamanan.
4. Minyak kelapa
Minyak kelapa dapat digunakan sebagai pelembab yang dapat membantu meredakan kekeringan, gatal, dan rasa terbakar pada kulit selangkangan, bahkan vagina dan vulva. Sebuah studi menemukan bahwa minyak kelapa sama efektifnya dengan obat antijamur klotrimazol untuk mengobati infeksi jamur.
5. Madu manuka murni
Sifat anti-inflamasi dari madu murni dapat dengan cepat mengurangi gatal di area selangkangan Anda. Madu telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai pengobatan untuk eksim, dan sifat antibakterinya mungkin menjadikannya pengobatan yang baik untuk bacterial vaginosis (BV).
Penelitian juga menunjukkan bahwa mengoleskan madu ke vulva vagina dapat membantu mengurangi gejala kandidiasis. Para peneliti biasanya menggunakan madu berkualitas medis, seperti madu manuka murni.
Tips Selama Pengobatan Gatal di Selangkangan
Selama masa pengobatan selangkangan yang gatal, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut agar proses penyembuhan lebih cepat:
-
Hindari pakaian dalam ketat yang dapat menyebabkan lebih banyak gesekan pada kulit.
-
Pastikan tangan Anda bersih sebelum membersihkan area kemaluan.
-
Selalu keringkan kemaluan setelah buang air, bisa dengan tisu kering tanpa parfum.
-
Hindari menggunakan sabun-sabun kewanitaan.
-
Bersihkan kemaluan hanya dengan air mengalir saja.
-
Lakukan kompres dingin untuk menenangkan kulit dan meredakan gatal untuk sementara waktu. Pastikan untuk menepuk-nepuk kulit Anda hingga kering setelahnya.
Cobalah tahan untuk tidak menggaruk walaupun memang gatal. Dalam beberapa kasus, semakin Anda menggaruk, semakin gatal kulit Anda. Anda juga bisa merobek kulit, menyebabkan pendarahan, nyeri, atau rasa terbakar.
Kapan Harus ke Dokter?
Temui penyedia layanan kesehatan Anda jika gatal pada selangkangan Anda berlangsung lama atau sering kambuh dan memengaruhi aktivitas harian Anda. Segera konsultasi jika ada gejala-gejala berikut:
-
Keputihan abnormal, termasuk warna, tekstur, konsistensi, atau bau yang tidak teratur
-
Rasa terbakar, bengkak, atau nyeri, terutama saat buang air kecil
-
Gatal pada selangkangan tidak kunjung mereda dalam beberapa minggu
-
Benjolan atau pertumbuhan apa pun di kulit selangkangan atau alat kelamin Anda
-
Gatal pada selangkangan mengganggu kehidupan Anda, termasuk kualitas tidur Anda
-
Anda mengalami lepuh atau luka di sekitar alat kelamin, terutama di vulva vagina
-
Anda melihat perubahan pada cairan kelamin
-
Anda mengalami nyeri atau ketidaknyamanan saat buang air kecil atau penetrasi seksual
-
Anda mengalami kesulitan buang air kecil
Jika sudah konsultasi, nanti dokter akan membantu Anda mengidentifikasi masalahnya dan memberikan pengobatan yang tepat. Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi penyakit kulit gratis secara online dari Klinik Kirana. Silakan hubungi tim kami melalui menu WhatsApp di atas untuk segera terhubung.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Anker, S. D., Karakas, M., Mentz, R. J., et al. (2025). Systematic review and meta-analysis of intravenous iron therapy for patients with heart failure and iron deficiency. Nature Medicine, 31, 2640–2646. https://doi.org/10.1038/s41591-025-03671-1
- Brett, A. S. (2024). Oral vs. intravenous iron for treating iron deficiency in patients with restless legs syndrome. NEJM Journal Watch. https://clinician.nejm.org/intravenous-vs-oral-iron-patients-anemia-nejm-jw.NA32026
- Sohail, H., Collins, J. E., Chan, K. H., Alamgir, M. A., & Kamran, A. S. (2026). A retrospective, real-world study of IV iron use to treat iron deficiency anemia during acute infection. https://doi.org/10.1182/blood.2025031965
- Zhao, C., & He, W. (2025). Efficacy of oral vs. intravenous iron for the treatment of iron deficiency anemia in different conditions: A systematic review and meta-analysis. Biomedical Reports, 24(1), 11. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12635910/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.