Obat gatal untuk vagina yang paling umum diresepkan dokter adalah nystatin, fluconazole, dan metronidazole. Untuk mengobati gatal pada vagina, Anda bisa menggunakan obat oral, obat oles, maupun obat yang langsung dimasukkan ke dalam vagina. Untuk mendapatkan yang tepat, Anda harus periksa ke dokter terlebih dulu.
Selain obat over the counter (OTC), terdapat juga beberapa obat alami untuk membantu mempercepat proses penyembuhan gatal pada vagina. Simak semua informasinya di artikel ini.
Penyebab Vagina Gatal
Vagina atau area sekitar vagina yang gatal dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
-
Reaksi alergi: Bisa terjadi karena kulit Anda alergi terhadap bahan tertentu, misalnya kain pakaian dalam, pembalut, bahkan sabun yang Anda gunakan.
-
Iritasi: Bisa terjadi akibat pakaian dalam terlalu ketat, bahan pakaian dalam yang kasar dan tidak menyerap keringat, hingga pembalut yang tidak cocok di kulit.
-
Keputihan: Keputihan memang normal dialami namun dapat menyebabkan gatal jika volume keputihan banyak.
-
Efek setelah waxing: Setelah waxing (mencabut rambut kemaluan), biasanya Anda akan merasakan gatal jika rambut akan mulai tumbuh kembali.
-
Jamur candida vagina: Jamur candida yang berlebih dapat menyebabkan kulit di sekitar vagina terasa terbakar dan gatal, serta dapat mengubah konsistensi cairan vagina.
-
Efek saat kehamilan: Gatal pada vagina selama kehamilan sangat umum terjadi, sering disebabkan oleh peningkatan cairan vagina, perubahan hormonal, dan pergeseran keseimbangan pH yang dapat memicu infeksi jamur atau vaginosis bakteri.
-
Penyakit menular seksual (PMS): Gatal bisa menjadi suatu gejala PMS seperti trichomoniasis, herpes genital, kutil kelamin, chlamydia, hingga gonore.
Selengkapnya: Penyebab Kemaluan Wanita Gatal, Bisa Jadi Penyakit Kelamin
Obat untuk Gatal pada Vagina di Apotek
Berikut ini daftar obat gatal vagina yang umum diresepkan dokter lengkap dengan kisaran harganya:
1. Nystatin vaginal tablets
Kisaran harga: Rp36.900 per strip (isi 14 tablet)
Jenis obat: dimasukkan ke dalam vagina
Nystatin vaginal tablets adalah obat antijamur yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada vagina, terutama yang disebabkan oleh Candida. Obat ini digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina, biasanya pada malam hari sebelum tidur, dan bekerja dengan merusak dinding sel jamur sehingga jamur mati.
Tetap gunakan obat walaupun Anda menstruasi. Untuk efek samping yang mungkin muncul berupa iritasi ringan, rasa terbakar, atau gatal sementara.
2. Fluconazole 150mg kapsul
Kisaran harga: Rp30.049 per tablet
Jenis obat: oral
Fluconazole adalah pil yang membunuh jamur dan ragi di seluruh tubuh Anda. Untuk dosisnya menurut WebMD, Anda bisa mengonsumsi fluconazole selama seminggu di setiap tiga hari sekali (hari ke-1, ke-4, dan ke-7) dengan total tiga dosis.
Kemudian, dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk mengonsumsinya setiap minggu selama 6 bulan untuk memastikan infeksi ragi tidak kambuh lagi. Efek samping jenis obat ini meliputi sakit perut, diare, atau sakit kepala.
3. Flagyl forte 500mg 10 tablet
Kisaran harga: Rp143.549 per strip (isi 10 tablet)
Jenis obat: oral
Flagyl Forte 500 mg mengandung Metronidazole yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri anaerob dan parasit, seperti vaginosis bakterialis dan trikomoniasis. Obat ini bekerja dengan merusak DNA mikroorganisme penyebab infeksi. Selama penggunaannya, penting untuk menghindari konsumsi alkohol karena dapat menyebabkan reaksi yang tidak nyaman seperti mual dan muntah.
4. Zemyc 150mg
Kisaran harga: Rp86.412 per kapsul
Jenis obat: oral
Zemyc 150 mg adalah merek dagang dari Fluconazole yang memiliki fungsi sama, yaitu untuk mengatasi infeksi jamur. Cara penggunaan dan efek sampingnya serupa dengan fluconazole, biasanya cukup diminum satu kali dosis, dengan kemungkinan efek samping ringan seperti mual atau sakit kepala.
5. Metronidazole If 500mg tablet
Kisaran harga: Rp465 per tablet
Jenis obat: obat oral
Metronidazole IF 500 mg tablet juga mengandung Metronidazole dan digunakan untuk mengobati infeksi bakteri anaerob maupun parasit. Cara kerjanya sama seperti Flagyl Forte, dan efek samping yang dapat muncul antara lain rasa pahit di mulut, mual, atau pusing. Sama seperti obat metronidazole lainnya, penggunaan obat ini harus menghindari alkohol selama terapi.
Penting untuk diingat bahwa daftar obat-obat di atas tidak bisa dikonsumsi begitu saja oleh ibu hamil karena bisa berpengaruh pada janin. Baca selengkapnya di artikel tentang vagina gatal saat kehamilan. (#)
Obat Alami untuk Meredakan Gatal pada Vagina
Selain obat kimia, baik obat minum maupun obat oles (OTC), ada beberapa bahan alami yang bisa membantu meredakan gatal pada vagina, seperti sirih, aloe vera, hingga madu manuka.
1. Daun sirih
Penelitian tentang pengaruh rebusan daun sirih pada keputihan mengindikasikan bahwa air rebusan daun sirih berpengaruh dalam mengurangi gejala keputihan pada remaja putri. Daun sirih dapat mengurangi keputihan karena sifat antiseptik, antijamur, dan antibakterinya ampuh membunuh kuman dan bakteri penyebab keputihan.
Rebus daun sirih, tiriskan daunnya, dan biarkan suhu air rebusan sedikit dingin, kemudian gunakan untuk membasuh vagina Anda. Diamkan beberapa menit kemudian bilas dengan air mengalir dan keringkan kemaluan Anda jika sudah selesai.
2. Krim lidah buaya atau lidah buaya murni
Penelitian tentang efek aloe vera pada luka menunjukkan bahwa lidah buaya terbukti dapat meredakan gatal akibat berbagai penyakit. Anda dapat dengan aman mengoleskan lidah buaya murni ke vulva Anda, biarkan beberapa menit, kemudian bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan lembut.
Sebuah studi tahun 2021 dalam Journal of Ethnopharmacology menemukan bahwa krim vagina lidah buaya mungkin sama efektifnya dengan krim vagina estrogen dalam mengatasi gatal pada vagina juga. Namun, lidah buaya hanya dapat meredakan vagina gatal, bukan menyembuhkan infeksi aktif penyebab gatal.
3. Minyak kelapa
Minyak kelapa dapat digunakan sebagai pelembab yang dapat membantu meredakan kekeringan, gatal, dan rasa terbakar pada vulva vagina. Sebuah studi menemukan bahwa minyak kelapa sama efektifnya dengan obat antijamur klotrimazol untuk mengobati infeksi jamur.
4. Madu manuka murni
Sifat anti-inflamasi dari madu murni dapat dengan cepat mengurangi gatal di area selangkangan Anda. Penelitian menunjukkan bahwa mengoleskan madu ke vulva vagina dapat membantu mengurangi gejala kandidiasis. Para peneliti biasanya menggunakan madu berkualitas medis, seperti madu manuka murni.
Tips Saat Mengobati Vagina Gatal
Beberapa tips berikut dapat Anda lakukan untuk mempercepat proses penyembuhan vagina gatal:
-
Potong rambut kemaluan, bukan waxing ataupun cukur. Waxing dan cukur dapat menyebabkan gatal ketika rambut hendak tumbuh kembali. Cukup potong rambut kemaluan yang terlalu berlebih dengan gunting tajam.
-
Hindari vaginal douching karena dapat memicu reaksi alergi dari penggunaan bahan-bahan kimia.
-
Lakukan kompres, bisa dengan air dingin selama beberapa menit. Selalu ingat untuk keringkan setelahnya.
-
Lakukan sitz bath, yaitu merendam bagian perineum dan juga vagina Anda dengan air hangat. Bisa juga dicampurkan dengan baking soda, namun disarankan untuk menggunakan air hangat saja.
-
Jangan gunakan pakaian dalam ketat dan berbahan tidak menyerap.
-
Jika memungkinkan, gunakanlah menstrual cup saat menstruasi, apalagi jika Anda sering iritasi akibat menggunakan pembalut.
-
Keringkan vagina tiap setelah buang air dengan kain lembut atau tisu tanpa kandungan parfum.
-
Hindari makanan penyebab alergi (jika ada) karena efek alergi bisa memunculkan gatal di badan. Ini akan memperparah kondisi gatal pada vagina Anda.
Sebisa mungkin hindari juga menggaruk vagina dan vulva walaupun terasa sangat gatal. Menggaruknya dapat membuat kulit lebih rentan iritasi dan dikhawatirkan bisa menyebar ke area lain maupun menyebabkan luka terbuka.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika sudah melakukan pengobatan di atas dan tidak kunjung memberikan hasil atau justru memburuk, segera periksa ke dokter. Berikut beberapa kondisi yang mengharuskan Anda cek ke dokter:
-
Keputihan abnormal, termasuk warna, tekstur, konsistensi, atau bau yang tidak teratur.
-
Rasa terbakar, bengkak, atau nyeri, terutama saat buang air kecil (disuria).
-
Benjolan atau pertumbuhan apa pun di vulva Anda.
-
Terdapat efek samping dari penggunaan obat-obatan.
Anda juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi penyakit kulit gratis secara online dari Klinik Kirana. Silakan hubungi tim kami melalui menu WhatsApp di atas untuk segera terhubung.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Anisa, F., Nurapandi, A., & Kusumawaty, J. (2025). Multifactorial predisposition related with scabies among Islamic student. INDOGENIUS, 4(1), 110–117. https://doi.org/10.56359/igj.v4i1.474
- Ekor, M. (2014). The growing use of herbal medicines: Issues relating to adverse reactions and challenges in monitoring safety. Journal of Ethnopharmacology, 152(1), 1–10. https://doi.org/10.1016/j.jep.2020.113760
- Hekmatpou D, Mehrabi F, Rahzani K, Aminiyan A. The Effect of Aloe Vera Clinical Trials on Prevention and Healing of Skin Wound: A Systematic Review. Iran J Med Sci. 2019 Jan;44(1):1-9. PMID: 30666070; PMCID: PMC6330525.
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.