Vulvovaginitis adalah peradangan pada area luar dan dalam organ intim wanita, yaitu vulva dan vagina. Penyakit ini sering membuat kamu merasa tidak nyaman, seperti gatal, nyeri, atau keputihan yang berbeda dari biasanya. Kondisi ini bisa terjadi pada semua usia, mulai dari anak perempuan hingga wanita dewasa.
Ada berbagai istilah yang kadang digunakan untuk menyebut penyakit ini, seperti infeksi vagina atau peradangan vagina. Namun, istilah "vulvovaginitis" lebih tepat karena mencakup peradangan pada bagian luar (vulva) dan bagian dalam (vagina).
Siapa saja yang berisiko? Siapa pun bisa mengalaminya, tetapi risiko meningkat jika kamu memiliki kebiasaan kurang higienis, sering berganti pasangan seksual, sedang hamil, atau memiliki daya tahan tubuh lemah. Penggunaan produk pembersih kewanitaan yang tidak cocok juga bisa memicu iritasi.
Jika dibiarkan tanpa pengobatan, vulvovaginitis bisa menyebabkan infeksi menyebar ke organ reproduksi bagian atas, mengganggu kesuburan, atau bahkan menyebabkan rasa nyeri kronis yang mengganggu kehidupan sehari-hari.
Data dan Fakta Tentang Vulvovaginitis
Vulvovaginitis merupakan salah satu penyebab utama kunjungan wanita ke layanan kesehatan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi vagina adalah kondisi yang sangat umum dan diperkirakan dialami oleh lebih dari 75% wanita setidaknya sekali seumur hidup (CDC, 2021).
Penyakit ini tidak termasuk dalam kategori penyakit menular seksual secara eksklusif, tapi bisa dipicu oleh infeksi yang ditularkan lewat kontak seksual, seperti trikomoniasis atau infeksi jamur Candida yang berulang.
Penyebaran vulvovaginitis bisa terjadi melalui:
-
Kontak langsung dengan patogen (bakteri, jamur, parasit)
-
Penggunaan pakaian dalam yang lembab dan tidak menyerap keringat
-
Penggunaan sabun atau produk pembersih vagina yang mengganggu keseimbangan pH
Waspadai Gejala Vulvovaginitis, Terutama Pada Anak
Gejala vulvovaginitis bisa sangat bervariasi tergantung pada penyebabnya—apakah karena infeksi jamur, bakteri, parasit, atau iritasi. Tapi satu hal yang pasti: kondisi ini mengganggu kenyamanan kamu, baik secara fisik maupun emosional.
Berikut ini adalah gejala-gejala utama vulvovaginitis yang perlu kamu waspadai:
1. Gatal dan Iritasi di Area Vagina dan Vulva
Ini adalah gejala paling umum. Rasa gatal bisa terasa ringan hingga sangat mengganggu, bahkan membuat kamu sulit tidur atau menjalani aktivitas sehari-hari. Iritasi biasanya disertai kemerahan dan pembengkakan pada area genital..
2. Keputihan Tidak Normal
Setiap wanita memiliki keputihan alami, tapi vulvovaginitis membuat keputihan berubah dalam warna, tekstur, dan bau. Tanda-tanda keputihan yang tidak normal bisa berupa:
-
Putih kental seperti keju cottage (biasanya karena infeksi jamur)
-
Kuning kehijauan dan berbusa (umum pada infeksi trikomoniasis)
-
Keabu-abuan dan berbau amis (ciri bacterial vaginosis)
3. Bau Tidak Sedap dari Vagina
Bau tajam atau amis dari vagina bisa menjadi petunjuk bahwa ada gangguan keseimbangan flora normal. Hal ini sering membuat wanita merasa tidak percaya diri atau khawatir berlebih saat berinteraksi sosial.
4. Nyeri atau Perih Saat Buang Air Kecil
Beberapa penderita vulvovaginitis mengeluhkan rasa perih seperti terbakar saat buang air kecil, mirip seperti sensasi saat kulit terkena luka lalu disiram alkohol.
5. Nyeri Saat Berhubungan Intim (Dyspareunia)
Hubungan intim yang biasanya nyaman bisa terasa menyakitkan jika kamu mengalami vulvovaginitis. Rasa nyeri ini bisa disebabkan oleh peradangan, luka, atau kekeringan pada area vagina.
6. Kemerahan dan Bengkak di Area Genital
Tampilan vulva bisa berubah: tampak lebih merah, membengkak, dan terasa hangat. Kadang-kadang juga disertai luka lecet kecil karena garukan berulang.
7. Rasa Terbakar atau Panas di Area Vagina
Ini bisa muncul saat duduk, berjalan, atau bahkan saat tidak melakukan aktivitas apa pun. Rasa terbakar ini menandakan adanya peradangan aktif.
8. Gejala pada Anak Perempuan
Anak-anak yang belum mengalami pubertas juga bisa mengalami vulvovaginitis, biasanya karena kurang menjaga kebersihan atau penggunaan sabun keras. Gejala pada anak meliputi:
-
Gatal dan kemerahan di sekitar vagina
-
Keputihan ringan atau bau tak sedap
-
Iritasi saat buang air kecil
-
Mengeluh nyeri saat duduk atau bergerak
Penyebab Vulvovaginitis
Vulvovaginitis bisa disebabkan oleh banyak hal. Berikut adalah penyebab yang paling umum:
-
Infeksi jamur (kandidiasis vaginalis)
-
Infeksi bakteri (bacterial vaginosis)
-
Infeksi parasit (trikomoniasis)
-
Iritasi bahan kimia
-
Kurangnya kebersihan atau kelembaban berlebih
-
Perubahan hormonal
Pengobatan Vulvovaginitis
Pengobatan harus disesuaikan dengan penyebabnya:
-
Infeksi jamur: Obat antijamur seperti clotrimazole atau fluconazole, tersedia dalam bentuk salep atau kapsul oral.
-
Infeksi bakteri: Antibiotik seperti metronidazole atau clindamycin.
-
Trikomoniasis: Pengobatan dengan antibiotik oral seperti metronidazole.
-
Iritasi non-infeksi: Hindari pemicu iritasi, jaga kebersihan, dan gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat.
Penting untuk tidak sembarangan membeli obat tanpa pemeriksaan terlebih dahulu, karena salah pengobatan bisa memperparah kondisi. Jika kamu mengalami gejala berulang atau tidak membaik setelah pengobatan, segera periksakan diri.
Saatnya Konsultasi ke Klinik Kirana
Kalau kamu mengalami gejala seperti keputihan tidak normal, rasa gatal, atau nyeri saat buang air kecil, jangan ragu untuk datang ke Klinik Kirana. Kami punya tim medis yang berpengalaman, fasilitas pemeriksaan lengkap, dan suasana yang nyaman untuk membantu kamu menangani masalah kewanitaan secara menyeluruh. Jangan tunggu sampai makin parah—dapatkan solusi yang tepat, cepat, dan empatik di Klinik Kirana.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Vaginitis. Retrieved from https://www.cdc.gov/std/vaginitis
- World Health Organization. (2022). Sexually transmitted infections (STIs). Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
- Mayo Clinic. (2023). Vaginitis. Retrieved from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginitis
- NHS UK. (2022). Vaginitis and vulvovaginitis. Retrieved from https://www.nhs.uk/conditions/vaginitis/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.