Mengenal Vaginitis, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Ginekologi February 25, 2026
SHARE ON
Mengenal Vaginitis, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Vaginitis adalah penyakit kelamin yang ditandai dengan peradangan pada vagina. Penyakit ini sangat umum dan menjangkit jutaan wanita setiap tahunnya. Jurnal menyebutkan bahwa vaginosis bakteri adalah penyebab vaginitis yang paling umum, mencakup 40% hingga 50% kasus

Setelah itu, penyebab vaginitis umumnya disebabkan oleh infeksi jamur, yang memengaruhi sekitar 20% hingga 25% wanita setidaknya sekali seumur hidup mereka. Trikomoniasis juga memengaruhi sekitar 8 juta wanita setiap tahunnya di Amerika Serikat.

Ketahui semua tentang vaginitis, penyebab, gejala umum, hingga pengobatannya di artikel ini.

Apa Itu Vaginitis?

Vaginitis adalah istilah medis untuk radang atau iritasi pada vagina yang biasanya menyebabkan gejala seperti perubahan cairan vagina, gatal, sensasi terbakar, nyeri saat berhubungan atau saat buang air kecil.

Vaginitis bukanlah satu penyakit tunggal, tetapi sekelompok kondisi yang menyebabkan peradangan vagina. Penyebabnya bisa berupa infeksi mikroorganisme (bakteri, jamur, parasit), perubahan hormon, atau iritasi dari bahan kimia atau produk perawatan.

Jika Anda mengalami vaginitis, Anda mungkin lebih rentan terkena infeksi menular seksual (IMS). Hal ini karena lapisan vagina yang meradang atau iritasi lebih mudah terinfeksi.

Penyebab dan Jenis Vaginitis

Berikut ini beberapa jenis vaginitis berdasarkan penyebabnya:

1. Bacterial Vaginosis (BV)

Jenis vaginitis pertama adalah bacterial vaginosis yang sisebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri normal vagina, dengan pertumbuhan bakteri anaerob yang berlebih.

Ini menyebabkan cairan vagina tipis berbau amis atau “fishy”, warna kelabu/putih, serta gatal. BV paling sering ditemukan dibanding jenis vaginitis lainnya.

2. Vaginal Candidiasis (Infeksi Jamur)

Jenis vaginitis kedua adalah vaginal candidiasis yang diakibatkan oleh kelebihan pertumbuhan jamur Candida. Gejala umumnya adalah keluar cairan putih kental seperti krim keju dari vagina, vagina sangat gatal, kulit vulva bisa merah dan bengkak.

3. Trichomoniasis

Jenis vaginitis ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis yang biasanya menular melalui hubungan seksual. Gejala umumnya yaitu munculnya cairan vagina berwarna kuning-hijau berbusa dan berbau.

4. Non-infeksi/irritative Vaginitis

Jenis vaginitis non-infeksi tidak diakibatkan oleh mikroorganisme, melainkan reaksi alergi atau iritasi dari produk seperti sabun wangi, vaginal douching, deterjen, spermisida, atau pakaian ketat.

5. Atrophic Vaginitis / Genitourinary Syndrome of Menopause

Jenis vaginitis atrophic disebabkan oleh penurunan estrogen (misalnya menopause, setelah melahirkan, menyusui). Gejala dari jenis vaginitis ini adalah vagina menjadi kering, nyeri saat hubungan seksual, dan iritasi kronis.

Gejala Vaginitis

Gejala bisa bervariasi tergantung penyebabnya, tetapi umumnya mencakup:

  • Perubahan jumlah, warna, atau bau cairan vagina

  • Gatal atau iritasi pada area vagina

  • Sensasi terbakar saat buang air kecil

  • Nyeri saat berhubungan seksual

  • Kadang muncul pendarahan ringan di luar menstruasi

Pengobatan Vaginitis

Berikut ini pengobatan dari vaginitis berdasarkan jurnal:

  • Metronidazole 500 mg diminum 2x sehari selama 7 hari

  • Gel metronidazol 0,75%, 1 aplikator penuh (5 g) dimasukkan ke dalam vagina. Lakukan  sekali sehari selama 5 hari

  • Krim klindamisin 2%, 1 aplikator penuh (5 g) dimasukkan ke dalam vagina sebelum tidur selama 7 hari

Alternatif obat lainnya yang bisa digunakan:

  • Tinidazol 2 g diminum sekali sehari selama 2 hari

  • Tinidazol 1 g diminum sekali sehari selama 5 hari

  • Secnidazol 2 g diminum sebagai dosis tunggal

  • Klindamisin 300 mg diminum dua kali sehari selama 7 hari

  • Ovula klindamisin 100 mg dimasukkan ke dalam vagina sekali sebelum tidur selama 3 hari

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

  • Jika gejala tidak membaik setelah perawatan

  • Jika mengalami nyeri hebat, demam, atau pendarahan berat

  • Kehamilan dengan gejala vaginitis karena memerlukan perhatian medis cepat untuk menghindari risiko komplikasi

Obati Vaginitis dengan Aman di Klinik Kirana!

Itulah informasi seputar vaginitis yang perlu Anda ketahui. Untuk pengobatan lebih aman dan terjamin, Anda bisa mengobati vaginitis di Klinik Kirana spesialis kulit dan kelamin.

Dokter profesional kami sudah menangani ribuan pasien dengan keamanan dan rahasia terjamin. Hubungi tim kami melalui WhatsApp di atas atau isi formulir konsultasi gratis dengan lengkap sekarang juga.

 

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Hildebrand, J. P. (2025). Vaginitis. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470302/
  • Lin, Y. P., Chen, W. C., Cheng, C. M., & Shen, C. J. (2021). Vaginal pH value for clinical diagnosis and treatment of common vaginitis. Diagnostics, 11(11), Article 1996. https://doi.org/10.3390/diagnostics11111996

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait