Herpes genital adalah penyakit menular seksual ditandai dengan adanya luka herpes pada kelamin dan sekitarnya. Herpes kelamin disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) tipe 1 dan 2 yang sangat mudah menular.
WHO menyebut HSV-1 menjadi penyebab 10% dari 376 juta orang mengalami herpes kelamin di usia 15–49 tahun. Sementara herpes kelamin akibat HSV-2 diperkirakan menjangkit 520 juta orang berusia 15–49 tahun di seluruh dunia (data pada tahun 2020).
Untuk menghindari terkena herpes genital, mari pahami penyebab, penularan, gejala, hingga penanganannya di artikel ini.
Apa Itu Herpes Genital?
Herpes genital adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang menyebabkan munculnya benjolan lepuh bergerombol (atau luka) yang menyakitkan pada alat kelamin.
Herpes genital biasanya berawal dari benjolan kecil seperti lepuh. Benjolan ini cenderung muncul berkelompok. Anda mungkin merasakan gatal atau kesemutan di area tersebut 1-2 hari sebelum luka muncul.
Lepuh akan tampak seperti luka atau bisul, kemudian terbuka dan mengeluarkan cairan. Setelah itu, keropeng akan muncul seiring penyembuhan bisulnya. Setelah bisul sembuh sepenuhnya, keropeng akan terlepas dan infeksi pun berakhir.
Adapun lepuh ini dapat terjadi pada bagian:
-
Vulva (alat kelamin luar termasuk bibir vagina)
-
Vagina
-
Serviks
-
Penis
-
Testis
-
Anus (lubang anus)
-
Rektum
-
Bokong
-
Selangkangan atau area paha bagian dalam
Herpes genital dapat didiagnosa melalui pemeriksaan fisik, yaitu penyedia layanan kesehatan akan mengambil sampel cairan dari luka Anda untuk menguji virus herpes.
Selain itu, tes darah juga bisa dilakukan untuk memeriksa antibodi HSV-1 dan HSV-2 yang menjadi penanda adanya virus dalam aliran darah Anda.
Apa Penyebab Herpes Genital?
Herpes genital disebabkan oleh Herpes Simplex Virus tipe 1 dan 2 (HSV-1 dan HSV-2). Sampai saat ini, belum ada obat yang mampu menghilangkan herpes sepenuhnya. Setelah sembuh, virus masih ada di tubuh Anda dalam keadaan laten atau ‘tidur’.
Virus dapat kambuh sewaktu-waktu jika ada pemicunya, seperti imun tubuh lemah, stress (cemas, depresi), perubahan hormon (menstruasi, melahirkan, suntik hormon), dan juga trauma pada area genital misalnya pasca operasi.
Oleh karena tidak bisa sembuh total, langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah mencegah terjangkit herpes genital. Salah satu yang paling penting adalah praktik seks yang aman dengan tidak ganti-ganti pasangan dan menjaga kebersihan sebelum dan sesudah berhubungan seks.
Bagaimana Penularan Herpes Genital?
Penularan herpes genital sangat mudah, jika ada bagian tubuh yang berkontak dengan luka herpes maka dipastikan langsung tertular. Maka dari itu, penting untuk mencuci tangan dengan sabun setelah menyentuh luka herpes genital.
Adapun cara penularan dari herpes genital adalah:
-
Hubungan seks, baik itu seks vaginal, anal, maupun oral
-
Berbagi mainan seks
-
Berbagi barang yang mungkin mendapat kontak dengan luka herpes kelamin, misalnya pakaian dalam, handuk, alat cukur
-
Berganti-ganti pasangan seks
Gejala Terkena Herpes Genital
Gejala herpes genital yang umum meliputi benjolan, lepuh, atau luka terbuka (ulkus) di sekitar alat kelamin atau anus.
Luka dan lepuh ini biasanya terasa nyeri. Lepuh dapat pecah, mengeluarkan cairan, dan kemudian mengeras.
Selama infeksi pertama, penderita mungkin mengalami:
-
Flu, demam, menggigil, kelelahan, nyeri badan
-
Gatal, rasa terbakar, atau iritasi pada alat kelamin
-
Terdapat lepuh atau luka pada alat kelamin yang nyeri dan bisa pecah
-
Sakit kepala
-
Sensasi sakit atau terbakar saat buang air kecil (disuria)
-
Pembengkakan kelenjar getah bening di area yang terinfeksi
-
Bagi perempuan, terdapat keputihan yang tidak biasa
Penderita dapat mengalami wabah berulang seiring waktu atau disebut kambuh. Kekambuhan ini biasanya lebih singkat dan tidak separah wabah pertama.
Bagaimana Penanganan Herpes Genital?
Langkah penanganan herpes genital yang bisa Anda lakukan jika sudah terjangkit adalah:
-
Terapi obat herpes genital, paling umum menggunakan Acyclovir, Famciclovir, atau Valacyclovir (pilih salah satu). Minum obat ini sesuai anjuran dari dokter
-
Rawat luka dengan benar, jangan menggunakan pakaian yang ketat, keringkan luka dengan tap-tap dan jangan digosok, hindari menyentuh atau menggaruk luka
-
Kompres luka dengan es, ini bermanfaat untuk meredakan sensasi terbakar pada kelamin Anda, perlu diingat untuk tidak menempelkan es batu langsung ke kulit
-
Jangan berhubungan seks untuk sementara waktu, ini dapat menularkan herpes kelamin ke pasangan Anda, semua jenis seks sebaiknya ditunda (vaginal, anal, oral, handjob, fingering)
-
Terapkan hidup sehat, mandi 2x sehari, rutin mengganti pakaian, tidur 7-8 jam sehari, serta olahraga teratur
Selengkapnya: Pengobatan Herpes Genital dari Awal Terjangkit Hingga Mencegah Kambuh
Kapan Harus ke Dokter?
Segera ke dokter jika herpes genital Anda tidak kunjung membaik dalam beberapa hari padahal sudah diobati. Beberapa kondisi lainnya adalah mengalami:
-
Iritasi atau sangat gatal pada alat kelamin
-
Alat kelamin nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia)
-
Sensasi nyeri atau terbakar saat buang air kecil (disuria)
-
Keputihan yang tidak biasa atau berbau busuk pada penis atau vagina
-
Kemerahan, nyeri, atau pembengkakan pada vagina atau penis
-
Luka lepuh semakin menyebar ke area lain
Berobat Herpes Kelamin di Klinik Kirana!
Melakukan identifikasi dini dengan berkonsultasi dengan dokter dalam menghadapi gejala herpes harus segera dilakukan untuk menghindari komplikasi serta mengurangi gejala penyakit ini. Dokter akan melakukan serangkaian diagnosis untuk menetukan jenis pengobatan herpes genital apa yang sesuai dengan kondisi pasien, adapun di Klinik Kirana meliputi beberapa langkah penting:
-
Pemeriksaan Awal: Pasien akan menjalani pemeriksaan awal untuk mengonfirmasi diagnosis herpes genital. Pemeriksaan ini mungkin termasuk pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel dari luka lepuh untuk tes laboratorium.
-
Pengobatan Antiviral: Pengobatan utama untuk herpes genital adalah obat antiviral, yang dapat mengurangi keparahan dan frekuensi gejala. Obat-obatan ini bekerja dengan cara menghambat replikasi virus dalam tubuh, membantu penyembuhan luka lebih cepat, dan mengurangi risiko penularan.
-
Manajemen Gejala: Untuk mengurangi ketidaknyamanan dan nyeri, dokter mungkin merekomendasikan obat pereda nyeri serta saran untuk perawatan di rumah, seperti mandi air hangat dan mengenakan pakaian yang longgar.
-
Konseling dan Edukasi: Penting bagi pasien untuk memahami cara penularan, pencegahan, dan manajemen jangka panjang herpes genital. Konseling dapat membantu pasien mengatasi kecemasan terkait dengan kondisi ini dan memahami pentingnya memberitahukan pasangan tentang status kesehatan mereka.
-
Pemantauan dan Tindak Lanjut: Pasien akan disarankan untuk rutin melakukan kunjungan tindak lanjut, terutama jika mengalami episode berulang atau memiliki komplikasi.
Klinik Kirana menyediakan layanan konsultasi penyakit kulit gratis bagi Anda yang ingin konsultasi online dengan cepat serta dengan privasi terjamin. Klik menu WhatsApp di atas untuk segera terhubung dengan dokter profesional kami.
Dengan bantuan profesional kesehatan yang berpengalaman, Anda bisa mendapatkan penilaian kondisi kesehatan secara menyeluruh serta saran pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jangan ragu untuk mengambil langkah ini demi kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). STD treatment guidelines: Herpes simplex virus. U.S. Department of Health & Human Services.
- Cleveland Clinic. (2024). Genital herpes: Causes, symptoms, treatment & prevention.
- Cleveland Clinic. (2023). What to do during a genital herpes outbreak.
- WHO. (2025). Herpes simplex virus.
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.