Gonore, klamidia, dan trikomoniasis menjadi tiga penyakit kelamin pada wanita yang paling sering terjadi dan patut diwaspadai. Penyakit kelamin pada wanita sangat berbahaya karena sering terjadi komplikasi akibat IMS, termasuk infertilitas dan nyeri panggul kronis yang dapat berdampak seumur hidup.
Menurut Jurnal PubMed Central, wanita lebih rentan terkena infeksi menular seksual daripada pria. Ini disebabkan anatomi urogenital wanita yang lebih terbuka dibanding pria sehingga rentan terhadap IMS. Terlebih lagi, mukosa vagina bertekstur tipis, halus, dan mudah ditembus oleh agen infeksius.
Kenali berbagai penyakit kelamin pada wanita serta gejala dan pengobatan singkatnya melalui artikel ini. Pahami juga faktor penyebab penyakit kelamin sehingga Anda lebih paham pencegahannya.
Penyakit Kelamin Wanita & Gejalanya
Berikut ini beberapa penyakit kelamin yang umum dialami oleh para wanita:
1. HPV
Human papillomavirus (HPV) adalah virus umum yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh Anda. Dari 100 jenis, ada sekitar 30 jenis HPV yang dapat menyerang alat kelamin, termasuk vulva, vagina, serviks, penis, dan skrotum, serta rektum dan anus Anda.
HPV sangat umum sehingga sebagian besar orang yang aktif secara seksual bahkan tidak pernah tahu bahwa mereka mengidapnya. Pada wanita, HPV dapat menyebabkan kanker, seperti kanker serviks, vulva, dan vagina. Namun, ini dapat dideteksi dini dengan Pap smear atau skrining HPV.
Beberapa gejala HPV yang biasanya timbul pada wanita, seperti:
-
Kutil kelamin atau benjolan kecil di area kelamin atau anus
-
Keputihan yang tidak normal, bisa berwarna pucat, encer, merah muda, cokelat, berdarah, atau berbau busuk
-
Pendarahan vagina juga dapat menjadi tanda abnormal pada serviks atau kanker
-
Nyeri di area panggul atau selama hubungan seksual dapat menjadi gejala tanda abnormal serviks
HPV tidak dapat disembuhkan dan tidak ada obatnya. Namun, sistem kekebalan tubuh Anda sangat efisien dalam membasmi virus tersebut. Sebagian besar infeksi HPV (sekitar 90%) dapat sembuh dalam waktu satu atau dua tahun.
2. Gonore
Gonore adalah penyakit kelamin yang berasal dari bakteri yang disebut Neisseria gonorrhoeae (N. gonorrhoeae). Orang yang aktif secara seksual dari segala usia dapat tertular gonore dan menularkannya kepada partner seksnya.
Beberapa gejala gonore yang mungkin terjadi pada wanita, seperti:
-
Keluarnya cairan berwarna kuning atau kehijauan dari vagina
-
Nyeri seperti terbakar saat buang air kecil (disuria)
-
Nyeri di perut bagian bawah
-
Pendarahan di antara periode menstruasi (jarang terjadi)
Gonore dapat diobati dengan pengobatan yang cepat melalui obat sesuai petunjuk dokter. Obat harus terus dikonsumsi hingga benar-benar sembuh, jangan berhenti ketika ketika sudah terasa membaik.
3. Klamidia
Klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penyebarannya terjadi melalui hubungan seksual serta cairan kelamin, misalnya berbagi mainan seks dengan orang yang terinfeksi.
Kebanyakan gejala klamidia muncul antara satu minggu dan tiga bulan setelah hubungan seks tanpa kondom. Pada wanita, gejala klamidia biasanya seperti:
-
Keluarnya cairan putih, kuning, atau abu-abu dari vagina yang mungkin berbau
-
Nanah dalam urin (piuria)
-
Meningkatnya keinginan untuk buang air kecil
-
Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil (disuria)
-
Pendarahan di antara periode menstruasi
-
Periode menstruasi yang menyakitkan
-
Sakit ketika berhubungan seksual (dispareunia)
-
Gatal atau rasa terbakar di dalam dan sekitar vagina
-
Rasa sakit tumpul di bagian bawah perut
Infeksi klamidia ini sejatinya dapat diobati dan disembuhkan. Namun, jika tidak diobati, klamidia dapat menyebabkan komplikasi serius dan menyebabkan kerusakan permanen pada organ reproduksi Anda.
Selengkapnya: Klamidia Pada Wanita: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
4. Herpes genital
Herpes genital adalah infeksi umum akibat herpes simpleks (HSV-1 dan HSV-2) yang menyebabkan luka atau melepuh pada alat kelamin.
Gejala herpes pada wanita mirip dengan gejala pada pria, di antaranya:
-
Lepuh, borok, atau luka biasanya muncul pertama kali di tempat virus masuk ke dalam tubuh
-
Pada wanita, luka ini mungkin muncul di sekitar mulut, vagina, serviks, saluran kemih, atau anus
-
Sensasi terbakar saat buang air kecil (disuria)
-
Kesulitan buang air kecil, jika luka menutupi uretra
-
Gatal dan nyeri di sekitar alat kelamin
Perlu diingat bahwa herpes tidak dapat disembuhkan sehingga sangat penting untuk melakukan pencegahan. Jika sudah terjangkit, ada beberapa cara untuk mengobatinya dan mencegahnya tersebar, seperti:
-
Gunakan pembersih ringan saat mandi atau berendam dengan air hangat
-
Jaga agar bagian yang terkena tetap bersih dan kering
-
Kenakan pakaian katun yang longgar agar area tersebut tetap nyaman
5. Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan parasit Trichomonas vaginalis umum. Trikomoniasis menyebar selama hubungan seksual melalui air mani dan cairan vagina. Penyakit ini dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat.
Gejala pada trikomoniasis tidak terlihat. Jadi, bisa jadi Anda tertular atau mungkin menulari orang lain tanpa sadar saat melakukan hubungan seksual. Namun, pada wanita ada beberapa ciri-ciri terjangkit trikomoniasis:
-
Keputihan berwarna putih, kekuningan, atau kehijauan, dan mungkin berbusa atau berbau amis
-
Gatal dan iritasi, nyeri, atau merah pada vulva dan vagina
-
Sakit saat buang air kecil disertai sensasi terbakar (disuria)
-
Nyeri saat berhubungan seksual
-
Pada beberapa kasus, leher rahim mungkin tampak merah dan bergelombang, menyerupai stroberi
Trikomoniasis dapat diobati dengan obat antibiotik untuk membunuh parasit yang menyebabkan infeksi. Trikomoniasis tidak akan hilang dengan sendirinya. Selama Anda terinfeksi, Anda dapat menularkan infeksi tersebut kepada pasangan seksual Anda sehingga penting bagi semua pasangan seksual untuk diobati untuk mencegah infeksi ulang.
Lalu, Apa Faktor Penyebab Penyakit Kelamin?
Penyakit kelamin tentunya ditularkan ketika berhubungan seksual dengan penderita IMS atau melalui kontak fisik pada luka penyakitnya. Namun, ada beberapa hal lain yang dapat menjadi faktor dalam penularannya.
Adapun menurut Jurnal Universitas Gadjah Mada, faktor utama penyakit kelamin adalah:
-
Berganti pasangan seksual lebih dari satu
-
Tidak menggunakan kondom pada saat berhubungan seksual
-
Melakukan hubungan seksual sebelum umur 20 tahun
Umumnya, remaja di bawah 20 tahun lebih berisiko terkena penyakit kelamin karena rendahnya pengetahuan tentang IMS, sehingga berisiko sebesar 1,7 kali untuk berhubungan seksual tanpa pengaman.
Ini tentunya meningkatkan risiko penularan IMS di kalangan remaja. Maka dari itu, pahamilah tentang IMS agar tahu akar penyebabnya sehingga paham pencegahannya.
Waspadai Penyakit Kelamin dan Cegah Lebih Dini
HPV, gonore, klamidia, herpes, dan trikomoniasis menjadi 5 penyakit kelamin yang paling umum terjadi pada wanita. Gejala dan pengobatan tiap penyakit dapat berbeda-beda, namun cara mencegahnya sama.
Anda hanya perlu melek soal infeksi menular seksual, berhubungan seksual dengan aman, setia pada satu partner seks, serta selalu menjaga kebersihan terutama bagian genital. Temukan lebih banyak artikel informatif seputar kesehatan dan penyakit kelamin di Artikel Medis Klinik Kirana.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Sexually transmitted infections (STIs) – https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
- Sexually Transmitted Infections (CDC) – https://www.cdc.gov/std/default.htm
- Bacterial Vaginosis - CDC Fact Sheet – https://www.cdc.gov/std/bv/stdfact-bacterial-vaginosis.htm
- Yeast infection (vaginal) (Mayo Clinic) – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/yeast-infection
- Trichomoniasis (NHS) – https://www.nhs.uk/conditions/trichomoniasis/
- Pelvic inflammatory disease (NHS) – https://www.nhs.uk/conditions/pelvic-inflammatory-disease-pid/
- Profil Kesehatan Indonesia 2022 (Kemenkes) – https://www.kemkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KESEHATAN_2022.pdf
- Cervicitis (Johns Hopkins Medicine) – https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/cervicitis
- What is Vaginitis? (Planned Parenthood) – https://www.plannedparenthood.org/learn/health-and-wellness/vaginitis
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.