Menurut WHO, penularan sifilis dapat terjadi melalui kontak fisik dengan luka sifilis, cairan kelamin, transfusi darah, hingga plasenta ibu hamil ke janin.
Semua cara penularan ini penting untuk diketahui sebagai langkah pencegahan agar tidak tertular sifilis. Simak semua cara penularannya secara detail di sini.
1. Hubungan Seksual
Hubungan seksual merupakan cara penularan sifilis yang paling umum. Bakteri Treponema pallidum dapat masuk ke tubuh melalui selaput lendir atau luka kecil yang tidak terlihat saat berhubungan seksual tanpa pengaman.
Penularan dapat terjadi melalui:
-
Hubungan seksual vaginal
-
Hubungan seksual anal
-
Hubungan seksual oral
Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko, tetapi tidak sepenuhnya melindungi jika luka sifilis berada di area yang tidak tertutup kondom.
2. Kontak dengan Luka Sifilis
Sifilis sangat mudah menular saat berada pada stadium primer dan sekunder, ketika terdapat luka terbuka (chancre) atau lesi aktif yang mengandung banyak bakteri.
Penularan bisa terjadi melalui:
-
Sentuhan langsung dengan luka sifilis
-
Kontak kulit ke kulit yang terluka
-
Paparan cairan dari lesi sifilis
Oleh karena luka sifilis sering tidak nyeri dan tersembunyi, penderita dapat menularkan tanpa menyadarinya.
3. Plasenta pada Ibu Hamil
Sifilis dapat ditularkan dari ibu hamil yang terinfeksi ke janin melalui plasenta. Penularan ini dikenal sebagai sifilis kongenital dan dapat terjadi pada tahap kehamilan mana pun.
Menurut WHO, dampak pada janin meliputi:
-
Keguguran
-
Kematian janin
-
Bayi lahir prematur
-
Bayi anemia
-
Kelainan organ bawaan
-
Masalah tulang dan sendi
-
Kondisi neurologis termasuk kebutaan, tuli, meningitis
-
Keterlambatan perkembangan
-
Kejang
4. Transfusi Darah
Penularan sifilis melalui transfusi darah sangat jarang terjadi pada masa sekarang karena adanya proses skrining darah donor yang ketat.
Namun, secara teori penularan bisa terjadi jika:
-
Darah donor terinfeksi sifilis
-
Darah belum melalui proses pemeriksaan standar
-
Transfusi dilakukan di fasilitas yang tidak memenuhi prosedur medis
5. Berciuman
Penularan sifilis melalui berciuman sangat jarang, tetapi tetap mungkin terjadi jika terdapat luka sifilis aktif di mulut atau bibir.
Sifilis bisa menular lewat ciuman jika:
-
Terdapat luka terbuka di rongga mulut
-
Terjadi kontak langsung dengan lesi sifilis
-
Daya tahan tubuh sedang menurun
Dalam kondisi normal tanpa luka, berciuman tidak bisa menularkan sifilis.
6. Jarum Suntik
Sama seperti berciuman, penularan sifilis melalui penggunaan jarum suntik secara bersama-sama tergolong sangat jarang.
Namun, penularan tetap mungkin terjadi apabila jarum terkontaminasi darah yang mengandung bakteri Treponema pallidum.
Risiko penularan dapat meningkat pada kondisi:
-
Penggunaan jarum suntik secara bergantian
-
Jarum tidak steril atau digunakan ulang
-
Praktik penyuntikan di luar fasilitas medis
Meskipun sifilis bukan penyakit yang umum menular melalui darah, penggunaan jarum suntik steril tetap penting untuk mencegah berbagai infeksi menular lainnya.
Cegah Sifilis dari Sekarang!
Itulah beberapa cara penularan sifilis yang penting untuk diketahui. Kendati sifilis dapat ditularkan melalui kontak dengan luka sifilis, namun jika melalui perantara benda maka tidak akan menular.
Barang yang dimaksud sepert dudukan toilet, gagang pintu, berenang di kolam renang yang sama, berbagi baju, atau berbagi peralatan makan. Jadi, Anda tidak perlu takut jika berbagi fasilitas umum dengan orang lain.
Namun, untuk berjaga-jaga, sebaiknya tetap menjaga kebersihan diri dan tidak meminjamkan benda-benda personal kepada orang lain.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). About syphilis. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/syphilis/about/index.html
- Stoltey, J. E., & Cohen, S. E. (2015). Syphilis transmission: A review of the current evidence. Sex Health, 12(2), 103–109. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5973824/
- Tudor, M. E., Al Aboud, A. M., Leslie, S. W., & Gossman, W. (2024). Syphilis. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534780/
- World Health Organization. (2025). Syphilis. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/syphilis
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.