Luka sifilis adalah ulkus atau ulserasi, yaitu luka terbuka yang terjadi akibat dari penyakit sifilis. Ulkus sifilis tidak hanya terjadi pada kelamin, melainkan bisa juga di anus atau mulut.
Lokasi terjadinya luka tergantung aktivitas seks yang dilakukan. Jika melakukan seks vaginal, maka luka terjadi di alat kelamin, jika seks anal maka di anus, dan jika seks oral maka luka muncul di mulut.
Bagaimana Luka Sifilis Bisa Terjadi?
Luka sifilis, yang dikenal sebagai chancre atau ulserasi, terjadi ketika bakteri Treponema pallidum masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir yang terinfeksi.
Selaput lendir ini biasanya bisa saling bertukar saat berhubungan seksual tanpa perlindungan (melalui cairan kelamin) dan juga melalui plasenta dari ibu hamil ke janinnya.
Setelah terpapar, luka ini muncul di tempat pertama kali bakteri menginfeksi, misalnya pada alat kelamin, anus, atau mulut. Ulkus ini sering tidak terasa sakit sehingga banyak orang bahkan tidak menyadari keberadaannya, padahal bakteri sudah mulai berkembang dan dapat menular.
Gejala Luka Sifilis
Luka sifilis biasanya muncul pada stadium sifilis awal (primer) infeksi dan memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dari luka biasa:
-
Bentuknya kecil dan bundar, dengan dasar yang keras dan kadang tampak agak terangkat.
-
Luka ini umumnya tidak terasa nyeri dan bisa tersembunyi di area tubuh yang tidak mudah dilihat, misalnya di dalam vagina atau rektum.
-
Luka biasanya muncul beberapa minggu setelah terpapar bakteri dan bisa sembuh dalam beberapa minggu meskipun tanpa pengobatan, namun hal itu tidak berarti infeksi sudah hilang.
Pada tahap selanjutnya (sekunder), infeksi dapat muncul ruam, luka yang menyerupai kutil di area mulut atau alat kelamin, dan gejala lain seperti pembengkakan kelenjar getah bening, demam, atau flu.
Penanganan Luka Sifilis
Penanganan luka sifilis bukan hanya mengatasi luka itu sendiri, tetapi mengobati infeksi sifilis secara keseluruhan karena luka hanyalah salah satu manifestasi penyakit.
Penanganan umumnya meliputi:
-
Diagnosis medis melalui pemeriksaan fisik, swab dari luka (jika ada), dan tes darah untuk mengonfirmasi infeksi.
-
Antibiotik yang efektif membunuh bakteri penyebab sifilis, biasanya penisilin merupakan pilihan utama dan bisa diberikan sebagai suntikan atau bentuk lain tergantung stadium infeksi.
-
Pasien juga diminta menghindari aktivitas seksual sampai pengobatan selesai dan hasil tes menunjukkan infeksi telah sembuh, serta pasangan seksual juga perlu diperiksa dan diobati bila perlu untuk mencegah reinfeksi.
Jika alergi penisilin, dokter biasanya memberikan antibiotik lain sesuai kondisi medis individu, tetapi tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan.
Pencegahan Luka Sifilis
Karena luka sifilis merupakan tanda awal infeksi yang sangat menular, pencegahannya berfokus pada menghindari paparan bakteri:
-
Gunakan kondom atau dental dam secara konsisten dan benar saat berhubungan seksual (vaginal, anal, oral).
-
Batasi jumlah pasangan seksual atau pilih hubungan monogami yang saling bebas infeksi.
-
Tes IMS (infeksi menular seksual) secara rutin terutama bila aktif secara seksual atau memiliki risiko tinggi.
-
Jika terdiagnosis sifilis, pastikan pasangan juga diuji dan diobati agar tidak terjadi penularan berulang.
-
Jangan melakukan kontak seksual ketika Anda atau pasangan memiliki luka yang mencurigakan. Segera periksa jika ada luka yang tidak biasa timbul di area kelamin atau mulut.
Langkah-langkah pencegahan ini sangat penting karena luka sifilis sendiri bisa sangat menular bahkan ketika tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala lain yang jelas.
Obati Luka Sifilis di Klinik Kirana!
Jika sudah muncul luka sifilis, segeralah berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin yang memang terjamin kualitasnya. Klinik Kirana memiliki beberapa dokter spesialis kulit dan kelamin yang sudah menangani ribuan pasien dengan pelayanan terbaik.
Hubungi tim kami melalui WhatsApp atau isi form konsultasi gratis untuk membuat janji temu. Tidak perlu khawatir terkait informasi pribadi Anda karena akan dijamin aman.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). About syphilis. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/syphilis/about/index.html
- Mayo Clinic Staff. (2024). Syphilis: Diagnosis and treatment. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/diagnosis-treatment/drc-20351762
- National Health Service. Syphilis. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/syphilis/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.