HPV sebagai virus yang paling mudah menyebar, bahkan tanpa perlu penetrasi seksual, menjadi momok dalam dunia kesehatan. Lebih jauh lagi, gejala HPV sulit atau bahkan tidak terlihat. Untuk itulah setiap orang sebaiknya sudah mendapat vaksinasi HPV sebelum aktif secara seksual.
Vaksin HPV terbukti sangat efektif dalam mencegah infeksi akibat HPV yang telah menyebabkan sekitar 70% kasus kanker serviks pada wanita di seluruh dunia. Bukan hanya wanita, pria juga bisa terdampak dari HPV, yaitu kanker penis dan anus. Maka penting bagi wanita dan pria untuk sama-sama mengenal dan mendapatkan vaksin HPV.
Mengenal Vaksin HPV
Vaksin HPV adalah serangkaian suntikan yang dapat melindungi Anda dari infeksi HPV (human papillomavirus). HPV adalah infeksi menular seksual (IMS) umum yang menyebar melalui kontak kulit ke kulit, bahkan tanpa penetrasi seksual sekalipun.
Ada sekitar 40 jenis (strain) HPV yang dapat menyebar melalui hubungan seksual. Saking umumnya virus ini, 80% orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV pada suatu saat. HPV bisa sembuh sendiri, tergantung dari sistem kekebalan tubuh tiap orang.
Namun, beberapa infeksi HPV tidak kunjung sembuh. Beberapa bahkan berkembang menjadi kanker. Baca artikel Apakah Bisa Sembuh dari HPV? Apa yang Harus Dilakukan? untuk lebih lengkapnya.
Inilah mengapa mendapatkan vaksin HPV sangat penting karena merupakan cara yang paling aman dan efektif untuk mencegah infeksi jika Anda terpapar.
Jenis dan Dosis Vaksin HPV yang Dianjurkan
Adapun 3 jenis vaksin HPV yang disetujui dan efektif dalam mencegah HPV, di antaranya:
-
2vHPV (vaksin bivalen): Melindungi terhadap HPV tipe 16 dan 18.
-
4vHPV (vaksin kuadrivalen): Melindungi terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18, termasuk jenis HPV yang menyebabkan kanker serviks dan kutil kelamin.
-
9vHPV (vaksin 9-valen): Melindungi terhadap HPV tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58.
Adapun menurut WHO (2022) tentang vaksin HPV, dosis vaksin yang direkomendasikan adalah:
-
Satu atau dua dosis untuk anak perempuan berusia 9-14 tahun
-
Satu atau dua dosis untuk anak perempuan remaja dan wanita berusia 15-20 tahun
-
Dua dosis dengan interval 6 bulan untuk perempuan di atas 21 tahun
Sementara berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI, berikut anjuran pemberian vaksin HPV:
-
Anak perempuan usia di bawah 9–13 tahun dianjurkan untuk menjalani dua kali vaksinasi HPV dengan selang waktu 12 bulan
-
Perempuan usia di atas 13–45 tahun disarankan untuk menjalani tiga kali vaksinasi HPV, dengan jarak waktu 2 bulan antara vaksinasi pertama dan kedua, serta 6 bulan antara vaksinasi kedua dan ketiga
Perlu diketahui, pemberian vaksin ini digratiskan khusus bagi anak perempuan usia 9–13 tahun. Pemberian vaksin dilakukan tiap bulan Agustus melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Tidak hanya pada wanita, vaksinasi juga perlu dilakukan pada pria untuk mencegah penyebaran HPV. Pria dan wanita usia 27–45 tahun yang belum pernah menerima vaksin HPV juga dapat melakukan vaksinasi yang berjenis 9-valen.
Kabar baiknya, dilansir dari Detik, Kementerian Kesehatan RI akan memberikan vaksin HPV gratis untuk wanita dan pria usia 20 tahun ke atas. Wacana ini direncanakan untuk dimulai di tahun 2027 mendatang.
Manfaat dari Vaksin HPV
Sudah pasti, manfaat vaksin HPV adalah untuk mengurangi risiko terkena HPV. Selain, itu ada beberapa manfaat lainnya, seperti:
-
Mengurangi risiko kanker terkait HPV dan kutil kelamin
-
Mencegah kanker serviks bagi wanita. Infeksi HPV yang terkait dengan kanker dan kutil kelamin telah turun lebih dari 80% berkat vaksin
-
Mencegah kasus kanker penis, anus, dan tenggorokan pada pria
-
Melindungi pasangan seksual Anda
Apakah Ada Efek Samping dari Vaksin HPV?
Vaksin HPV sangat aman. Namun, seperti halnya vaksinasi lainnya, Anda mungkin merasakan efek samping ringan sesaat setelah disuntik. Beberapa efek samping yang paling umum meliputi:
-
Nyeri, bengkak, atau kemerahan di tempat suntikan
-
Sakit kepala atau rasa lelah
-
Nyeri otot atau sendi
-
Pusing, demam, mual
-
Reaksi alergi parah (jarang terjadi)
-
Tidak ada efek samping jangka panjang
Jika efek dirasa berlangsung terlalu lama dan tidak kunjung membaik, Anda bisa konsultasikan ke dokter yang memberikan vaksin kepada Anda.
Bagaimana Mendapatkan Vaksin HPV?
Berikut ini cara untuk mendapatkan vaksin HPV secara mandiri:
1. Siapkan biaya vaksinasi
Biaya vaksinasi HPV beragam, mulai dari Rp750.000 hingga lebih dari 1.300.000 per satu kali suntik. Anda sebaiknya mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga.
2. Datang ke rumah sakit atau Puskesmas
Anda dapat mengunjungi rumah sakit umum/swasta, klinik, ataupun Puskesmas terdekat.
3. Pergi ke poli sesuai kebutuhan
Setelah sampai di rumah sakit atau Puskesmas, Anda bisa meminta ke salah satu poli di bawah:
-
Poli imunisasi (jika tersedia): tempat utama untuk layanan vaksinasi, umumnya tersedia di Puskesmas dan rumah sakit ibu & anak.
-
Poli Kandungan (Obgyn): cocok untuk Anda yang sudah aktif secara seksual dan ingin konsultasi dulu soal kondisi serviks atau riwayat HPV.
-
Poli Kulit & Kelamin: cocok untuk Anda yang sudah pernah terinfeksi HPV atau memiliki kutil kelamin.
-
Konsultasikan sebelum divaksin
Dokter atau petugas imunisasi biasanya akan menanyakan usia Anda, status seksual, dan riwayat infeksi. Kemudian mengedukasi soal jumlah dosis yang dibutuhkan (biasanya 2–3 kali). Terakhir, Anda akan diberi tahu jadwal suntikan selanjutnya (interval bisa 1–6 bulan tergantung usia).
Segera Vaksin HPV untuk Cegah Penularannya
Bagi Anda yang sama sekali belum pernah vaksin HPV namun sudah aktif secara seksual, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter sebelum benar-benar terjangkit. Mari lebih awas tentang virus HPV serta cara pencegahannya, salah satunya vaksinasi.
Temukan lebih banyak artikel informatif seputar kesehatan dan penyakit kelamin di Artikel Medis Klinik Kirana.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). HPV Vaccination Recommendations. U.S. Department of Health & Human Services.
- Chaturvedi, A. K., & Gillison, M. L. (2022). Efficacy of HPV vaccination in preventing oral and oropharyngeal HPV infection among men and women: A systematic review. Journal of Clinical Virology, 155, 105333.
- Cleveland Clinic. (2023). HPV Vaccine.
- Lucia Soca Gallego et al. (2024). Human Papilloma Virus Vaccine.
- Markowitz, L. E., Huang, B., & Maertens, L. (2024). Human papillomavirus vaccine efficacy and effectiveness. Vaccines, 11(6), 1060.
- Morch, H. T., & Setayeshgar, S. (2023). Human papillomavirus infections—Classification, pathogenesis, and potential new therapeutic avenues. International Journal of Molecular Sciences, 25(14), 7616.
- Setiawan, D., Nurulita, N. A., Khoirunnisa, S. M., & Postma, M. J. (2024). The clinical effectiveness of one‑dose vaccination with an HPV vaccine: A meta-analysis of 902,368 vaccinated women. PLOS ONE, 19(1), e0290808.
- WHO. Human papillomavirus vaccines (HPV).
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.