Ya, penderita Gonore tetap bisa memiliki anak. Namun, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan karena terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan kemandulan baik pada pria maupun wanita akibat komplikasi Gonore.
Kesuburan dan peluang memiliki anak bergantung pada seberapa cepat Gonore didiagnosis dan diobati. Jika ditangani sejak dini dan tuntas, maka penderita Gonore masih bisa memiliki anak. Simak semuanya di artikel ini.
Apakah Gonore Bisa Menyebabkan Kemandulan?
Ya, Gonore dapat menyebabkan kemandulan baik pada pria maupun wanita jika tidak diobati atau terjadi komplikasi Gonore. Jadi, garis besarnya:
-
Penderita Gonore bisa punya anak: jika penderita Gonore mendapatkan penanganan dan pengobatan Gonore sampai tuntas serta benar-benar sembuh.
-
Penderita Gonore bisa menjadi mandul: jika Gonore tidak langsung ditangani sehingga menyebabkan komplikasi. Komplikasi inilah yang mengganggu kesuburan sehingga menyebabkan infertilitas (kemandulan).
Pada pria, komplikasi gonore seperti epididimitis atau orchitis dapat menyebabkan peradangan pada saluran reproduksi. Peradangan yang berlangsung lama dapat menimbulkan jaringan parut yang mengganggu aliran sperma. Walaupun kasusnya jarang terjadi, kondisi ini tetap dapat menurunkan kesuburan atau menyebabkan kemandulan.
Sementara pada wanita, gonore lebih berisiko tinggi menyebabkan kemandulan. Infeksi yang tidak diobati dapat menyebar ke rahim dan saluran tuba sehingga menyebabkan penyakit radang panggul (PID).
PID dapat menimbulkan kerusakan dan penyumbatan pada saluran tuba sehingga menghambat pembuahan atau meningkatkan risiko kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).
Apa yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Kemandulan Akibat Gonore?
Jika Anda terinfeksi Gonore, segera lakukan hal berikut untuk mencegah kemandulan:
-
Segera berobat ke dokter: Anda harus berobat Gonore ke klinik kelamin, rumah sakit, atau praktik dokter kulit dan kelamin (Sp.KK). Jangan tunggu sampai parah.
-
Ikuti regimen pengobatan dokter: Anda harus mengikuti semua aturan pengobatan dari dokter. Minum obat sesuai dosis, waktu, dan anjurannya. Jika memang harus dihabiskan, obat harus terus diminum sampai habis walaupun Anda merasa sudah sembuh saat minum setengahnya.
-
Hindari semua aktivitas seks selama pengobatan: Anda wajib stop berhubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral selama belum sembuh. Hubungan seks saat belum dinyatakan sembuh total dapat bermuara pada kekambuhan Gonore.
-
Kelola dampak jangka panjang: Anda sebaiknya tetap mengelola dampak dari Gonore sekalipun sudah sembuh. Anda bisa segera konsultasi jika menemukan gejala atau keluhan pada kelamin Anda. Klinik Kirana menyediakan konsultasi online penyakit kelamin gratis yang bisa Anda manfaatkan. Kerahasiaan dan informasi dijamin aman.
Apakah Gonore Bisa Menular ke Janin?
Jika ibu hamil ternyata terinfeksi Gonore, maka Gonore tidak akan menular ke janin selama kehamilan. Namun, dapat menular ke bayi saat proses persalinan melalui jalan lahir.
Ini karena saat melahirkan bayi akan melewati vagina, yang mana merupakan tempat cairan kelamin mengandung Gonore. Pada skenario ini, bayi bisa tertular konjungtivitis Gonore dari ibu.
Infeksi konjungtivitis Gonore ini berisiko pada kebutaan bila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, pemeriksaan dan pengobatan gonore selama kehamilan sangat penting dan aman dilakukan di bawah pengawasan dokter.
Waspadai Gonore untuk Hindari Kemandulan!
Itulah semua fakta tentang pengaruh Gonore terhadap kesuburan penderitanya, baik pria maupun wanita. Gonore dapat menyebabkan penderitanya mandul, terlebih bagi wanita. Namun ini semua bisa dicegah dengan mengobati Gonore sedini mungkin dan sampai tuntas.
Jika Anda memiliki gejala infeksi menular seksual (IMS) namun tidak yakin, segera konsultasi dengan ahli. Klinik Kirana menyediakan konsultasi online penyakit kelamin gratis setiap hari melalui formulir ataupun WhatsApp. Identifikasi lebih dini, obati lebih cepat, dan cegah kemandulan akibat Gonore dari sekarang.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Smolarczyk K, et al. Int J Mol Sci. 2021;22(4):2170. Gonorrhea impact on PID and female fertility. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7926516/
- Liu B, et al. Clin Infect Dis. Gonorrhea and risk of ectopic pregnancy and tubal infertility. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30778532/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.