9 Penyebab Penis Lecet, Ini Penanganan yang Tepat

Kelamin March 9, 2026
SHARE ON
9 Penyebab Penis Lecet, Ini Penanganan yang Tepat

Luka pada penis adalah luka terbuka yang sulit sembuh pada penis yang terjadi karena kerusakan jaringan kulit/mukosa. Selain luka terbuka, ada juga luka ringan seperti lecet pada kepala penis yang biasanya lebih mudah untuk disembuhkan.

Penyebab luka lecet pada penis bermacam-macam, bisa karena infeksi menular seksual (IMS), jamur, alergi, dan lain-lain. Kenali semua penyebab, cara menangani, serta tips mencegah luka lecet pada penis di artikel ini.

Mengenal Lecet pada Penis dan Gejalanya

Luka pada penis adalah semua bentuk luka terbuka atau lecet kecil yang terjadi pada penis yang terjadi karena kerusakan jaringan kulit atau mukosa. Luka ini bisa muncul di glans (kepala penis), batang penis, foreskin, hingga sekitar uretra atau skrotum.

Luka pada penis biasanya berkembang dari yang awalnya hanya bintil kecil (rash), kemudian pecah menjadi luka terbuka. Terkadang, luka ini juga bisa mengeluarkan cairan atau nanah.

Untuk gejalanya sangat bervariasi tergantung dari penyebabnya. Gejala yang mungkin Anda alami, seperti:

  • Gatal atau rasa terbakar di sekitar alat kelamin

  • Demam

  • Nyeri saat buang air kecil (disuria) atau saat berhubungan seks

  • Keputihan yang mungkin berbau tidak sedap

Penyebab Luka Lecet pada Penis

Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi penyebab luka lecet pada penis:

1. Infeksi virus (HSV)

Infeksi virus seperti Herpes (HSV) adalah penyebab paling umum luka pada penis. WHO menyebut bahwa 1 dari 5 orang dewasa di dunia memiliki herpes genital.

Herpes genital adalah kondisi yang serius, menimbulkan luka terbuka yang sangat nyeri dan memerlukan penanganan medis segera. Virus ini menyebar melalui kontak seksual, baik seks vaginal, anal, maupun oral.

2. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri, seperti Sifilis, merupakan penyebab lain dari luka atau lecet di penis. Sifilis, yang disebabkan oleh bakteri T. pallidum awalnya menimbulkan koreng atau luka terbuka di area infeksi.

Tanpa pengobatan, Sifilis bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius, tetapi dapat diobati secara efektif dengan antibiotik.

Baca Juga: 6 Cara Penularan Sifilis, Ketahui untuk Pencegahan!

3. Infeksi jamur

Infeksi jamur, seperti kandidiasis, seringkali menyerang pria dengan sistem imun yang lemah. Ini menyebabkan peradangan, gatal, dan luka pada penis sehingga menjadi lecet. Pengobatan biasanya melibatkan obat antijamur oral atau topikal, tergantung pada keparahan infeksi.

4. Kadar gula darah tinggi

Diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk luka yang sulit sembuh di penis karena mempengaruhi aliran darah dan saraf. Pengelolaan gula darah yang efektif dan pengawasan medis teratur sangat penting untuk mencegah kondisi ini.

5. Alergi

Alergi terhadap bahan kimia tertentu di sabun, detergen, atau produk pribadi lainnya seperti material bahan dari celana dalam bisa menyebabkan iritasi dan lecet di penis. Mengidentifikasi dan menghindari pemicu alergi adalah langkah penting dalam pencegahan.

6. Kudis

Kudis adalah infeksi kulit yang sangat gatal, disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Ini menyebar melalui kontak fisik dan sering kali menyerang penis. Pengobatan melibatkan krim antiparasit dan tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran.

7. Chancroid

Chancroid dapat menyebabkan luka nyeri dan gatal pada penis. Luka akan terasa gatal dan nyeri, bahkan mengeluarkan darah atau cairan lain ketika terbuka.

Gejala lain yang muncul adalah nyeri saat melakukan aktivitas seksual atau buang air kecil (disuria), dan pembengkakan di selangkangan.

8. Granuloma inguinale

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan menimbulkan luka borok pada penis. Gejala awal seringkali tidak sakit, tetapi tanpa pengobatan, luka bisa menjadi parah dan menyebar.

9. Moluskum kontagiosum

Virus moluskum kontagiosum menyebabkan lesi kecil, menonjol, dan gatal di penis. Penyebaran virus ini terjadi melalui kontak kulit atau benda yang terkontaminasi virus.

Bagaimana Cara Menangani Luka pada Penis?

Berikut ini penanganan luka pada penis dari awal terbentuknya luka hingga ketika luka berkembang:

1. Langkah pengobatan awal

Pada tahap awal (0-24 jam pertama), tujuan utama penanganan luka lecet pada penis adalah membersihkan area luka dan mencegah infeksi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan pada tahap ini:

  • Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh area luka.

  • Bilas penis dengan air bersih mengalir atau larutan saline.

  • Hindari penggunaan alkohol, hidrogen peroksida, atau antiseptik keras, karena dapat mengiritasi jaringan sensitif.

  • Keringkan area luka dengan menepuk lembut menggunakan tisu atau kain bersih, jangan digosok.

Setelah dibersihkan dan dikeringkan, luka dapat diberi pelindung untuk membantu proses penyembuhan serta mencegah bakteri masuk ke jaringan yang terbuka. Untuk salep atau krim yang aman, Anda sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dulu.

2. Langkah pengobatan lanjutan

Pada tahap ini adalah untuk perawatan harian setelah 24 jam pertama. Pada fase ini, fokus utama adalah menjaga kebersihan luka, mencegah iritasi ulang, dan mendukung regenerasi kulit.

Luka lecet ringan biasanya mulai menunjukkan perbaikan dalam beberapa hari jika dirawat dengan benar. Perawatan dasar yang dapat dilakukan setiap hari meliputi:

  • Membersihkan area luka 1–2 kali sehari dengan air hangat.

  • Mengeringkan dengan lembut setelah dibersihkan.

  • Mengoleskan kembali salep pelindung secara tipis jika luka masih terbuka.

3. Pantangan selama pengobatan

Berikut ini beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan selama masa pengobatan:

  • Hindari aktivitas seksual yang terlalu agresif

  • Masturbasi

  • Aktivitas yang menyebabkan gesekan kuat pada penis

  • Penggunaan pelumas atau produk kimia lain pada area genital

4. Temui dokter jika tidak kunjung membaik

Jika sudah ditangani dengan benar, luka pada penis seharusnya akan sembuh kurang lebih satu minggu. Segera temui dokter apabila Anda:

  • Luka tidak sembuh dalam lebih dari 10–14 hari

  • Luka semakin besar atau semakin dalam

  • Muncul nanah atau cairan berbau

  • Nyeri semakin berat

  • Muncul demam akibat luka penis

  • Muncul luka berkelompok atau lepuhan

  • Terjadi pembengkakan pada kelenjar di selangkangan

Gejala-gejala tersebut dapat berkaitan dengan kondisi seperti herpes genital, sifilis, chancroid, infeksi bakteri lainnya

Tips Mencegah Luka Lecet pada Penis

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penis memiliki lecet atau luka terbuka:

  1. Jaga kebersihan penis: Selalu bersihkan penis setelah buang air kecil dengan air mengalir. Saat mandi, tarik perlahan foreskin Anda untuk membersihkan kotoran di bawah kulup penis Anda. Kebersihan menjadi hal utama untuk menghindari luka lecet pada penis.

  2. Hindari pakaian dalam ketat: Gantilah pakaian dalam setiap sehabis mandi untuk menjaga kebersihan penis. Hindari juga menggunakan pakaian dalam yang ketat dan berbahan kasar yang bisa membuat lecet pada penis.

  3. Miliki hubungan seks yang aman: Hindari berganti-ganti pasangan, hubungan seks anal, hingga berhubungan seks dengan terlalu keras. Ini semua bisa menyebabkan luka lecet pada penis Anda.

  4. Tes IMS berkala: Lakukanlah pengecekan infeksi menular seksual (IMS), terutama bagi Anda yang aktif secara seksual. Ini penting untuk deteksi dini apakah Anda terpapar penyakit kelamin atau tidak.

  5. Sunat: Sunat dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan mempermudah pembersihan penis. Dokter mungkin merekomendasikan sunat sebagai tindakan pengobatan atau pencegahan tambahan, terutama jika luka sering terjadi di area kulup penis.

  6. Segera periksa ketika ada gejala lecet: Ketika Anda merasa penis agak perih, nyeri, atau gatal, segera periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin atau klinik terkait untuk mendapat penanganan cepat dan tepat. Klinik Kirana sebagai klinik kelamin dan kulit terbaik melayani semua jenis penyakit kelamin dengan penanganan dokter profesional. Hubungi tim kami melalui WhatsApp di atas ataupun dengan mengisi formulir konsultasi.

Itulah semua informasi tentang luka lecet pada penis meliputi gejala, penyebab, cara menangani, hingga tips pencegahannya. Ketika ada gejala pada alat kelamin Anda, segera konsultasi ke dokter dan jangan menunggu hingga parah.

Anda bisa memanfaatkan konsultasi online gratis di Klinik Kirana dengan menghubungi tim kami melalui WhatsApp. Tangani sejak dini agar penyembuhan lebih cepat dan efektif.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • National Center for Biotechnology Information. Sexually transmitted infections treatment guidelines: Table 2. NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK572660/table/ch10.tab2/
  • National Health Service. (2024). Penis lumps and spots. NHS. https://www.nhs.uk/symptoms/penis-lumps-and-spots/
  • Oliveira, C. C. de M., Bressa, J. A. N., Mendes, F., Roncada, E. V. M., Monteiro, R., & Abreu, M. A. M. M. (2016). Penile ulcer as a specific clinical manifestation of Waldenstrom’s macroglobulinemia. Anais Brasileiros de Dermatologia, 91(2), 236–238. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4861576/
  • Roett, M. A. (2020). Genital ulcers: Differential diagnosis and management. American Family Physician, 101(6), 355–361. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2020/0315/p355.html
  • Santiago, F., Kieselova, K., Falhas, C., & Henrique, M. (2017). Chronic penile ulcer as the first manifestation of HIV infection. BMJ Case Reports, 2017, bcr-2017-221604. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5624065/

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait