Selain pada orang dewasa, smegma juga bisa dialami oleh bayi dan balita. Smegma terbentuk pada bayi sebagai kumpulan alami minyak, sel kulit mati, dan keringat yang menumpuk di bawah kulup pada penis bayi laki-laki atau di lipatan sekitar klitoris pada bayi perempuan.
Penumpukan zat ini bersifat normal dan tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan bau atau iritasi jika tidak dibersihkan secara teratur. Simak penanganannya di sini.
Bagaimana Smegma Bisa Terjadi pada Bayi dan Balita?
Smegma adalah zat alami berupa bercak putih menyerupai bubur atau lemak yang berasal dari penumpukan minyak, sel kulit mati, dan juga keringat. Smegma pada bayi dapat terjadi karena kurangnya pembersihan alat kelamin secara teratur.
Biasanya, smegma lebih sering terjadi pada bayi atau balita laki-laki yang belum disunat. Berikut mengapa smegma bisa terbentuk pada penis bayi:
-
Ujung penis ditutupi oleh kerah kulit yang disebut kulup (foreskin)
-
Pada kebanyakan bayi baru lahir, kulup melekat pada ujung penis untuk melindungi penis dari gesekan
-
Adanya bekas kotoran atau popok basah bisa menyebabkan pengumpulan atau penyumbatan di ujung penis, inilah yang disebut smegma
Pada bayi atau balita perempuan, smegma biasanya terdapat pada lipatan sekitar labia dan klitoris. Sama seperti bayi laki-laki, terjadinya smegma karena bekas kotoran atau popok basah dan juga sel kulit mati.
Apakah Smegma pada Bayi Berbahaya?
Smegma tidak berbahaya dan normal terjadi, baik pada bayi laki-laki maupun perempuan selagi dibersihkan dengan tepat dan rutin. Namun jika dibiarkan menumpuk, smegma dapat mengeras dan menimbulkan bau sehingga menyebabkan infeksi pada alat kelamin si kecil.
Infeksi yang muncul dapat menimbulkan rasa sakit dan berkembang menjadi benjolan putih seperti mutiara di bawah kulup atau disebut dengan smegma pearl. Maka dari itu, orang tua harus tahu cara membersihkan smegma yang benar.
Cara Membersihkan Smegma pada Penis Bayi
Berikut cara aman untuk membersihkan smegma pada penis bayi:
-
Cuci penis dan skrotum bayi Anda dengan lembut menggunakan waslap lembut atau bola kapas dan air hangat.
-
Bersihkan bagian luar kulup bayi Anda. Bagian dalam kulup bisa dibersihkan ketika kulup tersebut mudah tertarik kembali dengan sendirinya, ini biasanya terjadi saat anak Anda berusia 2-3 tahun.
-
Jangan mencoba membersihkan bagian bawah kulup bayi Anda. Selama beberapa tahun pertama, kulup melekat pada kepala penis. Menarik terlalu keras dapat menyebabkan rasa sakit dan dapat melukai penis anak Anda.
-
Keringkan penis dan skrotum bayi Anda dengan menepuk-nepuknya menggunakan handuk kering yang lembut.
-
Untuk menghindari smegma yang menumpuk dan menjadi penyakit lain, ada baiknya mempertimbangkan untuk sunat.
Cara Membersihkan Smegma pada Labia Bayi
Anda bisa membersihkan smegma pada labia bayi dengan cara:
-
Basahi waslap lembut atau bola kapas dengan air hangat.
-
Anda bisa menggunakan sabun pembersih untuk bayi, tetapi menggunakan air saja tidak masalah.
-
Lebarkan kaki bayi Anda dan usap di antara labia, mulai dari depan dan usap dengan lembut ke arah belakang, bukan dari belakang ke depan.
-
Gunakan bagian kain yang bersih atau bola kapas baru jika Anda perlu mengusap lagi.
-
Keringkan area genital bayi Anda dengan menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk kering yang lembut.
Sebagai tips, hindari menggunakan produk pembersih atau wangi-wangian yang mengandung bahan kimia ke genital bayi Anda. Kulit bayi sangat sensitif, jadi menggunakan air hangat saja sebenarnya sudah cukup.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter anak apabila:
-
Bayi atau balita Anda tampak kesakitan atau tidak nyaman saat buang air kecil.
-
Kulup penis terisi urine atau menggelembung saat buang air kecil.
-
Kulup penis berubah warna, terasa gatal, atau tampak bengkak.
-
Keluar cairan tidak biasa (berwarna, berbau, tekstur kental) dari kelamin.
-
Bayi atau balita Anda mengalami demam, ini bisa menandakan tubuh sudah terinfeksi.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Baral, K., & Poudel, S. (2023). Smegma pearl: A benign penile lesion in infants. Clinical Case Reports, 11(6), e7613.
- Raising Children Network. (n.d.). Baby genitals: care and cleaning.
- Rout, A. N., Sirka, C. S., & Nayak, S. (2024). Smegma pearl in toddlers: A case series. Indian Journal of Paediatric Dermatology, 25(3), 228–230.
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.