Herpes dapat ditangani dengan obat herpes yang tepat serta dengan anjuran konsumsi yang sesuai. Berbagai pilihan obat untuk herpes juga semakin mudah ditemukan di apotek. Terlebih lagi, ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk membantu proses penyembuhan herpes.
Meski tidak dapat benar-benar menghilangkan virus dari tubuh, obat-obatan ini berperan penting untuk mengurangi rasa nyeri, mempercepat penyembuhan luka, dan mengurangi risiko penularan.
Daftar Obat Herpes
Belum ada obat yang khusus menyembuhkan herpes. Namun, obat antivirus seperti asiklovir, famciclovir, dan valasiklovir dapat membantu menangani wabah dengan mengurangi keparahan dan durasi gejala serta berpotensi mencegah kekambuhan.
1. Clinovir 5% Cream
Clinovir krim 5 g mengandung acyclovir yang bekerja langsung untuk menghambat replikasi virus HSV pada kulit. Cara pakainya mudah, oleskan tipis pada lepuhan 5 kali sehari, selama 5–10 hari.
Catatan:
-
Tidak digunakan pada luka terbuka yang luas atau jika alergi terhadap acyclovir
-
Hindari kontak seksual saat obat masih menempel
-
Kemungkinan ada efek samping seperti rasa panas/kesemutan ringan, kemerahan, atau kulit mengelupas
2. Liposin Salep
Salep liposomal berbasis acyclovir untuk herpes labialis atau genital ringan. Obat herpes ini bekerja dengan cara membunuh bakteri dan mencegah timbulnya rasa sakit.
-
Cara pakai: oleskan 5 kali sehari langsung ke lepuhan, hingga luka mengering
-
Larangan: alergi acyclovir, luka yang sangat besar atau terinfeksi bakteri
-
Efek samping: iritasi lokal ringan, seperti rasa gatal atau kering
3. Inclovir 500 mg
Inclovir adalah obat dengan kandungan valacyclovir, yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah herpes simplex, herpes zoster, herpes labialis, dan herpes genital.
Dosis dewasa:
-
Herpes genital: 500 mg, 2x per hari selama 5 hari
-
Herpes zoster: 1 000 mg, 3x per hari selama 7 hari
-
Larangan: alergi terhadap valacyclovir/acyclovir. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya konsultasi dokter
-
Efek samping: sakit kepala, mual, ruam, diare
4. Acyclovir 200 mg
Obat antivirus generik ini bekerja dengan cara menghambat sintesis DNA virus sehingga efektif dalam mengobati berbagai jenis infeksi virus.
Dosis dewasa:
-
Infeksi awal: 200 mg, 5x sehari (setiap 4 jam) selama 5–10 hari
-
Untuk mengurangi kambuh: 200 mg, 4–5x sehari
-
Larangan: alergi acyclovir, hati-hati juga pada orang dengan gangguan ginjal dan ibu hamil/menyusui
-
Efek samping: pusing, sakit kepala, mual, diare, ruam kulit
5. Clinovir 400 mg
Obat ini mengandung Acyclovir 400 mg yang efektif dalam mengatasi infeksi virus herpes simpleks pada kulit dan membran mukosa, termasuk herpes genital awal dan berulang, serta herpes zoster.
Dosis dewasa:
-
Herpes simpleks: 200 mg, 5x sehari (kebutuhan total 1000 mg/hari) selama 5 hari
-
Herpes zoster: 800 mg, 5x sehari selama 7 hari
-
Larangan: hipersensitivitas terhadap acyclovir; hindari pada gangguan fungsi ginjal tanpa penyesuaian dosis
-
Efek samping: ruam, gangguan pencernaan, sakit kepala, peningkatan enzim hati, keluhan neurologis ringan
Penting untuk diketahui bahwa semua obat ini hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Beri tahu juga kepada dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau memiliki gangguan ginjal.
Obat Herpes Alami untuk Membantu Pengobatan
Ada beberapa bahan alami yang dapat membantu meringankan luka herpes hingga membantu mempercepat proses penyembuhan. Berikut beberapa daftarnya:
1. Madu manuka
Penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa penggunaan madu Manuka secara topikal mungkin sama efektifnya atau bahkan lebih efektif dibandingkan asiklovir topikal dalam mengobati HSV-1 dan HSV-2. Madu Manuka dapat digunakan langsung tanpa perlu tambahan apa pun.
2. Tea tree oil
Studi laboratorium menyebut minyak pohon teh yang merupakan suatu bahan antivirus, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mencegah wabah herpes berulang.
Para ahli mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami efek antivirusnya. Namun, penggunaan tea tree oil tidak boleh dioleskan langsung ke kulit karena berisiko menimbulkan iritasi. Anda perlu mengencerkannya lebih dulu dengan minyak pengencer, seperti minyak kelapa, baru kemudian dioleskan pada kulit.
3. Lemon balm
Pada satu studi yang melibatkan 66 pasien, terbukti bahwa penggunaan krim lemon balm pada luka herpes labial selama dua hari dapat mengurangi keparahan gejala.
Studi lain yang melibatkan 116 pasien yang menggunakan lemon balm dua hingga empat kali sehari selama 10 hari menemukan bahwa krim tersebut membantu mempercepat penyembuhan
4. Lidah buaya
Lidah buaya memiliki khasiat penyembuhan luka. Sebuah penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa lidah buaya memiliki kemampuan antivirus yang dapat meredakan dan menyembuhkan lesi herpes.
Namun, pada studi lainnya, aloe vera belum diuji secara klinis pada manusia. Jika diuji pada tabung reaksi, aloe vera memang menunjukkan gelnya dapat bermanfaat sebagai pengobatan topikal untuk infeksi herpes oral.
Setelah tahu beberapa daftar obat untuk herpes, Anda perlu mengetahui cara mengobati herpes yang benar. Sebab, mengetahui obat tanpa tahu cara mengobati dan merawatnya tidak akan membuat luka herpes membaik.
Temukan lebih banyak artikel informatif seputar kesehatan dan penyakit kelamin di Artikel Medis Klinik Kirana.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Bernstein, D. I., Bellamy, A. R., Hook, E. W., Levin, M. J., Wald, A., Ewell, M. G., Deal, C. D., Heineman, T. C., & Dubin, G. (2001). Efficacy of a glycoprotein-D–adjuvant vaccine in preventing HSV-2 infection. New England Journal of Medicine, 345(18), 1243–1248.
- Harfouche, M., Schmid, G. P., & Looker, K. J. (2022). Global burden of herpes simplex virus infections in 2016: Estimates from the Global Burden of Disease Study 2016. BMJ Global Health, 7(1), e006875.
- Patel, H., Jackson, A., Rahman, S., & Lyons, G. (2023). A narrative review of alternative symptomatic treatments for herpes simplex virus. Journal of Integrative Medicine, 15(3), 200–212.
- Sharma, N., Mishra, K. P., Ganju, L., & Singh, S. B. (2021). Anti-herpes virus activities of natural products and their derivatives: A review. VirusDisease, 32(1), 1–13.
- World Health Organization. (2023). Herpes simplex virus. WHO Fact Sheets.
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.