Waspada Balanitis pada Anak, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Kelamin February 25, 2026
SHARE ON
Waspada Balanitis pada Anak, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Tidak hanya terjadi pada orang dewasa, balanitis juga bisa terjadi pada anak, terutama di bawah 18 tahun. Studi menyebut bahwa tidak sunat menjadi salah satu alasan anak bisa terkena balanitis.

Sebagai orang tua, Anda wajib mengetahui gejala balanitis pada anak sehingga bisa lebih cepat ditangani sebelum terlalu parah. Simak informasinya di artikel ini.

Apa Itu Balanitis?

Balanitis adalah peradangan pada kulup dan kadang-kadang kepala penis. Kondisi ini sangat umum terjadi pada anak laki-laki dan biasanya sembuh dalam 2-3 hari. Sebagian besar kasus sembuh tanpa pengobatan khusus dan tanpa meninggalkan bekas luka.

Balanitis paling sering terjadi pada anak laki-laki yang belum disunat karena area di bawah kulup lebih lembab dan sisa urine atau kotoran dapat dengan mudah terperangkap di sana. Kondisi ini cukup umum pada anak usia balita hingga sekolah dasar dan umumnya bukan penyakit menular seksual pada anak.

Bagaimana Anak Bisa Terjangkit Balanitis?

Penyebab utama balanitis pada anak adalah karena tidak disunat. Studi menyebut bahwa 27% anak didiagnosa fimosis, yaitu kondisi kulup penis tidak bisa ditarik ke atas. Fimosis inilah yang menjadi faktor penyebab balanitis.

Beberapa hal lain penyebab balanitis pada anak:

  • Kebersihan yang kurang optimal: Sisa urine, smegma (kotoran alami di bawah kulup), atau sabun yang tidak dibilas bersih dapat menyebabkan iritasi dan peradangan.

  • Iritasi kimia: Sabun mandi yang keras, busa sabun, bekas deterjen pakaian, atau tisu basah beraroma dapat memicu reaksi iritasi pada kulit penis yang sensitif.

  • Infeksi: Infeksi jamur (candida) sering terjadi pada area yang lembab. Infeksi bakteri dapat menyebabkan kemerahan, nyeri, dan keluar cairan dari penis.

Gejala Balanitis pada Anak

Gejala dapat bervariasi dari ringan hingga cukup mengganggu, antara lain:

  • Kemerahan pada kepala penis

  • Bengkak pada glans atau kulup

  • Nyeri atau perih, terutama saat buang air kecil

  • Gatal atau rasa tidak nyaman

  • Keluar cairan putih/kekuningan berbau

  • Kulup sulit ditarik atau tampak lebih ketat

  • Anak menjadi rewel saat pipis

Pada kasus berat, anak bisa mengalami kesulitan buang air kecil atau demam. Kondisi ini memerlukan evaluasi medis segera.

Pengobatan Balanitis pada Anak

Balanitis pada anak biasanya bisa didiagnosis dari gejala yang muncul dan pemeriksaan langsung pada penis oleh dokter. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan penyebabnya dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang gejalanya mirip.

Dokter bisa mengambil:

  • Sampel urine

  • Sampel cairan dari penis menggunakan kapas usap (swab)

Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah penyebabnya adalah infeksi bakteri atau jamur.

1. Perawatan tanpa operasi

Sebagian besar anak dengan balanitis tidak memerlukan operasi. Penanganan biasanya cukup dengan perawatan sederhana. Hal yang penting dilakukan:

  • Jaga penis tetap bersih dan kering

  • Cuci dengan air hangat (suam-suam kuku) saja

  • Tidak perlu memakai sabun atau produk pembersih lain karena bisa menyebabkan iritasi

  • Keringkan dengan lembut sebelum memakai pakaian

  • Setelah buang air kecil, keringkan juga dengan perlahan

  • Jika kulup sudah bisa ditarik secara alami, bagian bawahnya boleh dibersihkan dan dikeringkan dengan hati-hati. Namun, jangan memaksa menarik kulup jika memang belum bisa ditarik karena dapat menyebabkan nyeri dan cedera.

2. Obat untuk Balanitis

Kadang-kadang dokter akan memberikan obat, tergantung pada penyebabnya:

  • Antibiotik: Jika ada infeksi bakteri

  • Krim anti jamur: Jika disebabkan oleh infeksi jamur

  • Krim steroid ringan: Jika penyebabnya iritasi atau peradangan tanpa infeksi

Pada banyak kasus anak, balanitis terjadi karena iritasi, bukan infeksi. Jika dokter meresepkan obat, obat harus digunakan sampai habis sesuai anjuran meskipun gejala sudah membaik.

3. Sunat untuk Balanitis

Sebagian anak yang pernah mengalami balanitis bisa mengalami kekambuhan. Namun. balanitis biasanya tidak parah dan jarang sekali membutuhkan sunat (sirkumsisi).

Namun, sunat bisa dipertimbangkan jika:

  • Balanitis sangat sering kambuh

  • Gejalanya berat dan mengganggu

  • Perawatan lain tidak berhasil

Sunat dapat mengurangi risiko balanitis kambuh, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko iritasi atau infeksi. Kepala penis tetap bisa mengalami peradangan jika kebersihan tidak dijaga.

Berobat Balanitis di Klinik Kirana

Klinik Kirana khusus melayani penyakit kulit dan kelamin baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Anda bisa konsultasi online gratis terlebih dulu dengan mengisi form konsultasi atau bertanya langsung pada tim kami melalui WhatsApp. Dokter profesional kami akan segera menangani anak Anda dengan aman.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Balanitis in children. London Children’s Surgery. https://www.londonchildrensurgery.co.uk/balanitis.php
  • Bhatia, J., & Kaffenberger, B. H. (2025). Adult balanitis and balanoposthitis: A review of diagnosis and management. Journal of Pediatric Urology, 21(6), 112–119. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0736467925003993
  • National Health Service. Balanitis. NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/balanitis/
  • Waldinger, M. D., & Querleu, D. (2024). Balanitis: Etiology, clinical features, and management. American Journal of Men’s Health, 18, 41252897. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41252897/

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait