Sifilis pada Kehamilan: Efek Terhadap Janin Hingga Penanganannya

Ginekologi February 3, 2026
SHARE ON
Sifilis pada Kehamilan: Efek Terhadap Janin Hingga Penanganannya

Selain terjadi pada pria dan wanita, sifilis juga bisa terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini sangat berbahaya karena sifilis saat kehamilan bisa mengakibatkan penularan bakteri Treponema pallidum dari ibu ke janin melalui plasenta.

Penularan sifilis dari ibu ke bayi dapat mengakibatkan berbagai manifestasi klinis, seperti bayi prematur, terkadang mengakibatkan lahir mati dan kematian perinatal. Tidak jarang juga bayi tetap lahir namun cacat bawaan lahir.

Perawatan prenatal yang tepat dan pengobatan dini sangat penting untuk menghindari manifestasi sifilis kongenital. Simak informasi pengobatan sifilis pada ibu hamil di sini.

Gejala Sifilis pada Ibu Hamil

Sifilis pada ibu hamil seringkali tidak menunjukkan gejala khas yang berbeda dari sifilis pada orang dewasa umumnya. Banyak wanita hamil yang terinfeksi tidak menyadari karena tanda awalnya seperti luka kecil yang tidak nyeri (chancre) atau ruam kulit dapat terabaikan atau dianggap gejala kehamilan biasa.

Gejala yang mungkin muncul biasanya tergantung pada stadium infeksi sifilis. Beberapa gejalanya meliputi:

  • Luka tidak nyeri di alat kelamin, anus, atau mulut.

  • Ruam kulit yang tidak gatal, termasuk di telapak tangan atau telapak kaki.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Demam, sakit kepala, kelelahan.

Oleh karena gejala bisa samar atau tidak tampak, skrining sifilis melalui tes darah pada kunjungan antenatal pertama dan di trimester berikutnya sangat penting dilakukan.

Efek Sifilis saat Kehamilan Terhadap Janin

Sifilis yang tidak diobati selama kehamilan dapat berdampak sangat serius bagi janin karena bakteri Treponema pallidum dapat menyeberang melalui plasenta dan menginfeksi bayi dalam kandungan, kondisi ini dikenal sebagai sifilis kongenital.

Beberapa efek yang dapat terjadi pada janin atau bayi meliputi:

  • Keguguran spontan atau lahir mati (stillbirth)

  • Kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah

  • Deformitas tulang dan gigi

  • Pembesaran hati atau sumsum dan anemia

  • Masalah saraf seperti kebutaan dan ketulian

  • Cacar kulit dan lesi lainnya

Infeksi dapat terjadi pada trimester berapa pun, bahkan selama persalinan jika bayi kontak langsung dengan luka sifilis aktif si ibu.

Penanganan Sifilis pada Ibu Hamil

Penanganan sifilis pada ibu hamil fokus pada pengobatan antibiotik yang efektif dan tepat waktu untuk mencegah penularan ke janin serta komplikasi serius.

  • Tes serologis: WHO mewajibkan semua ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan serologis untuk sifilis pada kunjungan perawatan prenatal pertama. Pemeriksaan serologis juga harus dilakukan 2 kali selama trimester ketiga (usia kehamilan 28 minggu dan saat persalinan).

  • Pengobatan utama: WHO menyebut bahwa Penicillin G adalah satu-satunya antimikroba efektif yang diketahui untuk mengobati infeksi janin dan mencegah sifilis kongenital. Untuk dosis minumnya harus disesuaikan dengan resep dokter.

  • Tindak lanjut: WHO menyebut bahwa jika sifilis didiagnosis dan diobati pada usia kehamilan ≤24 minggu, pemeriksaan ulang titer antibodi dilakukan 8 minggu setelah pengobatan dan saat persalinan, kecuali bila dicurigai infeksi ulang atau kegagalan terapi. Jika sifilis didiagnosis dan diobati setelah usia kehamilan >24 minggu, maka pemeriksaan titer antibodi cukup dilakukan saat persalinan.

Obati Sifilis Sampai Sembuh di Klinik Kirana

Sifilis tentu saja bisa sembuh total jika diobati dan ditangani dengan tepat. Anda harus segera mengobati sifilis untuk menghindari bayi Anda tertular saat proses persalinan.

Klinik Kirana memiliki tenaga medis berpengalaman yang sudah bertahun-tahun merawat ribuan pasien IMS, seperti Sifilis, Gonore, Klamidia, dll. Anda bisa konsultasi gratis dengan mengisi form konsultasi online atau bertanya langsung kepada tim kami dengan klik tombol WhatsApp. Kerahasiaan dan informasi Anda dijamin aman.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Centers for Disease Control and Prevention. Syphilis treatment guidelines for pregnancy. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/std/treatment-guidelines/syphilis-pregnancy.htm
  • Desjardins, A. A., Amaral, E., Miranda, J., Pasupathy, D., Martins, M. L., Buga, E., Aronoff, D., Money, D., & Boucoiran, I.; FIGO Committee on Infections During Pregnancy and FIGO Committee on Health Systems Strengthening. (2025). Syphilis in pregnancy: A practical guide for prenatal care providers. International Journal of Gynaecology & Obstetrics, 171(2), 601–610. https://doi.org/10.1002/ijgo.70511
  • World Health Organization. Congenital and maternal syphilis: Epidemiology, diagnosis, management, and nurses’ role. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537087/

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait