Bahaya Gonore Jika Menginfeksi Bayi, Khususnya Mata

Kelamin September 20, 2022
Bahaya Gonore Jika Menginfeksi Bayi, Khususnya Mata

Gonore pada bayi dan anak-anak merupakan kondisi medis serius yang memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat. Dengan pemahaman yang baik tentang cara penularan, gejala, dampak, pencegahan, dan pengobatan, kita dapat melindungi anak-anak dari bahaya infeksi

Membahas isu kesehatan pada bayi selalu menjadi topik yang sensitif dan penting, terutama ketika menyangkut penyakit menular seksual seperti gonore yang dapat mempengaruhi bayi. Dalam artikel ini, Klinik Kirana akan menggali informasi umum tentang bagaimana gonore dapat ditularkan kepada bayi, baik selama proses kelahiran maupun dari lingkungan sekitar, serta dampak yang ditimbulkannya pada kesehatan bayi

Cara Penularan Gonore pada Bayi 

Penularan gonore pada bayi dan anak dapat terjadi melalui beberapa jalur. Paling umum adalah selama proses kelahiran, di mana bayi yang lahir dari ibu dengan gonore berisiko tinggi terinfeksi. Selain itu, meskipun lebih jarang, gonore bisa menular melalui kontak langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi. 

  • Selama Kelahiran: Bayi dapat terinfeksi gonore dari ibunya selama proses kelahiran. Jika ibu hamil terinfeksi gonore dan tidak diobati, bakteri dapat ditularkan ke bayi saat melewati jalan lahir.
  • Kontak Langsung: Walaupun jarang, bayi dan anak-anak bisa terinfeksi melalui kontak langsung dengan barang-barang yang terkontaminasi, seperti handuk atau pakaian.

Gejala Gonore pada Bayi 

Gejala Gonore pada Bayi dan Anak Gejala gonore pada bayi dan anak bisa bervariasi, tetapi yang paling serius adalah infeksi mata, dikenal sebagai oftalmia neonatorum. Kondisi ini dapat menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan keluarnya nanah dari mata, yang jika tidak diobati dengan cepat, bisa berujung pada kebutaan permanen. Berikut ini Pengenalan gejala dini terhadap gonore untuk pengobatan yang efektif.

  • Pada Mata: Gonore dapat menyebabkan konjungtivitis (radang pada selaput mata), yang ditandai dengan mata merah, bengkak, dan keluar nanah.
  • Pada Organ Genital: Infeksi dapat menyebabkan pembengkakan pada vulva atau penis, serta keluarnya cairan yang tidak normal.
  • Infeksi Sistemik: Dalam kasus yang parah, gonore dapat menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan demam, nyeri sendi, dan infeksi kulit.

Dampak Jangka Panjang Gonore pada Bayi

Gonore yang tidak diobati pada bayi dan anak-anak dapat menyebabkan komplikasi serius. Kebutaan merupakan salah satu dampak paling mengkhawatirkan akibat infeksi mata yang tidak diobati. Infeksi ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain, menyebabkan masalah pada sendi, kulit, dan organ internal. Anak-anak yang terinfeksi gonore bisa mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka. Penting untuk memahami risiko ini dan mengambil tindakan pencegahan serta pengobatan dini untuk menghindari komplikasi jangka panjang. Infeksi gonore yang tidak diobati pada mata dapat menyebabkan dampal jangka panjang.

Pencegahan Gonore pada Bayi 

Langkah pencegahan utama adalah dengan melakukan pemeriksaan gonore pada ibu hamil. Pengobatan tepat waktu pada ibu hamil yang terinfeksi bisa mencegah penularan kepada bayi. Selain itu, meningkatkan kesadaran mengenai cara penularan dan gejala gonore juga penting untuk melindungi anak-anak. Pencegahan ini tidak hanya melindungi bayi dari infeksi awal, tetapi juga dari dampak jangka panjang yang mungkin timbul.

Untuk mencegah gonore pada bayi dan anak, langkah-langkah berikut ini dapat dilakukan:

  • Pemeriksaan Gonore pada Ibu Hamil: Sangat penting bagi ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan gonore sebagai bagian dari perawatan prenatal.
  • Pengobatan pada Ibu Hamil: Jika terdiagnosis gonore, pengobatan harus segera dilakukan untuk mencegah penularan ke bayi.
  • Edukasi dan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran mengenai gonore dan cara penularannya penting untuk mencegah infeksi pada anak-anak.

Pengobatan Mata Bayi Yang terindikasi Gonore 

Gonore Belakangan ini mengalami perubahan pola penyebaran bakteri. Meskipun jarang, kasusnya meningkat baru-baru ini di Inggris. Pengobatan menjadi lebih rumit karena bakteri ini semakin tahan terhadap banyak antibiotik, termasuk penurunan kepekaan terhadap antibiotik generasi ketiga seperti sefalosporin.

Tingkat penularan dari ibu ke bayi cukup tinggi, dengan 30-50% kasus menunjukkan kultur konjungtiva yang positif. Oleh karena itu, bayi yang lahir dari ibu yang positif gonore sebaiknya mendapat pengobatan pencegahan.

Gejala Konjungtivitis Gonore biasanya muncul dalam 5 hari pertama setelah kelahiran dan berkembang dengan cepat. Jika muncul pada minggu kedua, ini menunjukkan paparan setelah kelahiran. Kebanyakan bayi yang terpengaruh memiliki konjungtivitis purulen yang banyak dan pembengkakan kelopak mata, tetapi beberapa bayi mungkin hanya menunjukkan reaksi inflamasi ringan.

Penyelidikan Jika ada kecurigaan infeksi gonore , segera lalukan test swab mata dan minta pemeriksaan gram stain di lab atau layanan kesehatan lainnya. Hasil awal yang tersedia pada hari yang sama sangat penting. Temuan diplokokus Gram negatif sangat mengindikasikan infeksi gonore dan menuntut tindakan pengobatan sambil menunggu hasil kultur yang lebih formal. Semua sampel swab mata dari bayi yang berusia kurang dari 1 bulan yang dikirim ke laboratorium secara rutin diuji untuk keberadaan gonore.

Diagnosis yang pasti didasarkan pada kultur bakteriologis atau Tes Amplifikasi Asam Nukleat (NAAT). Disarankan juga untuk memeriksa Chlamydia juga karena kedua infeksi ini bisa terjadi bersamaan. Jika infeksi neonatal dicurigai atau sudah dikonfirmasi, sampel kultur yang sesuai juga harus diambil dari ibu. Pada bayi yang berusia kurang dari 4 minggu, semua sampel usap mata yang dikirim ke laboratorium virus akan secara rutin diuji untuk klamidia, gonore, HSV, adenovirus, dan varicella melalui PCR. Untuk bayi yang berusia lebih dari 4 minggu, pengujian gonore tidak otomatis dilakukan dan harus diminta secara terpisah.

Pengobatan Untuk Oftalmia Neonatorum Tanpa Penyakit Sistemik:

  • Berikan Cefotaxime dengan dosis 100mg/kg, sekali pemberian melalui suntikan IV (intravena).
  • Lakukan irigasi (pencucian) dengan larutan Saline Normal 0.9% sampai cairan mata berhenti keluar.
  • Tidak diperlukan pengobatan topikal (langsung pada mata).

Untuk Penyakit Gonokokus Menyebar:

  • Berikan Cefotaxime 50mg/kg melalui suntikan IV tiga kali sehari.
  • Lanjutkan pengobatan selama 7 hari (atau 14 hari jika ada kecurigaan atau konfirmasi meningitis).
  • Konsultasikan dengan spesialis mikrobiologi.

Untuk Infeksi Terdokumentasi pada Ibu: Profilaksis untuk Bayi:

  • Bayi yang tidak menunjukkan gejala dan lahir dari ibu dengan penyakit yang diketahui harus diobati dengan satu dosis Cefotaxime 100mg/kg IV setelah lahir. Jika muncul gejala, penilaian lebih lanjut diperlukan. Jika pemberian melalui IV dianggap sulit, pemberian melalui suntikan IM (intramuskular) dapat dipertimbangkan.
  • Jika ada kecurigaan resistensi terhadap sefalosporin, konsultasikan dengan spesialis.

Konsultasi Gonore di Klinik Kirana 

Mengingat tingginya risiko penularan gonore dari ibu ke bayi dan kompleksitas pengobatannya, Bagi ibu hamil dan suaminya yang mengalami gejala gonore bisa berkonsultasi di Klinik Kirana. Konsultasi tepat waktu ini sangat penting untuk memastikan penanganan yang efektif bagi ibu dan juga untuk mencegah penularan kepada bayi yang akan lahir. Di Klinik Kirana, Anda akan mendapatkan penilaian medis yang komprehensif, termasuk pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai. 

Hubungi klinik kirana di sini : Klik disini, untuk Melakukan Pemeriksaan gonore bersama Klinik Kirana.

 

Artikel ini Disusun Oleh Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • NHSGGC Paediatrics for Health Professionals. Eye infections in the neonate: Ophthalmia Neonatorum and the management of systemic Gonococcal and Chlamydial infections (https://www.clinicalguidelines.scot.nhs.uk/nhsggc-guidelines/nhsggc-guidelines/neonatology/eye-infections-in-the-neonate-ophthalmia-neonatorum-and-the-management-of-systemic-gonococcal-and-chlamydial-infections/). Accessed 01/12/2023
  • Jin J. Prevention of Gonococcal Eye Infection in Newborns. JAMA. 2019;321(4):414. doi:10.1001/jama.2018.21434 (https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2722774). Accessed 01/12/2023
  • CDC. STI Tx Quick Guide - Gonorrhea / Neonates (up to 4 weeks) https://www.cdc.gov/stiapp/gonorrhea_neonates.html. Accessed 01/12/2023
  • Ingram DL. Neisseria gonorrhoeae in children. Pediatr Ann. 1994 Jul;23(7):341-5. doi: 10.3928/0090-4481-19940701-07. PMID: 7970897. Accessed 01/12/2023
  • Litt IF, Edberg SC, Finberg L. Gonorrhea in children and adolescents: a current review. J Pediatr. 1974 Nov;85(5):595-607. doi: 10.1016/s0022-3476(74)80500-7. PMID: 4214343. Accessed 01/12/2023

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait