Menurut Drugs.com, terdapat beberapa rekomendasi obat sifilis untuk pria dan wanita yang aman, seperti Doxycycline, Penicillin g benzathine, Ceftriaxone, Erythromycin, hingga Azithromycin. Semua obat ini memiliki dosisnya masing-masing yang juga disesuaikan dengan keadaan tiap pasien.
Artikel ini merangkum semua obat untuk sifilis baik untuk pria mapun wanita lengkap dengan dosis umum dari dokter. Simak di sini.
1. Penicillin g benzathine (Bicillin L-A)
Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), pengobatan utama untuk sifilis adalah antibiotik penisilin. Obat yang biasanya digunakan adalah benzathine penicillin G dengan dosis 2,4 juta unit yang diberikan melalui suntikan ke otot 1x saja.
Jika sifilis sudah berlangsung lebih dari 1 tahun (disebut sifilis laten lanjut atau sifilis tersier yang belum menyerang saraf), pengobatannya juga menggunakan penicillin. Dosisnya adalah 2,4 juta unit melalui suntikan ke otot, tetapi diberikan 1x setiap minggu selama 3 minggu berturut-turut.
Jadi, penicillin sebagai obat utama sifilis digunakan dengan dosis:
-
Sifilis stadium awal (sifilis primer, sekunder, atau laten stadium awal) dosisnya sebanyak 2,4 juta unit disuntikkan ke otot 1x saja.
-
Sifilis stadium laten (tersier) dosisnya 2,4 juta unit disuntikkan ke otot 1x setiap minggu selama 3 minggu berturut-turut.
Suntikan ini biasanya diberikan di fasilitas kesehatan oleh tenaga medis.
Baca Juga: Mengenal Stadium Sifilis dari Primer Hingga Tersier
Penisilin G benzatin dapat menyebabkan efek samping serius. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami:
-
Sakit perut parah, diare yang encer atau berdarah (bahkan jika terjadi beberapa bulan setelah dosis terakhir Anda)
-
Mati rasa atau kelemahan mendadak di satu sisi tubuh, nyeri dada, masalah penglihatan, keseimbangan, atau bicara
-
Mati rasa, nyeri terbakar, atau sensasi kesemutan
-
Detak jantung cepat, lambat, atau tidak teratur, pingsan, pernapasan lambat (pernapasan dapat berhenti), kesulitan bernapas, batuk mendadak atau batuk berdarah
-
Pembengkakan, memar, perdarahan, lepuh, pengelupasan, perubahan warna, benjolan atau perubahan kulit yang menyakitkan di tempat obat disuntikkan
-
Kejang, kebingungan, kesulitan untuk tetap terjaga, agitasi, halusinasi (melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata), ketakutan yang ekstrem
-
Kulit pucat atau kekuningan, memar atau perdarahan, urin berwarna gelap
-
Masalah ginjal, masalah buang air kecil, impotensi, atau masalah seksual
-
Jumlah sel darah rendah ditandai dengan demam, menggigil, kelelahan, mudah memar, perdarahan yang tidak biasa, kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas.
Sementara efek samping umum penisilin, seperti mual, muntah, diare, gatal, berkeringat, kemerahan (rasa hangat tiba-tiba, kemerahan, atau rasa kesemutan), sakit kepala, bengkak atau perdarahan di tempat suntikan diberikan.
2. Doxycycline (Acticlate, Doxy-100)
Jika seseorang alergi terhadap penisilin, dokter dapat memberikan antibiotik lain sebagai pengganti, yaitu:
-
Doxycycline: diminum 100 mg, 2x sehari selama 14 hari.
-
Tetracycline: diminum 500 mg, 4x sehari selama 14 hari.
Sementara menurut guideline WHO, dosis doxycycline yang efektif adalah 100 mg diminum 2x sehari selama 30 hari berturut-turut. Namun, ini tidak direkomendasikan bagi ibu hamil. Jadi, Anda sebaiknya tetap berkonsultasi terlebih dulu ke dokter kelamin untuk dosis yang tepat.
Adapun efek samping doxycycline yang paling umum, seperti mual dan muntah, sakit perut, kehilangan nafsu makan, diare ringan, ruam atau gatal pada kulit, penggelapan warna kulit, dan gatal atau keputihan pada vagina.
Jika mengalami efek samping berhari-hari dan tidak kunjung membaik, segera periksa ke layanan kesehatan atau klinik spesialis penyakit kelamin untuk penanganan lebih lanjut.
3. Ceftriaxone (Rocephin)
Ceftriaxone juga bisa menjadi pilihan obat sifilis untuk pria dan wanita yang tersedia di apotek. AAFP merekomendasikan dosis ceftriaxone untuk sifilis adalah diberikan melalui suntikan 1 gram sekali sehari selama 8–10 hari.
Untuk efek sampingnya, ceftriaxone bisa menimbulkan efek serius. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami:
-
Sakit perut parah, diare yang encer atau berdarah (bahkan jika terjadi beberapa bulan setelah dosis terakhir Anda)
-
Tanda-tanda infeksi baru (demam, menggigil, berkeringat)
-
Mual, muntah, nyeri di perut bagian atas yang menjalar ke punggung
-
Kulit pucat atau kekuningan, urin berwarna gelap
-
Masalah pernapasan baru atau memburuk (mengi, sesak napas)
-
Gangguan sel darah, sakit kepala, nyeri dada, pusing, lemas, kesemutan atau mati rasa yang parah
-
Masalah ginjal atau kandung kemih, yaitu nyeri di sisi atau punggung bawah yang menjalar ke selangkangan, darah dalam urin, buang air kecil yang nyeri atau sulit, sedikit atau tidak ada urin.
Sementara efek samping yang umum adalah seperti gejala gangguan sel darah, diare, gatal atau keputihan pada vagina, rasa hangat, kencang, atau benjolan keras di tempat suntikan , ruam, hingga hasil tes fungsi hati yang abnormal.
4. Erythromycin (EES, ERY-Tab)
AAFP merekomendasikan dosis erythromycin untuk sifilis yaitu diminum 500 mg, 4x sehari selama 14 hari berturut-turut.
Beberapa efek samping serius dari erythromycin pada penyakit sifilis adalah:
-
Sakit perut parah, diare encer atau berdarah (bahkan jika terjadi beberapa bulan setelah dosis terakhir Anda)
-
Sakit kepala disertai nyeri dada dan pusing parah, pingsan, detak jantung cepat atau berdebar-debar
-
Kejang
-
Pankreatitis, yaitu nyeri hebat di perut bagian atas yang menjalar ke punggung, mual, dan muntah
-
Masalah hati, kehilangan nafsu makan, sakit perut (sisi kanan atas), kelelahan, mudah memar atau berdarah, urin berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, penyakit kuning (kulit atau mata menguning).
Efek samping serius mungkin lebih mungkin terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, termasuk kehilangan pendengaran, atau detak jantung cepat yang mengancam jiwa.
Jika mendapati efek-efek di atas, segera hubungi dokter spesialis kelamin untuk mendapat penanganan tepat.
5. Azithromycin
Drugs.com merekomendasikan Azithromycin sebagai pengobatan alternatif untuk pasien yang alergi Penicillin untuk mengobati sifilis stadium awal (sifilis primer, sekunder, dan laten dini).
Obat ini harus digunakan dengan hati-hati dan hanya boleh dipakai jika terapi Penicillin, Doxycycline, atau Ceftriaxone tidak memungkinkan.
Adapun dosis yang direkomendasikan pada dewasa dan remaja untuk mengobati sifilis stadium awal adalah sebanyak 2 g secara oral sebagai dosis tunggal (sekali minum).
Drugs.com menyebut obat ini tidak direkomendasikan untuk laki-laki yang berhubungan seks sesama laki-laki (LSL) dan juga pasien hamil.
Obati Sifilis dengan Aman di Klinik Kirana
Itulah rekomendasi obat-obatan untuk sifilis yang bisa Anda beli di apotek dan menggunakannya di rumah. Perlu diperhatikan bahwa setiap obat mungkin memiliki dosisnya masing-masing sesuai dengan kebutuhan tiap individu.
Untuk pengobatan sifilis yang lebih aman dan terjamin kesembuhannya, berobatlah di Klinik Kirana. Dokter profesional kami sudah menangani berbagai macam IMS, seperti gonore, herpes, klamidia, sifilis, dan banyak lagi. Anda bisa konsultasi online gratis terlebih dulu dengan mengisi form konsultasi atau langsung hubungi tim kami melalui WhatsApp.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Syphilis — STI Treatment Guidelines. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/std/treatment-guidelines/syphilis.htm
- World Health Organization. (2016). Recommendations for treatment of Treponema pallidum (syphilis). In WHO guidelines for the treatment of Treponema pallidum (syphilis). World Health Organization. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK384905/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.