Penis Berjamur: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Kelamin September 9, 2025
SHARE ON
Penis Berjamur: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Infeksi jamur pada kemaluan pria menjadi salah satu penyakit kelamin yang cukup umum dialami. Sekitar 3% hingga 11% pria akan mengalami infeksi jamur seumur hidup mereka.

Anda mungkin menganggap infeksi jamur hanya bisa terjadi pada wanita. Namun, pria juga bisa terkena infeksi jamur pada kemaluan. Istilah medis untuk infeksi jamur di penis ini adalah Balanitis Candida.

Simak selengkapnya tentang bagaimana jamur ini menjangkit seseorang, penyebab, gejala, hingga pengobatannya.

Apa Itu Infeksi Jamur?

Pada kelamin pria, infeksi jamur adalah kondisi di mana terjadi peradangan atau infeksi pada kepala penis (glans penis). Kondisi infeksi inilah yang kemudian disebut sebagai Balanitis.

Adapun jamur ini disebabkan oleh sejenis ragi bernama Candida. Maka dari itulah infeksi jamur di kemaluan pria disebut sebagai Balanitis Candida.

Balanitis Candida dapat menyerang orang-orang dari segala usia. Adapun anak-anak di bawah usia 4 tahun dan pria yang tidak disunat memiliki risiko tertinggi untuk terjangkit jamur penis.

Lebih jauh, infeksi jamur pada penis lebih mungkin terjadi jika Anda memiliki kondisi yang disebut fimosis, yaitu keadaan di mana Anda tidak dapat menarik kembali kulup penis Anda.

Itulah mengapa laki-laki yang tidak sunat lebih rentan terkena infeksi jamur karena kulup penis yang ada dapat menjadi sarang berkembang biak bagi jamur pada kepala penis.

Beberapa kondisi yang lebih rentan terkena infeksi jamur penis adalah:

  • Memiliki kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes, kanker, atau HIV/AIDS

  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas

  • Sedang mengonsumsi antibiotik karena antibiotik membunuh bakteri yang biasanya hidup di dalam tubuh

  • Memiliki penyakit atau infeksi menular seksual (IMS)

Apa Penyebab Infeksi Jamur pada Penis?

Infeksi jamur pada kemaluan pria disebabkan oleh ragi (yeast) bernama Candida. Kulit manusia mengandung banyak ragi yang hidup di dalamnya, termasuk Candida.

Pada orang sehat, hal ini biasanya tidak menimbulkan masalah. Namun, ketika Candida tumbuh berlebihan, ia dapat menyebar di bawah permukaan kulit Anda. Hal ini dapat menyebabkan ruam atau infeksi kulit.

Candida tumbuh dan berkembang biak di lingkungan yang lembab dan hangat. Umumnya ditemukan di area yang lembab dan berkerut seperti kulup penis Anda.

Kondisi dan faktor risiko lain yang memungkinkan Candida tumbuh antara lain:

  • Kebersihan yang buruk

  • Celana dalam lembab dan ketat

  • Menggunakan sabun yang kasar

  • Tidak membilas sabun dari kulup secara menyeluruh

  • Tidak mengeringkan kulup secara menyeluruh

  • Kulit kelamin yang iritasi atau rusak

  • Berhubungan seksual dengan wanita yang terinfeksi jamur pada vagina

Gejala Infeksi Jamur pada Penis

Adapun beberapa ciri-ciri Anda menderita Balanitis Candida atau jamur penis adalah nyeri pada glans penis, kulup penis retak dan susah ditarik, sensasi gatal, hingga sensasi terbakar saat buang air kecil (disuria).

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Kemerahan, nyeri, atau pembengkakan penis

Gejala ini muncul sebagai reaksi inflamasi dari infeksi Jamur. Area yang terinfeksi biasanya terasa sangat sensitif, sakit saat disentuh, atau bahkan bengkak.

Kemerahan ini seringkali menunjukkan adanya iritasi dan peradangan yang signifikan, yang bisa disebabkan oleh aktivitas berlebihan dari jamur pada kulit.

2. Bercak putih mengkilap di bagian atas penis

Bercak putih yang muncul ini adalah akumulasi dari jamur yang tumbuh berlebihan. Bercak ini biasanya terlihat mengkilap dan putih, menandakan adanya infeksi jamur yang aktif di permukaan kulit.

Penumpukan bercak ini bisa menjadi penyebab dari munculnya rasa gatal dan tidak nyaman pada penis Anda.

3. Bintik merah kecil di bagian atas penis

Bintik-bintik merah merupakan indikasi dari iritasi kulit yang serius. Ini terjadi ketika pertumbuhan jamur berlebih menyebabkan reaksi peradangan yang menghasilkan ruam kecil dan merah.

Bintik-bintik ini mungkin terasa gatal dan sering juga menyebar di sekitar area yang terinfeksi.

4. Kulup yang retak atau pecah-pecah

Infeksi jamur dapat membuat kulit menjadi sangat kering yang menyebabkan retak atau pecah pada kulup.

Hal ini disebabkan oleh perubahan tekstur dan kelembapan kulit yang diakibatkan oleh infeksi, membuat kulit menjadi lebih rapuh dan mudah terluka.

5. Keputihan tebal dan putih

Ya, pria juga bisa mengalami keputihan pada alat kelamin. Sama seperti wanita, keputihan pada pria biasanya normal saja (seperti cairan sperma atau ejakulasi). Namun, akan menjadi tidak normal jika cairan berbau tidak sedap, berwarna, dan ada efek nyeri.

Keputihan ini adalah ciri khas infeksi jamur, dengan penumpukan sekresi putih tebal di bawah kulup atau lipatan kulit yang menutupi kepala penis.

Sekresi ini muncul akibat aktivitas jamur yang berlebihan, seringkali disertai dengan bau yang tidak sedap dan sensasi gatal atau terbakar.

6. Kesulitan menarik kembali kulup

Pada beberapa kasus, infeksi jamur dapat menyebabkan kulup menjadi lebih kaku dan sulit ditarik kembali.

Ini terjadi karena peradangan dan pembengkakan yang membatasi gerakan normal kulup, dan bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan rasa sakit.

7. Sensasi gatal

Rasa gatal yang intens adalah gejala umum dari infeksi jamur akibat dari iritasi dan peradangan yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur berlebih. Gatal ini sering kali menjadi lebih parah di malam hari atau setelah kontak dengan pemicu seperti keringat atau sabun.

8. Sensasi terbakar saat buang air kecil

Infeksi jamur di area genital sering kali menyebabkan sensasi terbakar atau menyengat saat buang air kecil. Sensasi nyeri, terbakar, atau sakit saat buang air kecil ini juga disebut sebagai disuria.

Disuria terjadi karena urin yang bersentuhan dengan area yang teriritasi dan membuat area tersebut meradang.

9. Nyeri selama berhubungan seksual

Infeksi jamur pada penis dapat menyebabkan rasa nyeri atau tidak nyaman saat berhubungan seksual. Ini disebabkan oleh iritasi dan sensitivitas yang meningkat pada kulit yang terinfeksi.

Sensasi nyeri saat berhubungan seks ini bisa juga menjadi tanda Anda memiliki penyakit lain, termasuk infeksi menular seksual. Penting untuk tidak mengabaikan gejala-gejala ini dan segera periksa ke dokter.

Pengobatan untuk Penis Berjamur

Pengobatan untuk infeksi jamur pada pria umumnya melibatkan penggunaan obat antijamur. Dokter mungkin akan merekomendasikan krim, losion, atau salep antijamur yang dapat langsung diaplikasikan pada area yang terinfeksi.

Obat antijamur yang umum digunakan meliputi:

  • Miconazole (Monistat 7®)

  • Clotrimazole (Lotrimin®)

  • Nystatin (Mycostatin®)

Pada beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan obat antijamur yang diminum, seperti fluconazole (Diflucan®). Namun, masalah pada genital adalah masalah yang kompleks sehingga sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan resep yang sesuai.

Adapun beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah infeksi jamur di antaranya:

  • Selalu bilas penis dengan air sampai bersih setelah buang air kecil dan keringkan dengan tisu atau kain lembut

  • Ganti celana dalam 2x atau 3x sehari setelah mandi

  • Tarik kulup Anda ke belakang saat mandi untuk membersihkan dan mengeringkan area tersebut secara menyeluruh

  • Jangan gunakan produk yang keras dan kasar pada alat kelamin Anda

  • Tidak berhubungan seks dengan penderita jamur kelamin (candidiasis)

  • Melakukan praktik seks yang aman, yaitu dengan pelindung dan setia pada satu pasangan seks

Kapan Harus ke Dokter?

Anda harus segera pergi ke dokter untuk konsultasi jika terjadi kondisi berikut pada penis Anda:

  • Anda mengalami gejala jamur penis untuk pertama kalinya

  • Anda menderita jamur penis dan berusia di bawah 16 tahun atau di atas 60 tahun

  • Jamur terus kambuh (lebih dari 4 kali dalam setahun)

  • Pengobatan yang dilakukan tidak berhasil atau justru semakin parah

  • Anda memiliki diabetes, HIV, atau sedang menjalani kemoterapi

Untuk konsultasi secepat mungkin, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi Klinik Kirana dengan mengisi formulir online atau menghubungi melalui WhatsApp. Klik menunya di atas dan Anda akan langsung terhubung dengan dokter ahli. Keamanan data Anda akan selalu terjamin.

 

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Cleveland Clinic. (2023). Male yeast infection (Candida balanitis).
  • Healthline. (2024, January 11). Penile yeast infection.
  • National Center for Biotechnology Information. (Year Unknown). Candidiasis. In StatPearls. StatPearls Publishing.
  • Metin A, Dilek N, Bilgili SG. Recurrent candidal intertrigo: challenges and solutions. Clin Cosmet Investig Dermatol. 2018 Apr 17;11:175-185. doi: 10.2147/CCID.S127841. PMID: 29713190; PMCID: PMC5909782. Accessed 12/12/2023
  • Oriel JD, Partridge BM, Denny MJ, Coleman JC. Genital yeast infections. Br Med J. 1972 Dec 30;4(5843):761-4. doi: 10.1136/bmj.4.5843.761. PMID: 4566994; PMCID: PMC1787055. Accessed 12/12/2023
  • Thin RN, Leighton M, Dixon MJ. How often is genital yeast infection sexually transmitted? Br Med J. 1977 Jul 9;2(6079):93-4. doi: 10.1136/bmj.2.6079.93. PMID: 577472; PMCID: PMC1630994. Accessed 12/12/2023

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait