Perbedaan antara Gonore dan Sifilis dapat dilihat dari beberapa aspek, mulai dari penyebab, cara penyebaran, cara diagnosa, gejala yang timbul, hingga cara pengobatannya.
Keduanya memiliki kesamaan, yaitu sama-sama disebabkan oleh bakteri. Selain itu, semuanya memiliki aspek berbeda. Hal yang paling mudah dibedakan, Gonore ditandai dengan keluarnya cairan keputihan berwarna kuning atau hijau seperti nanah dari kemaluan.
Sementara itu, Sifilis ditandai dengan adanya skin rash atau ruam kulit pada kemaluan dan sekitarnya. Kenali semua aspek pembedanya di artikel ini.
1. Bakteri Penyebab
-
Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
-
Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
2. Cara Penyebaran
Cara penyebaran Gonore adalah melalui cairan kelamin. Ketika berhubungan seks, kelamin akan mengeluarkan cairan dan dapat menular ke orang lain melalui vaginal, anal, maupun oral. Seks oral inilah yang menyebabkan Gonore di tenggorokan.
Ibu hamil yang menderita Gonore juga dapat menularkan Gonore ke mata bayi saat persalinan, disebut konjungtivitis Gonore. Ini bisa terjadi karena saat melahirkan, cairan kelamin ibu pasti dilewati oleh janin untuk keluar dari rahim.
Sementara itu, cara penyebaran Sifilis adalah melalui luka Sifilis yang berbentuk seperti borok atau koreng. Sifilis menyebar melalui kontak fisik dengan luka, jika tangan pasangan Anda menyentuh luka Sifilis maka akan ada luka koreng di tangannya.
Luka Sifilis bisa menular baik saat berhubungan seksual vaginal, anal, ataupun oral. Ibu hamil yang melahirkan juga dapat menularkan kepada bayinya.
3. Diagnosa
-
Gonore didiagnosa melalui pemeriksaan laboratorium, terutama tes NAAT menggunakan sampel urine atau cairan dari tubuh, seperti usapan dari leher rahim, uretra, anus, atau tenggorokan.
-
Sifilis didiagnosa melalui pemeriksaan darah (tes serologi) dan dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan langsung pada luka Sifilis bila tersedia. Anda juga bisa melakukan skrining Sifilis untuk mengetahui apakah tertular atau tidak.
4. Gejala
Berikut ini gejala dari Gonore:
-
Jarang menimbulkan gejala, terutama pada wanita.
-
Nyeri saat buang air kecil (disuria).
-
Keluarnya cairan abnormal dari alat kelamin, biasanya berwarna putih, kuning, bahkan hijau dari vagina maupun penis. Inilah alasan mengapa Gonore juga disebut sebagai kencing nanah.
-
Jika sudah parah, gejala yang akan timbul seperti nyeri panggul atau nyeri tenggorokan (ini terjadi karena seks oral), mata merah berair, bahkan demam yang tidak kunjung sembuh. Gonore yang sudah parah dapat menyebabkan infertilitas (kemandulan).
Berikut ini gejala dari Sifilis:
-
Pada tahap awal muncul luka kecil tidak nyeri (chancre).
-
Pada pria, luka Sifilis dapat muncul di penis atau skrotum, di bawah kulup penis, di sekitar anus atau di dalam rektum (jika sempat menerima seks anal), hingga di bibir atau di dalam mulut Anda (jika sempat menerima seks oral).
-
Pada wanita, luka Sifilis dapat muncul di vulva (alat kelamin luar), di dalam atau di sekitar vagina, di sekitar anus atau dalam rektum, dan di bibir atau di dalam mulut Anda.
-
Tahap lanjut dapat menyebabkan ruam kulit, demam, pembesaran kelenjar getah bening, dan jika tidak diobati dapat menyerang organ vital seperti otak dan jantung.
5. Pengobatan
Gonore diobati dengan obat antibiotik seperti Ceftriaxone, Azithromycin, dan Cefixime. Dosisnya disesuaikan dengan resistensi, jadi harus konsultasi dengan dokter terlebih dulu.
Sementara Sifilis diobati dengan antibiotik Penisilin yang diberikan sesuai dengan stadium penyakit. Pada alergi penisilin, tersedia alternatif obat sesuai rekomendasi dokter.
Kenali Perbedaannya dan Tangani Segera
Itulah perbedaan antara Gonore dan Sifilis. Keduanya menjadi penyakit IMS yang paling sering terjadi baik di kalangan remaja, dewasa muda, dan juga dewasa. Inilah yang membuat keduanya agak sulit untuk dibedakan.
Kendati sangat berbeda, Gonore dan Sifilis bisa terjadi bersamaan. Anda bisa tertular Gonore dan Sifilis sekaligus pada saat yang sama, bahkan penyakit IMS lainnya juga. Ketika Anda mengidap beberapa IMS, ini dikenal sebagai koinfeksi.
Jika ini terjadi, dokter atau tenaga kesehatan akan menyarankan rencana perawatan terbaik berdasarkan kondisi Anda. Untuk itu, segera konsultasi ke dokter jika Anda memiliki gejala Gonore atau Sifilis sebelum terlalu parah.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. Gonorrhea: About (includes overview of infection and transmission). https://www.cdc.gov/gonorrhea/about/index.html
- Centers for Disease Control and Prevention. STD treatment guidelines: Screening recommendations. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/std/treatment-guidelines/screening-recommendations.htm
- MedlinePlus. Syphilis tests. U.S. National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/lab-tests/syphilis-tests/
- Sapra, A., & Bhandari, P. (2024). Syphilis. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534780/
- Workowski, K. A., & Bolan, G. A. (2021). Sexually transmitted diseases treatment guidelines, 2021. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/std/treatment-guidelines/syphilis.htm
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.