Kutil Kelamin pada Pria: Perawatan dan Pencegahannya

Kelamin July 16, 2025
SHARE ON
Kutil Kelamin pada Pria: Perawatan dan Pencegahannya

Kutil kelamin pria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) dengan ciri utama tumbuhnya benjolan di area penis dan skrotum. Kutil kelamin merupakan salah satu penyakit menular seksual yang paling umum terjadi.

Ini disebabkan karena gejalanya kecil bahkan tidak terlihat sehingga banyak yang tidak sadar bahwa dirinya memiliki gejala kutil kelamin. Meski begitu, kondisi ini umumnya jarang menimbulkan komplikasi dan tidak akan berkembang menjadi kanker.

Bagaimana Pria dapat Terjangkit Kutil Kelamin?

Secara global, hampir 1 dari 3 pria di atas usia 15 tahun terinfeksi setidaknya satu jenis HPV genital. Ini menunjukkan bahwa 1 dari 5 pria terinfeksi satu atau lebih jenis HPV berisiko tinggi.

Jika seseorang terinfeksi HPV, mereka dapat menularkan virus, bahkan ketika mereka tidak pernah menunjukkan gejala yang terlihat. Seorang pria dapat terjangkit kutil kelamin karena:

  • Ada riwayat seksual yang melibatkan banyak pasangan

  • Usia karena HPV lebih sering terjadi pada masa remaja atau dewasa muda

  • Tidak disunat

  • Ada kulit yang rusak (terbuka), yang menjadi jalan masuknya virus

  • Mendapat oral seks dari penderita HPV

  • Melakukan oral seks kepada penderita HPV

Gejala Kutil Kelamin pada Pria

Berikut beberapa gejala pria yang terjangkit kutil kelamin:

  • Tumbuh kutil pada batang atau ujung penis, kantung testis (skrotum), selangkangan, paha bagian atas, sekitar atau di dalam anus

  • Terdapat benjolan kecil dan berwarna kulit atau abu-abu muda

  • Permukaan bisa halus atau bertekstur seperti kembang kol

  • Bisa satu atau berkelompok

  • Tidak nyeri, tapi bisa terasa gatal, terbakar ringan, atau tidak nyaman

  • Kadang bisa berdarah saat tergesek

  • Sakit ketika penetrasi

  • Sakit ketika buang air kecil (disuria)

  • Keluar cairan berbau busuk pada penis

  • Kemerahan, nyeri, atau pembengkakan pada penis

Komplikasi Kutil Kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh beberapa jenis virus HPV, yang mana tidak menyebabkan kanker. Namun, ada juga beberapa jenis HPV lainnya yang dapat menyebabkan kanker. Berikut beberapa kanker yang merupakan komplikasi dari HPV pada pria:

Kanker penis:

  • Perubahan jaringan pada penis, seperti warna, penebalan kulit, atau penumpukan jaringan

  • Luka atau pertumbuhan yang terasa nyeri atau tidak nyeri pada penis yang mungkin berdarah

Kanker anus:

  • Perdarahan, keluarnya cairan, nyeri, atau gatal pada anus

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di area anus atau selangkangan

  • Perubahan kebiasaan buang air besar atau bentuk feses

Kanker bagian belakang tenggorokan:

  • Tumbuh benjolan di leher

  • Sakit tenggorokan atau nyeri telinga yang terus-menerus

  • Batuk terus-menerus

  • Kesulitan bernapas atau menelan

  • Perubahan suara atau suara serak

Perawatan Kutil Kelamin bagi Pria

Saat ini, belum ada pengobatan yang tersedia untuk HPV. Namun, tubuh seringkali dapat membersihkan virus dengan sendirinya sesuai kekuatan imun tubuh masing-masing. Biasanya, HPV akan sembuh sendirinya dalam waktu 1-2 tahun.

Untuk merawat kutil akibat HPV, Anda dapat melakukan hal berikut:

  • Menggunakan salep yang diresepkan dokter, biasanya yang mengandung imiquimod dan podofilox

  • Tidak menyentuh kutil atau luka HPV secara langsung dan segera mencuci tangan jika tidak sengaja menyentuhnya

  • Pastikan selalu kering. Jika terkena air, lap dengan kain lembut atau tisu sekali pakai agar tidak menyebar ke bagian lain

  • Menggunakan pakaian dengan bahan yang lembut, seperti katun

Bagaimana Mencegah Kutil Kelamin untuk Pria?

Beberapa hal yang dapat Anda, para pria, lakukan untuk mencegah terjangkit kutil kelamin:

  • Menghindari faktor penyebab kutil kelamin, seperti berganti pasangan seks dan melakukan seks anal

  • Rutin cek kesehatan dan melakukan tes, seperti Pap smear atau HPV DNA

  • Vaksinasi HPV

  • Memahami berbagai infeksi menular seksual dan pencegahannya

Selain itu, menggunakan kondom dengan benar saat berhubungan seksual juga dapat menurunkan risiko tertular penyakit ini. Namun, kondom tidak dapat memberikan perlindungan penuh terhadap HPV karena HPV mungkin terdapat di area yang tidak terjangkau oleh kondom, misalnya pangkal paha.

Jika dirasa sudah terjangkit kutil kelamin, Anda bisa melakukan beberapa pengobatan seperti yang dijelaskan pada artikel Cara Menghilangkan Kutil Kelamin dengan 6 Langkah Efektif. Temukan lebih banyak artikel informatif seputar kesehatan dan penyakit kelamin di Artikel Medis Klinik Kirana.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Genital Warts. (2023). In StatPearls. StatPearls Publishing.
  • Genital warts: A comprehensive review. (2012). Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 5(9), 28–33.
  • Giuliano, A. R., Nyitray, A. G., & Kreimer, A. R. (2010). Epidemiology and pathology of HPV disease in males. Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention.
  • Kucukunal, A., Altunay, I. K., & Mercan, S. (2013). Sexual dysfunction in men suffering from genital warts. The Journal of Sexual Medicine, 10(6), 1585–1591.
  • Medical News Today. (2022). What to Know About HPV in Males.
  • Türkmen, N., & Kutsal, C. (2023). The effect of genital warts on men’s depression and sexual functions. Endoüroloji Bülteni, 139–145.
  • Woodhall, S., Ramsey, T., & Cai, C. (2014). Genital warts and HPV DNA: review of clinical evidence. Clinical Infectious Diseases, 61(Suppl 8), S849–S856.

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait