Kondiloma akuminata (kutil kelamin) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang sangat mudah menular. Saking mudahnya penularan kutil kelamin, diperkirakan sekitar 400.000 orang (mayoritas berusia belasan akhir dan 20-an awal) terjangkit penyakit ini setiap tahunnya.
Meskipun kutil kelamin tidak selalu menimbulkan gejala yang serius, penyakit ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan berpotensi meningkatkan risiko terhadap kondisi kesehatan lainnya.
Memahami penyebab, gejala, dan cara pencegahannya sangat penting untuk menjaga kesehatan seksual dan mencegah penularan lebih lanjut.
Mengenal Kutil Kelamin
Kondiloma akuminata (kutil kelamin) disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV), khususnya tipe HPV 6 dan HPV 11, yang bersifat sangat menular dan menyebar melalui kontak kulit langsung selama hubungan seksual, termasuk vaginal, anal, dan oral.
Risiko terkena infeksi meningkat dengan jumlah pasangan seksual yang banyak dan tidak menggunakan kondom. Selain itu, sistem kekebalan tubuh yang lemah juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HPV yang menyebabkan kutil kelamin.
Kutil kelamin dapat didiagnosis melalui 2 cara, yaitu:
-
Pemeriksaan anus pada pria: Dokter menggunakan alat anoskop untuk melihat ke dalam anus Anda untuk melihat kutil di dalamnya.
-
Pemeriksaan panggul pada wanita: Dokter melakukan kolposkopi untuk memeriksa dan melakukan biopsi pada vagina dan serviks Anda.
Ciri-Ciri Terjangkit Kutil Kelamin
Ciri utama kutil kelamin adalah tumbuhnya kutil, baik satu atau berkelompok, pada area genital. Pada pria dan wanita ada beberapa perbedaan ciri-ciri, berikut penjelasannya:
Pada pria
-
Tumbuh kutil pada batang atau ujung penis, kantung testis (skrotum), selangkangan, paha bagian atas, sekitar atau di dalam anus
-
Terdapat benjolan kecil dan berwarna kulit atau abu-abu muda
-
Permukaan bisa halus atau bertekstur seperti kembang kol
-
Bisa satu atau berkelompok
-
Tidak nyeri, tapi bisa terasa gatal, terbakar ringan, atau tidak nyaman
-
Kadang bisa berdarah saat tergesek
-
Sakit ketika penetrasi
-
Sakit ketika buang air kecil (disuria)
-
Keluar cairan berbau busuk pada penis
-
Kemerahan, nyeri, atau pembengkakan pada penis
Pada wanita
-
Kutil kelamin dapat tumbuh pada dinding vagina, bagian luar vagina (vulva), area di antara vagina dan anus (perineum), bagian dalam vagina atau di dalam anus, leher rahim (serviks)
-
Benjolannya kecil berwarna mirip kulit atau agak merah muda
-
Bisa tumbuh secara berkelompok
-
Tidak terasa sakit tapi bisa gatal di area genital
-
Jika tumbuh di dalam vagina atau serviks, bisa tidak terlihat dan baru terdeteksi lewat pemeriksaan medis
-
Bisa menyebabkan keluar cairan tidak normal atau perdarahan ringan setelah berhubungan seks
-
Hubungan seksual yang menyakitkan
-
Buang air kecil yang menyakitkan (disuria)
-
Keputihan yang tidak biasa atau berbau busuk pada vagina
-
Kemerahan, nyeri, atau pembengkakan pada vagina
Bagaimana Cara Penularan Kutil Kelamin?
Penyakit kutil kelamin utamanya menyebar melalui kontak kulit, terlebih saat berhubungan seksual. Berikut beberapa cara penularannya:
-
Hubungan seksual, termasuk anal, vaginal-penis, dan vaginal-vaginal
-
Sentuhan genital, kontak kulit ke kulit walau tanpa ejakulasi
-
Melakukan seks oral kepada seseorang yang terinfeksi HPV atau memiliki kutil kelamin
-
Menerima seks oral dari seseorang yang terinfeksi HPV atau yang memiliki kutil kelamin di mulut, bibir, atau lidahnya
-
Melakukan fingering atau handjob pada orang yang memiliki kutil kelamin
Jika sudah tertular, Anda sebaiknya melakukan beberapa langkah yang tepat seperti dijelaskan pada artikel Cara Menghilangkan Kutil Kelamin dengan 6 Langkah Efektif.
Lalu, Bagaimana Pencegahannya?
Jika Anda aktif secara seksual, Anda dapat mengambil langkah-langkah berikut untuk melindungi diri dari tertular atau menyebarkan HPV dan kutil kelamin:
-
Lakukan hubungan seks yang aman dengan menggunakan kondom
-
Vaksin HPV baik untuk wanita maupun pria
-
Lakukan tes rutin dan pengobatan yang diperlukan untuk IMS
-
Jika memang terdiagnosis, beri tahu pasangan seksual Anda sehingga mereka juga dapat dites, diobati, dan melakukan langkah-langkah pencegahan.
-
Jaga hubungan seksual monogami dengan satu pasangan seksual
Baca Juga: 5 Cara Mencegah Kutil Kelamin, Bisa Muncul Lagi Walau Sudah Sembuh
Kenali Kutil Kelamin dan Lindungi Sekitar Anda
Kondiloma akuminata atau kutil kelamin adalah penyakit menular seksual yang diakibatkan virus HPV. Penyakit ini ditandai dengan munculnya kutil pada kemaluan dan sekitarnya. Penyebarannya sangat mudah, yakni dengan kontak kulit saja tanpa perlu hubungan seksual.
Jika tidak diobati dengan benar, kutil kelamin dapat semakin parah dan sulit disembuhkan. Maka dari itu, penting untuk mengenali penyakit ini, ciri-ciri, hingga langkah pencegahannya untuk melindungi lingkungan Anda.
Temukan lebih banyak artikel informatif seputar kesehatan dan penyakit kelamin di Artikel Medis Klinik Kirana.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Pennycook KB, McCready TA. Condyloma Acuminata. [Updated 2023 Jun 21]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK547667/. Accessed 09/12/2023
- American Academy of Family Physicians. Genital Warts (https://familydoctor.org/condition/genital-warts/). Accessed 09/12/2023
- Centers for Disease Control and Prevention. General HPV Infection — Fact Sheet (https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv.htm). Accessed 09/12/2023
- Merck Manual Consumer Version. Human Papillomavirus (HPV) Infection (https://www.merckmanuals.com/home/infections/sexually-transmitted-diseases-stds/human-papillomavirus-hpv-infection). Accessed 09/12/2023
- Diţescu D, Istrate-Ofiţeru AM, Roşu GC, Iovan L, Liliac IM, Zorilă GL, Bălăşoiu M, Cercelaru L. Clinical and pathological aspects of condyloma acuminatum - review of literature and case presentation. Rom J Morphol Embryol. 2021 Apr-Jun;62(2):369-383. doi: 10.47162/RJME.62.2.03. PMID: 35024725; PMCID: PMC8848243. Accessed 09/12/2023
- Genital warts: A comprehensive review. (2012). Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 5(9), 28–33. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3390234/
- Genital Warts. (2023). In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441884/ NCBI
- Cai, G., Wang, S., & Li, H. (2025). Epidemiology and associated factors of genital warts among Chinese adults: A population-based study. Journal of Infection and Public Health, 18(2), 112–119. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S221339842500034X
- Stockdale, C. K., Kavanagh, K., & Welner, S. (2013). Systematic review of the incidence and prevalence of genital warts. BMC Infectious Diseases, 13, 39. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3618302/ PMC
- Woodhall, S., Ramsey, T., & Cai, C. (2014). Genital warts and HPV DNA: review of clinical evidence. Clinical Infectious Diseases, 61(Suppl 8), S849–S856. https://academic.oup.com/cid/article/61/suppl_8/S849/34571
- Dong, X., Zhou, Y., & Yang, Q. (2015). Prevalence and genotype distribution of HPV in patients with genital warts in Guangdong, China. Virology Journal, 12, 197. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26320434/ PubMed
- Herndon, E. I., & Chang, S. (2010). HPV in men: an update on clinical management and vaccine implications. Journal of Men's Health, 7(1), 17–23. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3304470/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.