Mengobati klamidia yang efektif memerlukan beberapa langkah penting dari awal hingga akhir. Anda pertama-tama harus melakukan tes untuk memastikan apakah Anda mengidap klamidia atau IMS lain, atau justru beberapa IMS sekaligus.
Setelah diagnosa sudah tepat, barulah Anda bisa melakukan pengobatan klamidia. Proses pengobatan ini tentunya harus dilakukan sesuai regimen dari dokter spesialis kulit dan kelamin. Simak informasinya di artikel ini.
1. Tes dan Diagnosis
Langkah pertama dan utama sebelum ke pengobatan adalah mengecek diri Anda apakah benar mengidap klamidia atau mungkin IMS lain, atau bahkan dua IMS sekaligus. Diagnosis klamidia dilakukan dengan tes laboratorium yang disebut NAAT (Nucleic Acid Amplification Test). Ini adalah metode paling sensitif dan akurat.
Jenis sampel yang digunakan:
-
Urine (terutama pada pria)
-
Swab vagina (wanita)
-
Swab uretra, rektal, atau tenggorokan jika ada risiko paparan
Tes ini penting untuk dilakukan, terutama jika Anda:
-
Aktif secara seksual dan berusia <25 tahun
-
Memiliki pasangan seksual baru atau lebih dari satu
-
Pasangan didiagnosis IMS
-
Wanita hamil (sebagai bagian skrining prenatal)
Karena banyak kasus tidak bergejala, tes rutin sangat penting untuk mencegah komplikasi. Anda bisa datang ke rumah sakit atau penyedia layanan kesehatan serupa untuk melakukan tes IMS.
2. Pengobatan Antibiotik
Pengobatan Antibiotik yang Efektif untuk klamidia menurut studi adalah doxycycline, azithromycin, erythromycin, ofloxacin, levofloxacin, dan amoxicillin. Obat tersebut tidak semuanya diminum, melainkan pilih salah satu saja.
Regimen utama menurut rekomendasi CDC adalah:
-
Doxycycline 100 mg, diminum 2x sehari selama 7 hari.
-
Alternatif (jika tidak cocok dengan doxycycline): Azithromycin 1 gram, dosis tunggal atau Levofloxacin diminum selama 7 hari.
Selengkapnya: 6 Obat Klamidia yang Tersedia di Apotek dan Dosisnya
Khusus bagi ibu hamil, obat yang direkomendasikan adalah Azithromycin 1 gram dosis tunggal karena lebih aman. Namun, ibu hamil sebaiknya mengobati klamidia dengan dokter kelamin, bukan secara mandiri.
3. Pemeriksaan Ulang (Retesting)
Walaupun sudah sembuh, seseorang bisa terinfeksi kembali jika pasangan tidak ikut diobati. Atau, jika Anda berhubungan seks dengan banyak orang, maka bisa meningkatkan risiko terinfeksi kembali.
Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan ulang sekitar 3 bulan setelah pengobatan, terutama karena reinfeksi cukup sering terjadi di rentang periode tersebut. Sementara pada ibu hamil, tes ulang biasanya dilakukan lebih cepat untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh.
4. Pencegahan Kekambuhan (Reinfeksi)
Setelah pengobatan selesai dan pemeriksaan ulang sudah dilakukan, Anda perlu melakukan langkah preventif untuk menghindari kekambuhan (reinfeksi) klamidia. Kekambuhan biasanya bukan karena antibiotik gagal, tetapi karena terinfeksi kembali dari pasangan yang belum diobati.
Sebagai langkah pencegahan, Anda bisa melakukan:
-
Gunakan kondom secara konsisten dan benar
-
Lakukan tes rutin jika aktif secara seksual
-
Batasi jumlah pasangan seksual
-
Pastikan pasangan mendapat pengobatan bersamaan
-
Jangan berbagi sex toys tanpa perlindungan dan pembersihan yang benar
Tips Selama Masa Pengobatan Klamidia
Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan selama masa pengobatan agar efektif dan tidak terjadi penularan ulang:
-
Hindari hubungan seksual (vaginal, anal, oral) sampai 7 hari setelah dosis tunggal atau sampai menyelesaikan 7 hari antibiotik
-
Pastikan pasangan seksual dalam 60 hari terakhir juga diperiksa dan diobati
-
Minum antibiotik sampai habis meskipun gejala membaik
-
Jaga kebersihan, terutama area kelamin Anda
-
Jaga imun tubuh Anda karena penyakit akan lebih mudah masuk ketika imun tubuh melemah. Untuk bagian ini, Anda bisa melakukan olahraga rutin, hindari rokok dan alkohol, serta makan makanan bergizi
Obati Klamidia dengan Aman di Klinik Kirana
Pengobatan klamidia di atas sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis profesional untuk menghindari komplikasi ataupun efek samping berbahaya. Untuk mendapatkan pengobatan yang terpercaya dan terjamin, berobatlah di Klinik Kirana. Kami menangani semua jenis penyakit kelamin, baik klamidia, gonore, sifilis, dan lainnya.
Konsultasi online penyakit kelamin di Klinik Kirana juga tersedia gratis untuk Anda. Anda bisa bertanya langsung dengan klik tombol WhatsApp di atas dan sampaikan keluhan Anda kepada kami. Kerahasiaan dan informasi Anda dijamin aman.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Chlamydial infections — STI treatment guidelines. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/std/treatment-guidelines/chlamydia.htm
- National Health Service. Chlamydia. NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/chlamydia/
- Tudor, M. E., Al Aboud, A. M., Leslie, S. W., & Gossman, W. (2024). Chlamydia. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK379708/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.