Human Papillomavirus (HPV): Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Kesehatan July 16, 2025
SHARE ON
Human Papillomavirus (HPV): Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Human Papillomavirus (HPV) adalah virus penyebab kutil di area permukaan kulit. Beberapa area kulit yang dapat terdampak seperti wajah, tangan, kaki, hingga kelamin. HPV sendiri lebih banyak menjangkit wanita.

Prevalensi keseluruhan infeksi HPV pada wanita dilaporkan sebesar 22% hingga 35%. Sementara pada pria berkisar antara 2% hingga 35%. Rasio prevalensi antara wanita dengan pria sebesar 1,4:1.

Mari ketahui lebih dalam tentang HPV, gejala, penyebab, hingga pengobatannya di artikel ini.

Apa Itu HPV?

HPV adalah virus umum yang dapat memengaruhi permukaan kulit Anda dengan munculnya kutil atau skin tag sebagai tandanya. Terdapat lebih dari 100 jenis HPV, termasuk HPV yang menyebabkan kutil permukaan kulit, seperti di tangan, kaki, dan wajah.

Ada juga 30 jenis HPV lainnya yang menyebabkan kutil pada permukaan kelamin, termasuk pada vulva, vagina, serviks, penis, dan skrotum, serta rektum dan anus. HPV yang menyebabkan kutil kelamin ini disebut juga sebagai HPV genital.

HPV genital dapat menyebar melalui kontak kulit saat berhubungan seksual, seks oral, dan seks anal. Anda bisa tertular jika alat kelamin Anda bersentuhan dengan bagian tubuh pasangan yang terinfeksi HPV.

HPV pada wanita

Secara umum, HPV menimbulkan risiko terbesar bagi wanita karena HPV risiko tinggi dapat berkembang menjadi kanker serviks jika tidak diobati. Pap smear dan tes HPV dapat mendeteksi perubahan sel prakanker sejak dini untuk mencegah kanker serviks.

HPV pada pria

HPV berisiko lebih rendah bagi pria dibandingkan wanita. HPV dapat menyebabkan kutil kelamin pada pria tetapi sebagian besar infeksi dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, komplikasi HPV dapat menyebabkan kanker penis dan anus walaupun jarang terjadi.

Bagaimana Gejala HPV?

HPV ditandai dengan adanya kutil pada permukaan kulit. Beberapa jenis kutil yang disebabkan oleh HPV seperti:

  1. Kutil kelamin: Kutil ini akan berukuran sedang dan muncul pada kulit di sekitar area vagina maupun penis pria. Gejala ini dapat muncul berminggu-minggu setelah terpapar virus dan dapat menular melalui kontak kulit.

  2. Kutil pada area wajah: Kutil yang muncul pada area wajah biasanya memiliki permukaan yang datar. Hal ini karena virus memicu pertumbuhan sel ekstra yang membuat lapisan luar kulit tebal dan keras.

  3. Kutil pada bahu hingga jari tangan: Kutil pada bahu, menuju lengan, hingga ke jari tangan biasanya berupa benjolan dengan tekstur kasar. Benjolan dapat menyebabkan rasa nyeri hingga perdarahan.

  4. Kutil pada telapak kaki: HPV juga dapat menyebabkan munculnya kutil pada telapak kaki dengan tekstur keras dan kasar. Kutil ini dapat memicu rasa nyeri dan tidak nyaman saat digunakan untuk berjalan.

Faktor Risiko HPV

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi HPV:

  • Berhubungan seks dengan lebih dari satu pasangan

  • Menderita penyakit menular seksual, seperti gonore atau chlamydia

  • Tertular dari orang yang sudah terinfeksi HPV melalui aktivitas seksual

  • Terdapat luka terbuka yang memudahkan Human Papillomavirus masuk

  • Sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pada pengidap HIV/AIDS

Baca Juga: 7 Cara Penularan HPV yang Wajib Diketahui Sebagai Langkah Pencegahan

Pengobatan HPV

Terdapat beberapa perawatan yang dapat menghilangkan kutil di alat kelamin atau bagian tubuh lainnya sehingga meminimalisir penularan dan komplikasi penyakit. Perawatan HPV meliputi:

  • Kriosurgeri: Membekukan kutil atau menghancurkan sel-sel abnormal dengan nitrogen cair

  • Loop electrosurgical excision procedure (LEEP): Pengangkatan kutil atau sel-sel abnormal di serviks menggunakan kawat loop khusus

  • Elektrokauter: Membakar kutil dengan arus listrik

  • Terapi laser: Menggunakan cahaya yang kuat untuk menghancurkan kutil atau sel-sel abnormal

  • Cold knife cone biopsy: Mengangkat sepotong jaringan serviks berbentuk kerucut yang mengandung sel-sel abnormal

  • Krim resep: Mengoleskan krim obat langsung ke kutil Anda untuk menghancurkannya. Krim ini dapat mengandung imiquimod dan podofilox.

  • Asam trikloroasetat (TCA): Menerapkan perawatan kimia yang membakar kutil

Baca Juga: Apakah Bisa Sembuh dari HPV? Apa yang Harus Dilakukan?

Apakah HPV Bisa Dicegah?

Tentu saja. Mudahnya, Anda hanya perlu menghindari faktor-faktor penyebab HPV seperti yang sudah dipaparkan di atas. Selain itu, ada pula beberapa cara lain untuk pencegahan, seperti:

  • Vaksinasi HPV: Vaksinasi HPV sebaiknya dilakukan sebelum Anda aktif secara seksual, bisa saat usia 11 atau 12 tahun. Vaksin HPV dapat melindungi Anda dari jenis HPV yang belum pernah Anda alami, bahkan ketika Anda aktif secara seksual.

  • Skrining dan tes berkala: Khusus untuk wanita, Anda bisa melakukan Pap smear untuk mendeteksi dini HPV dan sel-sel abnormal sehingga dapat mencegah kanker serviks. Pap smear dapat dilakukan secara teratur pada usia 21 tahun.

  • Melakukan seks dengan aman: Penggunaan kondom dengan benar setiap kali berhubungan seks dapat mengurangi risiko infeksi HPV.

  • Jaga kebersihan: Jika terdapat kutil pada kelamin, jangan menyentuhnya secara langsung. Jika tersentuh, segera cuci tangan hingga bersih menggunakan sabun.

  • Saling melindungi pasangan: Jika Anda memiliki gejala HPV, beri tahu pasangan Anda agar langsung menjalani tes bersama. Selama menjalani perawatan (untuk kutil kelamin atau jenis HPV berisiko tinggi), Anda disarankan berhenti berhubungan seks untuk sementara.

Kenali HPV dan Pencegahannya Sejak Dini

HPV merupakan virus penyebab kutil pada kulit. Ada banyak jenis HPV, salah satunya dapat menyebabkan kutil kelamin (genital warts) yang bisa ditularkan saat berhubungan seksual ataupun melalui cairan kelamin.

Pada wanita, komplikasi HPV dapat menyebabkan kanker serviks dan kanker anal. Sementara pada pria, komplikasi HPV dapat menyebabkan kanker penis dan kanker anal. Untuk menghindari HPV, praktikkan seks yang aman dengan menggunakan kondom, melakukan tes skrining secara rutin, serta vaksinasi HPV.

Temukan lebih banyak artikel informatif seputar kesehatan dan penyakit kelamin di Artikel Medis Klinik Kirana.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • American Academy of Family Physicians. (2021, August). Human Papillomavirus: Screening, Testing, and Prevention. American Family Physician.
  • Alomedika. Epidemiologi Human Papillomavirus (HPV)
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2025). HPV Vaccination Recommendations. U.S. Department of Health & Human Services.
  • Chaturvedi, A. K., & Gillison, M. L. (2022). Efficacy of HPV vaccination in preventing oral and oropharyngeal HPV infection among men and women: A systematic review. Journal of Clinical Virology, 155, 105333.
  • Markowitz, L. E., Huang, B., & Maertens, L. (2024). Human papillomavirus vaccine efficacy and effectiveness. Vaccines, 11(6), 1060.
  • Morch, H. T., & Setayeshgar, S. (2023). Human papillomavirus infections—Classification, pathogenesis, and potential new therapeutic avenues. International Journal of Molecular Sciences, 25(14), 7616.
  • Setiawan, D., Nurulita, N. A., Khoirunnisa, S. M., & Postma, M. J. (2024). The clinical effectiveness of one‑dose vaccination with an HPV vaccine: A meta-analysis of 902,368 vaccinated women. PLOS ONE, 19(1), e0290808.

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait