Skrining Sifilis: Prosedur, Manfaat, dan Kisaran Biayanya

Kelamin September 9, 2025
SHARE ON
Skrining Sifilis: Prosedur, Manfaat, dan Kisaran Biayanya

Tes skrining sifilis adalah proses mencari antibodi tertentu dalam darah Anda. Antibodi ini bertugas untuk mendeteksi zat berbahaya di dalam tubuh.

Pada skrining ini, zat berbahaya yang dimaksud adalah bakteri penyebab sifilis (Treponema pallidum). Ini penting dilakukan mengingat sifilis menjadi salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum.

Bagaimana Proses Skrining Sifilis?

Skrining sifilis biasanya melibatkan dua langkah, yaitu tes nontreponemal dan tes treponema.

1. Tes nontreponemal

Tes non treponema bertujuan untuk mendeteksi antibodi non treponema yang tidak secara spesifik terkait dengan bakteri T. pallidum.

Antibodi ini disebut tidak spesifik karena tidak hanya diproduksi ketika tubuh terinfeksi sifilis, tapi juga ketika tubuh sedang terkena infeksi lain, seperti penyakit Lyme, malaria, atau TBC.

Tes nontreponema terbagi ke dalam dua jenis, yaitu:

  • Rapid Plasma Reagin (RPR): Tes ini mengukur antibodi non-spesifik yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap infeksi.

  • Venereal Disease Research Laboratory (VDRL): Tes serupa dengan RPR yang juga mengukur antibodi non-spesifik.

Tes ini sangat sensitif untuk melihat ada atau tidaknya antibodi non treponema. Namun, karena sifatnya yang tidak spesifik, hasil tes non treponema yang positif belum tentu menandakan pasien menderita sifilis. Bisa jadi pasien menderita penyakit lain seperti yang disebut di atas (malaria, TBC)

Oleh sebab itu, tes non treponema harus diikuti dengan tes treponema untuk menguatkan diagnosis. Jadi, jika tes pertama positif, pasien harus melakukan tes kedua untuk mendapat diagnosis penyakit spesifik.

2. Tes treponema

Skrining tahap selanjutnya bernama tes treponema yang bertujuan untuk mendeteksi antibodi treponema yang secara spesifik ada untuk melawan bakteri T. pallidum.

Sekali dihasilkan, antibodi treponema ini akan selalu ada dalam tubuh walaupun pasien sudah sembuh dari sifilis.

Jadi, hasil tes yang positif tidak selalu menandakan adanya infeksi sifilis yang aktif, bisa jadi itu adalah antibodi yang dulunya ada untuk menyembuhkan sifilis.

Jenis tes treponema antara lain:

  • FTA-ABS (fluorescent treponemal antibody absorption)

  • TP-PA (treponema pallidum particle agglutination assay)

  • MHA-TP (microhemagglutination assay)

  • IA (immunoassays)

Manfaat Skrining Sifilis

Skrining sifilis sangat direkomendasikan bagi Anda yang aktif secara seksual atau yang akan menikah. Ada beberapa manfaat dari melakukan skrining sifilis, di antaranya:

  • Deteksi penyakit sifilis lebih dini

  • Menghindari menularkan sifilis ke pasangan Anda 

  • Menghindari bayi terjangkit sifilis (untuk ibu hamil penderita sifilis)

  • Pengobatan dan penanganan lebih awal sehingga lebih cepat sembuh

Pada kelompok berisiko, skrining sifilis sebaiknya dilakukan setahun sekali. Bila sangat berisiko, dapat dilakukan lebih sering, yaitu 3-6 bulan sekali.

Pada wanita hamil, disarankan untuk melakukan skrining sifilis, saat pertama kali kontrol ke dokter kandungan, serta diulang saat trimester 3 dan saat menjelang persalinan.

Siapa Saja yang Harus Melakukan Skrining?

Berikut ini beberapa daftar orang yang harus melakukan skrining sifilis untuk mencegah menularkan ke orang lain:

  • Ibu hamil: Skrining sifilis rutin direkomendasikan untuk semua ibu hamil untuk mencegah sifilis kongenital pada bayi.

  • Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL): Studi menyebut LSL memiliki risiko lebih tinggi terkena sifilis, khususnya mereka yang terinfeksi HIV.

  • Orang yang berencana menikah: Pasangan yang hendak menikah harus memeriksa kondisi kesehatan, termasuk skrining IMS. Ini penting agar tidak menularkan pasangan masing-masing nantinya.

  • Orang yang aktif secara seksual: Terutama jika memiliki banyak pasangan atau sering melakukan hubungan seks tanpa kondom.

  • Orang dengan gejala sifilis: Orang yang memiliki luka pada alat kelamin, ruam, atau gejala lain yang mencurigakan harus segera memeriksa kondisinya.

  • Orang yang terdiagnosis IMS lain: Bila Anda terinfeksi gonore, herpes, atau IMS lain, Anda harus melakukan skrining sifilis juga karena sering terjadi secara bersamaan.

  • Orang dengan HIV: Ini karena infeksi sifilis dapat memperburuk perkembangan HIV.

Berapa Biaya Skrining Sifilis?

Rumah sakit di Indonesia, baik negeri maupun swasta, memiliki layanan skrining sifilis dengan harga yang beragam. Untuk kisarannya mulai dari Rp95.000 hingga lebih dari Rp400.000.

Untuk informasi tepatnya, Anda bisa langsung menanyakan ke pihak rumah sakit atau fasilitas kesehatan pilihan Anda melalui telepon atau WhatsApp.

Sebagai tips, jika Anda ingin melakukan skrining, sebaiknya siapkan dana lebih untuk mengantisipasi dana tambahan di luar skrining. Idealnya, siapkan sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • American College of Obstetricians and Gynecologists. (2024, April). Screening for syphilis in pregnancy (Practice Advisory). ACOG.
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024, February 8). CDC Laboratory Recommendations for Syphilis Testing, United States, 2024. MMWR Recommendations and Reports, 73(1), 1–32.
  • U.S. Preventive Services Task Force. (2024). Syphilis Infection in Pregnant Persons: Recommendation Statement.
  • Medlineplus. Syphilis Tests-https://medlineplus.gov/lab-tests/syphilis-tests/ . Accessed 30/11/2023
  • Jin J. Screening for Syphilis. JAMA. 2022;328(12):1266. doi:10.1001/jama.2022.16887. Accessed 30/11/2023
  • WHO guideline on syphilis screening and treatment for pregnant women. https://www.who.int/publications/i/item/9789241550093. Accessed 30/11/2023
  • Cantor A, Nelson HD, Daeges M, et al. Screening for Syphilis in Nonpregnant Adolescents and Adults: Systematic Review to Update the 2004 U.S. Preventive Services Task Force Recommendation [Internet]. Rockville (MD): Agency for Healthcare Research and Quality (US); 2016 Jun. (Evidence Syntheses, No. 136.) 1, Introduction. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK368468/. Accessed 30/11/2023

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait