Neisseria gonorrhoeae: Bakteri Penyebab Gonore yang Kian Kebal Obat
Neisseria gonorrhoeae adalah bakteri yang menjadi penyebab utama penyakit gonore, atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan istilah kencing nanah. Infeksi ini termasuk dalam kelompok penyakit menular seksual (PMS) yang sangat umum terjadi di seluruh dunia dan dapat menyerang berbagai bagian tubuh manusia, termasuk alat kelamin, rektum (anus), tenggorokan, bahkan mata bayi yang terpapar saat proses persalinan dari ibu yang terinfeksi.
Seperti Apa Neisseria gonorrhoeae?
Bakteri Neisseria gonorrhoeae merupakan bakteri Gram negatif yang memiliki ciri khas berupa dinding sel tipis yang dilapisi dua lapisan pelindung, sehingga membuatnya lebih resisten terhadap beberapa jenis antibiotik yang biasanya digunakan untuk membunuh bakteri lain.
Secara bentuk, bakteri ini dikenal sebagai diplokokus, yaitu terdiri dari dua sel bulat kecil yang berdampingan seperti sepasang biji kopi. Selain itu, bakteri ini tergolong aerobik fakultatif, artinya ia mampu bertahan hidup baik dalam kondisi dengan oksigen maupun tanpa oksigen, sehingga menjadikannya sangat fleksibel dalam menjajah berbagai area dalam tubuh manusia.
Tidak seperti beberapa bakteri lain yang dapat membentuk spora sebagai bentuk pertahanan diri, Neisseria gonorrhoeae tidak membentuk spora. Namun, ia memiliki kemampuan lain yang tak kalah berbahaya, yaitu dapat menempel erat pada sel-sel tubuh menggunakan struktur halus seperti rambut yang disebut pili, lalu menyusup dan berkembang biak dengan sangat cepat, terutama di area yang hangat dan lembab seperti organ reproduksi, anus, atau tenggorokan.
Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri Ini
Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini disebut gonore, yang merupakan salah satu PMS paling umum dan dapat mengenai beberapa bagian tubuh, tergantung pada jenis kontak seksual yang terjadi.
-
Alat kelamin: Area ini merupakan lokasi yang paling sering terinfeksi, baik pada pria maupun wanita, karena kontak langsung selama hubungan seksual.
-
Rektum (anus): Infeksi bisa terjadi akibat hubungan seks anal tanpa perlindungan.
-
Tenggorokan: Dapat terinfeksi jika terjadi hubungan seks oral dengan pasangan yang membawa bakteri.
-
Mata bayi saat persalinan: Bila seorang ibu yang melahirkan mengidap gonore dan tidak mendapatkan pengobatan sebelumnya, maka bayinya bisa tertular saat melalui jalan lahir, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan infeksi mata serius yang berpotensi menyebabkan kebutaan.
Cara Penularan Neisseria gonorrhoeae
Bakteri ini sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain, terutama melalui aktivitas seksual yang melibatkan kontak langsung dengan cairan tubuh, seperti cairan vagina, air mani, atau cairan rektal.
Beberapa cara penularan yang umum terjadi antara lain:
-
Hubungan seksual tanpa kondom, baik secara vaginal, anal, maupun oral.
-
Kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi.
-
Penularan dari ibu ke bayi saat proses melahirkan.
Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa bakteri ini tidak menular melalui dudukan toilet, alat makan, handuk, atau berpelukan, karena ia tidak mampu bertahan lama di luar tubuh manusia. Yang membuat infeksi ini lebih berbahaya adalah kenyataan bahwa banyak penderita tidak menyadari telah terinfeksi, karena sering kali tidak merasakan gejala apa pun. Akibatnya, mereka bisa menularkan infeksi kepada orang lain tanpa sadar.
Gejala Gonore: Bisa Diam-diam Menyebar
Gejala gonore bisa berbeda antara pria dan wanita, dan sayangnya, sebagian besar wanita bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, yang membuat infeksi ini lebih sulit dideteksi dan mudah menyebar.
Gejala pada Pria:
-
Keluarnya cairan kental dari penis yang biasanya berwarna kuning atau kehijauan, menyerupai nanah.
-
Rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil, mirip dengan infeksi saluran kemih.
-
Pembengkakan atau nyeri pada testis, meskipun tidak semua pria mengalaminya.
Gejala pada Wanita:
-
Keputihan yang tidak biasa, baik dari segi jumlah, konsistensi, maupun aroma yang lebih menyengat dari biasanya.
-
Rasa nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual.
-
Pendarahan di luar masa haid, terutama setelah melakukan hubungan intim.
Sebagian orang hanya mengalami gejala ringan yang sering kali disalah artikan sebagai kondisi lain, seperti infeksi saluran kemih atau infeksi jamur biasa. Karena itu, gonore kerap dijuluki sebagai “silent infection”, yaitu infeksi yang bisa menyebar secara diam-diam tanpa terdeteksi hingga muncul komplikasi serius.
Bahaya Jika Tidak Diobati
Jika gonore tidak segera diobati dengan tepat, infeksi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang membahayakan kesehatan jangka panjang.
-
Infertilitas: Pada wanita, infeksi bisa naik ke saluran tuba dan rahim, menyebabkan jaringan parut yang menyumbat jalannya sel telur, sehingga mengganggu kesuburan. Pada pria, gonore dapat merusak saluran sperma yang menghambat proses ejakulasi normal.
-
Penyakit Radang Panggul (PID): Komplikasi umum pada wanita yang dapat menyebabkan nyeri panggul kronis, kehamilan ektopik (di luar rahim), dan kemandulan.
-
Epididimitis: Peradangan pada saluran epididimis yang membawa sperma dari testis, menyebabkan nyeri hebat dan bisa menurunkan produksi sperma.
-
Infeksi menyebar ke darah dan sendi (DGI): Pada kasus yang jarang namun serius, bakteri bisa menyebar ke dalam darah dan menyerang sendi, menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan bahkan sepsis—suatu kondisi infeksi sistemik yang bisa mengancam jiwa.
-
Meningkatkan risiko HIV: Peradangan akibat gonore membuat jaringan kelamin lebih rentan terhadap infeksi virus HIV, sehingga meningkatkan kemungkinan tertular jika terpapar.
Bagaimana Gonore Dideteksi?
Untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi gonore, dokter akan melakukan beberapa tes yang dapat dilakukan dengan cepat dan minim rasa sakit:
-
Tes swab: Mengambil sampel dari area yang terinfeksi, seperti leher rahim, uretra, anus, atau tenggorokan, tergantung pada riwayat kontak seksual.
-
Tes urine: Umumnya digunakan pada pria untuk mendeteksi keberadaan bakteri dalam saluran kemih.
-
NAAT (Nucleic Acid Amplification Test): Tes molekuler yang sangat akurat karena dapat mendeteksi DNA bakteri, bahkan jika jumlah bakteri masih sangat sedikit. Tes ini bisa dilakukan untuk semua area tubuh yang dicurigai terinfeksi.
Hasil tes biasanya keluar dalam beberapa hari dan sangat membantu dalam memastikan diagnosis secara cepat dan tepat.
Pengobatan: Harus Di bawah Pengawasan Medis
Gonore hanya bisa diobati dengan antibiotik, dan pengobatannya harus diberikan oleh tenaga medis karena resistensi bakteri terhadap obat semakin meningkat dari waktu ke waktu.
-
Ceftriaxone: Merupakan antibiotik injeksi yang paling umum digunakan dan diberikan langsung ke otot.
-
Doxycycline: Ditambahkan jika ada kemungkinan infeksi menular seksual lain, seperti klamidia, yang sering kali menyertai gonore.
Penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan meskipun gejala sudah hilang lebih awal. Menghentikan pengobatan di tengah jalan hanya akan memberi kesempatan bagi bakteri untuk berkembang dan menjadi kebal terhadap antibiotik. Pasien juga disarankan untuk tidak berhubungan seksual sampai benar-benar dinyatakan sembuh, demi mencegah penularan ulang.
Cara Mencegah Gonore
Pencegahan merupakan langkah terbaik dalam menghindari infeksi gonore. Beberapa cara yang efektif antara lain:
-
Gunakan kondom dengan benar dan konsisten setiap kali berhubungan seks, baik vaginal, anal, maupun oral.
-
Lakukan pemeriksaan rutin IMS, terutama jika kamu memiliki lebih dari satu pasangan seksual atau sedang memulai hubungan baru.
-
Edukasi diri dan pasangan mengenai risiko PMS dan pentingnya perilaku seksual yang sehat.
-
Periksa dan obati pasangan seksual jika kamu dinyatakan positif gonore, karena pengobatan hanya akan efektif jika tidak ada penularan ulang dari pasangan yang belum diobati.
Selain itu, menjalin komunikasi yang jujur dan terbuka dengan pasangan tentang riwayat kesehatan seksual juga merupakan bagian penting dari pencegahan.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- World Health Organization (WHO) – Gonorrhoea: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/gonorrhoea
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC) – Gonorrhea: https://www.cdc.gov/std/gonorrhea/
- Mayo Clinic – Gonorrhea: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gonorrhea
- National Health Service (NHS UK) – Gonorrhoea: https://www.nhs.uk/conditions/gonorrhoea/
- MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine) – Gonorrhea: https://medlineplus.gov/gonorrhea.html
- Cleveland Clinic – Gonorrhea: Causes, Symptoms & Treatment: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14600-gonorrhea
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.