6 Cara Mengobati Herpes dengan Tepat

Kesehatan August 1, 2025
SHARE ON
6 Cara Mengobati Herpes dengan Tepat

Pengobatan herpes harus dilakukan dengan tepat karena sifatnya yang mudah menyebar dan menular. Bahkan, virus ini tidak langsung hilang walaupun pasien sudah sembuh. Virus hanya ‘tidur’ dan bisa kambuh lagi suatu saat.

Untuk mengetahui apakah Anda terkena herpes atau tidak, lakukanlah tes darah di fasilitas kesehatan. Melalui tes itu Anda juga bisa tahu jenis herpes apa yang Anda alami.

Mari ketahui beberapa cara mengobati herpes dengan tepat jika Anda sudah benar-benar terjangkit.

1. Menggunakan Obat untuk Herpes

Langkah pertama tentu saja menggunakan obat, baik obat kimia dan juga alami untuk meredakan efek gatal dan terbakar dari luka herpes.

Obat-obatan kimia

Obat antivirus menawarkan cara yang aman dan efektif untuk mempercepat penyembuhan herpes. Ada beberapa obat minum untuk herpes yang populer untuk herpes di antaranya:

  • Acyclovir: Obat antivirus yang menghentikan reproduksi virus herpes. Obat ini bekerja paling baik jika diminum segera setelah gejala pertama muncul.

  • Valacyclovir: Valacyclovir digunakan untuk mengobati infeksi virus herpes, termasuk herpes labialis, herpes zoster, dan herpes simpleks (herpes genital). Obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati cacar air pada anak-anak.

  • Famciclovir: Digunakan untuk mengobati gejala herpes zoster, infeksi virus herpes, herpes labialis, dan infeksi herpes genital saat kambuh.

Perlu diperhatikan, obat-obat kimia di atas sebaiknya Anda gunakan setelah konsultasi dengan dokter untuk dosis yang sesuai. Anda bisa menggunakan layanan konsultasi gratis di Klinik Kirana dengan klik tombol WhatsApp.

Selengkapnya: Daftar Obat Herpes di Apotek dan Alami yang Mudah Didapat

Obat-obatan alami

  • Bawang putih: Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi bawang putih matang dapat menjadi pengobatan antivirus yang potensial untuk HSV-1. Namun, dosis yang lebih tinggi mungkin dapat menimbulkan risiko racun. Ingat, bawang putih di sini untuk dikonsumsi, bukan diaplikasikan pada luka.

  • Madu kelas medis (Manuka): Studi menunjukkan bahwa madu kelas medis atau disebut madu Manuka yang dioleskan pada luka di awal wabah dapat mengurangi rasa sakit dan gatal.

  • Lemon balm: Pada satu studi yang melibatkan 66 pasien, terbukti bahwa penggunaan krim lemon balm pada luka herpes labial selama dua hari dapat mengurangi keparahan gejala.

2. Konsumsi Vitamin

Di samping obat-obatan, Anda juga bisa mengonsumsi vitamin tambahan untuk mempercepat pengobatan herpes.

Beberapa studi menunjukkan bahwa makanan yang mengandung vitamin tertentu dapat bermanfaat dalam pengobatan herpes.

  • Vitamin C: Studi menunjukkan bahwa vitamin C dapat memberikan manfaat antivirus terhadap herpes. Vitamin C pada makanan yang bisa Anda dapatkan adalah dari buah jeruk, lemon, strawberry, kiwi, dll.

  • Vitamin B12: Penelitian menunjukkan bahwa vitamin B12 mungkin berperan dalam penanganan herpes. Makanan dengan vitamin B12 seperti daging, ikan, unggas, telur, susu, dan produk susu lainnya.

  • Zinc: Studi menunjukkan bahwa penggunaan zinc pada pasien herpes menunjukkan perbaikan pada kondisi pasien. Makanan yang mengandung zinc seperti tiram, daging sapi, unggas, dan makanan laut.

Sebenarnya, vitamin bisa didapatkan dari makanan yang dikonsumsi. Jadi, selagi makanan yang Anda konsumsi sudah bergizi dan mencukupi kebutuhan harian maka vitamin di atas bisa dimanfaatkan sebagai tambahan saja.

3. Rawat Luka dengan Baik

Setelah mengonsumsi obat dan vitamin tambahan, Anda harus merawat luka herpes. Ini penting untuk dilakukan agar luka cepat membaik dan tidak menular ke area lain di badan Anda.

Ada beberapa salep yang bisa dioleskan ke luka herpes Anda, seperti acyclovir topical, hingga bahan alami seperti madu Manuka dan propolis. Beberapa tips lain:

  • Hindari memegang luka

  • Jangan memencet herpes

  • Pakai pakaian longgar

  • Jika basah, keringkan dengan tap-tap luka, jangan digosok

Selengkapnya: Cara Agar Herpes Cepat Kering, Ini Perawatannya

Setelah sembuh, luka herpes akan memiliki bekas seperti flek coklat hingga kehitaman. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk menghilangkan bekasnya, seperti menggunakan aloe vera hingga mengonsumsi vitamin E.

Selengkapnya: Cara Mudah Menghilangkan Bekas Luka Herpes

4. Hindari Hal-Hal Pemicu Kambuhnya Herpes

Ketika sudah sembuh dari herpes, virusnya tidak langsung mati dan pergi begitu saja. Virus masih tetap berada di tubuh Anda, hanya saja dalam keadaan laten atau ‘tidur’. Virus akan aktif lagi jika ada pemicunya.

Berikut beberapa pemicu yang dapat menyebabkan herpes kambuh lagi:

  • Demam

  • Stress

  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun

  • Perubahan hormon, misalnya saat menstruasi

  • Infeksi saluran pernapasan atas (untuk herpes di mulut)

  • Trauma pada area mulut (untuk herpes di mulut)

Selengkapnya: 7 Cara Pencegahan Herpes yang Efektif

5. Hindari Penularan Herpes

Saat setelah luka herpes Anda sembuh, Anda bisa menghindari diri agar tidak tertular herpes dengan mengetahui cara penularan herpes dan juga langkah pencegahannya.

Herpes ditularkan melalui kontak fisik, berbagi barang pribadi (handuk, pakaian, dan mainan seks), serta berganti-ganti pasangan seks.

Adapun pencegahan yang bisa Anda lakukan seperti:

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami herpes

  • Gunakan barang pribadi dan jangan sharing dengan orang lain

  • Lakukan seks yang aman dengan menggunakan kondom

  • Minta pasangan Anda untuk menjalani tes infeksi menular seksual (IMS)

6. Berobat ke Dokter

Jika pengobatan di atas sudah Anda lakukan namun herpes tidak kunjung membaik dalam hitungan minggu, Anda harus segera periksa ke dokter.

Telebih lagi jika herpes yang Anda idap sudah menyebar ke area yang lain atau ke orang lain di sekitar Anda. Konsultasilah dengan dokter Anda mengenai keadaan herpes Anda dengan jujur dan terbuka.

Klinik Kirana menyediakan layanan konsultasi penyakit kulit gratis bagi Anda yang ingin konsultasi online dengan cepat tanpa perlu datang langsung. Klik menu WhatsApp di atas untuk terhubung dengan dokter profesional kami.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Gavrilović, M., & Djuric, D. (2019). The effect of combined therapy with acyclovir and interferon alfa on herpes simplex virus encephalitis in immunocompetent adults. Vojnosanitetski Pregled, 76(1), 17–22.
  • Hani, U., Shivakumar, H. G., & Soliman, M. E. (2021). Herbal remedies and natural products for the treatment of herpes simplex virus: A review. Pharmaceuticals, 14(12), 1264.
  • Razavi, S. M., & Azizolahi, A. (2012). An investigation on antiviral effect of Garlic on Herpes Simplex Virus type 1. Semantics Scholar.
  • Scherbakov, A. M., & Fadeeva, O. A. (2023). Antiviral activity of natural compounds against HSV: Promising prospects. Viruses, 15(6), 1314.
  • Shariatifar, N., et al. (2020). The role of antiviral therapy in HSV infections: Update on new drugs and emerging treatment strategies. Expert Opinion on Investigational Drugs, 29(2), 163–174.

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait