Langkah Pengobatan Gonore dan Tipsnya Agar Cepat Sembuh

Kelamin January 4, 2026
SHARE ON
Langkah Pengobatan Gonore dan Tipsnya Agar Cepat Sembuh

Ketika sudah terjangkit, pengobatan Gonore harus dilakukan dengan tepat. Penanganan yang keliru dapat menyebabkan komplikasi pada Gonore dan bisa membuat penderitanya infertil (mandul) baik pria maupun wanita.

Simak langkah mengobati Gonore yang tepat beserta tipsnya agar lebih cepat sembuh di artikel berikut ini.

1. Lakukan tes laboratorium bersama partner Anda

Tes lab sangat penting untuk mengetahui apakah Anda benar-benar terinfeksi Gonore atau jenis Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya. Lakukan tes ini bersama dengan pasangan Anda agar saling terbuka jika ada salah satu yang terjangkit sementara pasangannya masih aman.

CDC merekomendasikan agar semua wanita yang aktif secara seksual dan berusia di bawah 25 tahun menjalani tes Gonore setiap tahun. Terlepas dari jenis kelamin, Anda mungkin perlu menjalani tes setiap tahun jika Anda dianggap berisiko tinggi tertular Gonore.

Anda harus melakukan tes IMS apabila:

  • Aktif secara seksual.

  • Memiliki gejala IMS.

  • Memiliki pasangan seksual yang mengidap IMS.

  • Sedang hamil (untuk membantu mencegah komplikasi bagi Anda dan janin).

Baca Juga: Gonore pada Mata Bayi: Penularan, Pengobatan, dan Pencegahan

2. Gunakan obat antibiotik untuk Gonore

Pengobatan Gonore penting untuk orang dewasa yang tertular Gonore, remaja (usia 10–19 tahun), orang dengan HIV (ODHIV), pekerja seks, laki-laki suka laki-laki (LSL), dan transgender.

WHO menyarankan agar pengobatan Gonore disesuaikan dengan pola resistensi antibiotik di daerah setempat karena bakteri Gonore semakin kebal terhadap banyak obat. Untuk mengatasi data resistensi antibiotik yang belum diketahui, disarankan menggunakan dual therapy dibandingkan single therapy.

A. Terapi ganda (dual therapy)

Anda bisa memilih salah satu dari pengobatan berikut ini:

  • Ceftriaxone 250 mg intramuskular (IM) sebagai dosis tunggal ditambah dengan azithromycin 1 g oral sebagai dosis tunggal

  • Cefixime 400 mg oral sebagai dosis tunggal ditambah dengan azithromycin 1 g oral sebagai dosis tunggal

B. Terapi tunggal (single therapy)

Untuk terapi tunggal, Anda bisa memilih salah satu dari 3 pilihan berikut:

  • Ceftriaxone 250 mg IM sebagai dosis tunggal

  • Cefixime 400 mg oral sebagai dosis tunggal

  • Spectinomycin 2 g IM sebagai dosis tunggal

Baca Juga: 7 Obat Kencing Nanah (Gonore) di Apotek & Kisaran Harganya

Disarankan untuk mengambil dual therapy karena dianggap lebih aman untuk mencegah kegagalan pengobatan dan membantu mengobati kemungkinan infeksi lain yang sering menyertai Gonore, seperti klamidia.

Khusus pada ibu hamil, pengobatan Gonore dapat tetap dilakukan namun memerlukan pemantauan yang lebih ketat oleh tenaga kesehatan untuk mencegah komplikasi pada ibu dan janin.

3. Resistensi obat antibiotik

Ada kondisi di mana bakteri penyebab Gonore (Neisseria gonorrhoeae) bisa kebal terhadap obat antibiotik jika cara konsumsi atau dosisnya salah. Anda, sebagai pasien, harus waspada jika Gonore pada tubuh sudah resisten.

Ciri-ciri Gonore resisten terhadap obat antibiotik:

  • Gejala tidak membaik setelah pengobatan, meskipun antibiotik diminum atau diberikan sesuai anjuran dokter

  • Keluhan seperti nyeri saat buang air kecil, keputihan atau cairan dari penis, serta nyeri panggul tetap berlangsung lebih dari beberapa hari setelah terapi

  • Gejala sempat berkurang tetapi kemudian muncul kembali dalam waktu singkat

  • Hasil pemeriksaan ulang (test of cure) masih menunjukkan infeksi Gonore, terutama pada infeksi di tenggorokan atau anus

  • Dokter perlu mengganti atau menambah jenis antibiotik karena pengobatan awal tidak berhasil

  • Infeksi menyebar ke bagian tubuh lain, seperti sendi atau darah, meskipun sudah mendapatkan pengobatan

Selengkapnya: 13+ Tanda Gonore Sudah Parah pada Pria dan Wanita

Jika terjadi resistensi, segera ke dokter. Dokter akan memilih antibiotik yang paling sesuai dan masih efektif untuk Anda.

Mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter sangat penting untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh, mencegah komplikasi, dan mengurangi risiko terjadinya resistensi antibiotik berulang di kemudian hari.

4. Rawat jalan atau rawat inap

Sebagian besar kasus Gonore dapat ditangani dengan pengobatan rawat jalan tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Meski demikian, rawat inap dapat diperlukan bila terjadi komplikasi, seperti infeksi Gonore yang menyebar ke darah atau sendi.

Pada ibu hamil yang menderita Gonore, perawatan di rumah sakit umumnya dianjurkan agar pengobatan dapat diberikan secara optimal dan risiko terhadap kehamilan dapat ditekan.

Selama masa pengobatan, penderita disarankan untuk mematuhi seluruh anjuran dokter, tidak menghentikan pengobatan sebelum waktunya, dan menghindari hubungan seksual sampai dinyatakan sembuh.

5. Pemantauan terapi

Setelah pengobatan, sebagian besar penderita Gonore tanpa komplikasi tidak memerlukan pemeriksaan ulang jika keluhan sudah menghilang. Namun, pada Gonore yang menyerang tenggorokan, pemeriksaan ulang sangat dianjurkan sekitar 7-14 hari setelah pengobatan untuk memastikan infeksi telah sembuh sepenuhnya.

Jika gejala tidak membaik atau muncul kembali, penderita harus segera kembali ke fasilitas kesehatan agar dokter dapat melakukan evaluasi lanjutan dan menyesuaikan pengobatan bila diperlukan.

Tips Mengobati Gonore

Berikut ini beberapa tips saat Anda sedang melakukan pengobatan Gonore:

  • Jangan menghentikan pengobatan meskipun gejala sudah membaik.

  • Selalu jaga kebersihan area genital, ganti pakaian dalam secara rutin, usahakan area genital Anda selalu kering dan tidak lembab.

  • Hindari berhubungan seks (vaginal, anal, oral) selama masa pengobatan, terutama 7 hari pertama saat pengobatan.

  • Jangan sering-sering memegang area genital Anda tanpa lap atau kain.

  • Hindari membeli obat Gonore sembarangan tanpa konsultasi terlebih dulu dengan ahlinya.

  • Konsultasi segera jika terdapat perubahan kondisi dan Anda tidak yakin cara menanganinya.


Konsultasi online penyakit kelamin di Klinik Kirana tersedia gratis untuk Anda. Anda juga bisa bertanya langsung dengan klik tombol WhatsApp di atas dan sampaikan keluhan Anda kepada kami. Kerahasiaan dan informasi Anda dijamin aman.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Centers for Disease Control and Prevention. (n.d.). STD treatment guidelines: Screening recommendations. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/std/treatment-guidelines/screening-recommendations.htm
  • Melbourne Sexual Health Centre. (n.d.). Gonorrhoea treatment guidelines. https://www.mshc.org.au/health-professionals/treatment-guidelines/gonorrhoea-treatment-guidelines
  • Workowski, K. A., & Bolan, G. A. (2021). Sexually transmitted diseases treatment guidelines, 2021. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/70/rr/rr7004a1.htm

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait