7 Cara Mencegah Penyakit Klamidia yang Efektif

Kelamin February 25, 2026
SHARE ON
7 Cara Mencegah Penyakit Klamidia yang Efektif

Pencegahan klamidia dapat dilakukan dengan menggunakan kondom setiap berhubungan seks, saling terbuka dengan pasangan, setia pada satu pasangan, hingga meminum antibiotik untuk orang golongan tertentu.

Pencegahan klamidia sangat penting, mengingat penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala apapun, terutama pada tahap awal infeksi. Banyak orang yang tetap sehat secara klinis namun tetap menularkan bakteri kepada pasangan.

1. Lakukan Tes IMS Secara Rutin

Jika Anda aktif secara seksual, terlebih lagi jika memiliki pasangan seks lebih dari satu, Anda wajib melakukan tes IMS secara berkala. Sebagian besar kasus klamidia tidak bergejala, sehingga pemeriksaan rutin sangat penting, terutama bagi:

  • Wanita usia <25 tahun yang aktif secara seksual (sesuai rekomendasi CDC)

  • Orang dengan pasangan baru atau lebih dari satu pasangan

  • Individu dengan riwayat IMS sebelumnya

  • Orang yang berencana menikah

  • Ibu hamil trimester awal

Tes rutin akan membantu mendeteksi infeksi sebelum muncul komplikasi, mencegah penularan tanpa disadari, serta mengurangi risiko penyakit radang panggul dan infertilitas.

2. Gunakan Kondom Secara Konsisten dan Benar

WHO menyebut bahwa kondom adalah metode pencegahan paling efektif untuk mengurangi penularan klamidia saat seks vaginal, anal, maupun oral. Bakteri klamidia menyebar melalui cairan tubuh dan kontak mukosa, sehingga penghalang fisik sangat penting.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan kondom sejak awal hingga akhir hubungan seksual

  • Gunakan kondom baru setiap kali berhubungan

  • Gunakan dental dam untuk seks oral

  • Jangan berbagi atau menggunakan kembali kondom yang sudah pernah dipakai

3. Komunikasi Terbuka dan Pengobatan Bersama Pasangan

Jika seseorang terdiagnosis klamidia, pasangan seksualnya juga harus diperiksa dan diobati. Tanpa langkah ini, risiko reinfeksi (tertular kembali) sangat tinggi.

Langkah penting:

  • Beri tahu pasangan seksual terbaru

  • Hindari hubungan seksual sampai terapi selesai

  • Lakukan tes ulang sesuai anjuran tenaga medis

4. Batasi Jumlah Pasangan Seksual

Semakin banyak pasangan seksual, semakin besar peluang terpapar bakteri. Hubungan monogami dengan pasangan yang telah diuji dan dinyatakan negatif secara signifikan menurunkan risiko.

Strategi yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari hubungan seksual kasual tanpa perlindungan serta pastikan pasangan telah melakukan tes sebelum memulai hubungan tanpa kondom.

5. Skrining Saat Kehamilan

Wanita hamil perlu menjalani pemeriksaan klamidia karena infeksi dapat ditularkan ke bayi saat persalinan. Risiko pada bayi meliputi infeksi mata (konjungtivitis neonatal) serta pneumonia pada bayi yang baru lahir. Deteksi dan pengobatan selama kehamilan dapat mencegah komplikasi tersebut

Selengkapnya: Klamidia pada Ibu Hamil: Penanganan dan Pencegahannya

6. Hindari Berbagi Mainan Seks

Klamidia juga bisa menular melalui mainan seks yang terkontaminasi cairan kelamin tanpa dibersihkan terlebih dulu. Cara pencegahan:

  • Bersihkan mainan seks setelah digunakan

  • Gunakan kondom pada mainan seks

  • Jangan berbagi tanpa perlindungan

7. Doxycycline Post-Exposure Prophylaxis (DoxyPEP)

Pada kelompok berisiko tinggi tertentu, misalnya pria yang berhubungan dengan pria, penggunaan antibiotik doxycycline dalam 72 jam setelah hubungan seksual tanpa kondom dapat membantu menurunkan risiko klamidia.

Namun, perlu diingat bahwa ini bukanlah pengganti kondom dan penggunaannya harus sesuai dengan anjuran tenaga medis. Anda tidak dianjurkan untuk menggunakannya bebas tanpa pengawasan medis.

Cegah Klamidia dari Sekarang

Itulah beberapa cara efektif yang disadur dari berbagai jurnal dan studi terdahulu. Jika Anda aktif secara seksual, lakukanlah tes IMS untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi bakteri tertentu atau tidak.

Skrining secara berkala sangat penting mengingat IMS bisa terjadi bersamaan. Jadi, Anda bisa saja terinfeksi dua atau lebih IMS sekaligus. Jika ingin konsultasi gratis, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi online Klinik Kirana. Hubungi tim kami melalui WhatsApp atau isi formulir konsultasi sekarang juga.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Ahmad, S., Harvey, D., & Pfoh, E. R. (2024). Incidence, prevalence, and trends in chlamydia infection: A global survey and public health implications. Journal of Public Health, 46(3), e597–e607. https://academic.oup.com/jpubhealth/article/46/3/e597/7611269
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2025). About chlamydia. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/chlamydia/about/index.html
  • Paavonen, J., & Brunham, R. C. (2023). Chlamydia trachomatis infections in adults. The Lancet, 401(10379), 936–948. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9828076/

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait