Ada beberapa obat kutil kelamin yang efektif ketika hendak melakukan pengobatan secara mandiri dari rumah. Obat-obat ini juga mudah dibeli di apotek terdekat, baik dengan atau tanpa resep dari dokter.
Proses kerja dari obat kutil kelamin adalah dengan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga penyakit dapat lebih mudah dihilangkan. Dengan menggunakan obat untuk kondiloma akuminata, kutil yang ada di kelamin akan perlahan menghilang serta mengurangi penyebaran kutil di area lainnya.
1. Methisoprinol 500 mg 4 Tablet atau 250 mg Sirup
Obat ini mengandung methisoprinol yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan memperlambat pertumbuhan virus dalam tubuh, termasuk virus penyebab kutil kelamin. Methisoprinol bekerja dengan menginduksi diferensiasi sel T dan respon limfoproliferatif yang dapat menangkal sel yang terinfeksi virus.
Beberapa hal yang perlu dicatat jika ingin mengonsumsi obat ini:
-
Harus berdasarkan resep dari dokter
-
Dosis umum versi sirup adalah 10 ml, 6-8 kali per hari, diminum sesudah makan sesuai dengan jadwal yang dianjurkan dokter
-
Dosis umum versi tablet adalah 50 mg/kg BB per hari dalam 304 dosis terbagi
-
Konsultasi pada dokter terlebih dulu jika Anda sedang menyusui dan ingin mengonsumsi obat ini
Untuk harga, kisaran versi tablet adalah Rp22.400 – Rp28.500 per strip, sementara yang sirup umumnya Rp87.073 per botol.
2. Isprinol 500 mg 4 Tablet atau 250 mg Sirup
Isprinol merupakan obat kutil kelamin yang mampu meningkatkan imunitas tubuh dan menghentikan pertumbuhan virus, termasuk virus yang menyebabkan kutil kelamin. Mekanisme kerjanya, merangsang fungsi sel limfosit T dan makrofag sehingga dapat menormalkan kekebalan tubuh
Beberapa hal yang perlu dicatat jika ingin mengonsumsi obat ini:
-
Dapat dikonsumsi setelah atau sebelum makan
-
Harus dikonsumsi berdasarkan resep dari dokter (obat keras)
-
Dosis umumnya 3-4 dosis terbagi, sehari maksimal 50 mg/kg BB
Untuk harga, kisaran versi tablet adalah Rp56.495 per strip, sementara yang sirup umumnya Rp110.000 per botol.
3. Pronovir 250 mg Sirup
Pronovir Sirup mengandung methisoprinol yang bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh, sekaligus menghambat pertumbuhan virus penyebab kutil kelamin.
Beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin mengonsumsi:
-
Harus dikonsumsi berdasarkan resep dokter
-
Dosis konsumsinya bisa berbeda pada setiap orang
-
Ada dosis umum, yaitu 10 ml, 6–8 kali per hari. Untuk lebih pastinya, konsultasikan pada dokter terlebih dulu
Umumnya, harga obat ini sebesar Rp113.836 per botol.
4. Red Propolis
Red Propolis adalah obat yang mengandung antioksidan dan antivirus sehingga bisa membantu menghilangkan kutil kelamin. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh, agar tubuh bisa melawan virus HPV secara alami.
Red Propolis termasuk obat bebas, jadi bisa dibeli tanpa resep dokter. Tapi tetap harus digunakan sesuai aturan di kemasan agar hasilnya efektif. Berikut hal yang perlu Anda perhatikan:
-
Diminum: 3–4 tetes per hari ke dalam ½ gelas air hangat, lalu diminum perlahan
-
Dioles: Anda juga bisa mengoleskan obat ini langsung ke kutil dengan cotton bud
-
Dosis berlebih bisa menyebabkan iritasi kulit atau iritasi di sekitar mulut
-
Penderita asma atau eksim sebaiknya konsultasi ke dokter dulu sebelum menggunakan
Umumnya, harga obat ini sebesar Rp93.005 per botol
5. Prinol 500 mg 10 Kaplet
Prinol adalah obat berbentuk kaplet yang mengandung methisoprinol, yaitu zat yang bersifat sebagai antivirus dan imunomodulator (meningkatkan daya tahan tubuh).
Obat ini bekerja dengan memperkuat sistem imun, sehingga tubuh lebih cepat melawan infeksi virus. Selain untuk kutil kelamin, Prinol juga sering diresepkan dokter untuk infeksi virus lain, seperti pada saluran pernapasan atau sistem saraf.
Hal yang harus Anda perhatikan tentang obat ini:
-
Harus dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan dokter
-
Penggunaan dosis yang tepat membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah efek samping
Umumnya, harga obat ini sebesar Rp90.500 – Rp124.400 per strip.
6. Isoprinosine Sirup
Soprinosine sirup mengandung methisoprinol 250 mg per 5 ml, yang berfungsi sebagai antivirus sekaligus penambah daya tahan tubuh. Obat ini digunakan untuk membantu memperbaiki sistem imun yang melemah akibat infeksi virus, termasuk HPV (penyebab kutil kelamin).
Hal yang harus Anda perhatikan tentang obat ini:
-
Dosis harus disesuaikan dengan berat badan
-
Sebaiknya konsultasi ke dokter agar dosisnya tepat dan aman
Umumnya, harga obat ini sebesar Rp138.700 per botol.
7. Laprosin 250 mg Sirup
Laprosin sirup adalah obat antivirus yang mengandung methisoprinol. Obat ini bisa digunakan untuk mengatasi kutil kelamin dan juga infeksi virus herpes simpleks.
Laprosin bekerja dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh dan menghambat pertumbuhan virus, sehingga membantu tubuh mengatasi infeksi lebih cepat.
Hal yang penting untuk Anda ketahui tentang Laprosin:
-
Dosis dewasa adalah 10 ml, diminum 6–8 kali per hari
-
Harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter
-
Terdapat beberapa efek samping yang mungkin terjadi, seperti kelelahan sakit kepala, sering buang air kecil, hingga konstipasi (susah buang air besar)
Umumnya, harga obat ini sebesar Rp130.098 per botol.
Itulah beberapa obat kutil kelamin yang efektif dan mudah didapat di apotek terdekat. Jangan lupa perhatikan dosis yang sesuai dengan anjuran. Untuk informasi cara pengobatan kutil kelamin lainnya dapat Anda temukan di artikel Cara Menghilangkan Kutil Kelamin dengan 6 Langkah Efektif.
Apabila tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, Anda bisa segera periksa ke dokter atau konsultasikan di Klinik Kirana. Temukan lebih banyak artikel informatif seputar kesehatan dan penyakit kelamin di Artikel Medis Klinik Kirana.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Beutner, K. R. et al. (1998). Treatment of genital warts with an immune‑response modifier (imiquimod). Journal of the American Academy of Dermatology, 38(2 Pt 1), 230–239.
- Edwards, L. et al(1998). Self‑administered topical 5% imiquimod cream for external anogenital warts. Archives of Dermatology, 134(1), 25–30.
- Fife, K. H. et al. (2001). Treatment of external genital warts in men using 5% imiquimod cream applied three times a week. Sexually Transmitted Diseases, 28(4), 226–231.
- Gilson, R. et al. (2020). Imiquimod versus podofilox, with and without HPV vaccine, for anogenital warts: Results of the HIPvac randomized trial. Health Technology Assessment, 24(47), 1–86.
- Perry, C. M., & Lamb, H. M. (1999). Topical imiquimod: A review of its use in genital warts. Drugs, 58(2), 375–390.
- Smirnova, V. S. et al. (2017). Efficacy of generic imiquimod cream (Wartocid®) 5% in the treatment of external anogenital warts: A randomized placebo‑controlled trial. International Immunology Module & Medicine, 7(3), 279–284.
- Stockdale, C. K., Kavanagh, K., & Welner, S. (2013). Systematic review of the incidence and prevalence of genital warts. BMC Infectious Diseases, 13, 39.
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.