Berhubungan seksual untuk yang pertama kali dapat berpengaruh pada tubuh wanita namun tidak begitu signifikan. Perubahan fisik wanita yang umum terjadi adalah vagina yang terasa sakit dan perih, payudara membesar, hingga otot paha lebih menegang.
Perubahan tubuh pada wanita setelah hubungan badan memang sangat normal terjadi, bahkan sejatinya Anda tidak perlu khawatir. Namun, ada beberapa kondisi di mana Anda harus waspada karena bisa jadi pertanda bahwa ada infeksi menular seksual. Ketahui semuanya di artikel ini.
1. Vagina Mengalami Pembengkakan
Vagina yang membengkak setelah berhubungan badan bisa karena beberapa hal, seperti:
-
Orgasme, di mana aliran darah meningkat di area vagina
-
Pengenduran pada vagina yang terjadi sebagai reaksi dari hilangnya selaput dara yang seharusnya menutup lubang vagina
-
Proses penetrasi yang mungkin agak kasar atau berlangsung dalam waktu yang lama
Tidak sampai situ saja, reaksi lain yang mengikuti pembengkakan ini adalah perubahan warna pada vagina. Perubahan ini terjadi ketika vagina mendapatkan penetrasi dari penis. Normalnya, kondisi tersebut akan berangsur memudar dalam beberapa saat setelah berhubungan.
2. Payudara Membesar
Efek berhubungan badan juga terjadi pada payudara. Contoh perubahan yang terjadi adalah pembesaran ukuran payudara. Penyebab utamanya adalah karena reaksi dari pembuluh darah dan jaringan yang membentuk payudara.
Bagi wanita, hal ini sangat wajar terjadi. Tidak hanya ketika atau setelah berhubungan badan bersama pasangan, payudara juga dapat membesar ketika sedang menyusui. Bahkan hal ini sudah terjadi sejak proses kehamilan sebagai bentuk dari reaksi hormon.
Meskipun begitu, aktivitas seksual dan hormon kehamilan tidak dapat memperbesar payudara secara permanen. Pembengkakan ini hanya bersifat sementara dan akan kembali ke ukuran semula.
3. Puting Menjadi Lebih Sensitif
Salah satu efek lain dari aktivitas seks terhadap tubuh wanita adalah meningkatnya sensitivitas puting payudara. Ketika terjadi rangsangan selama proses hubungan badan, puting akan menegang karena peningkatan aliran darah ke sekitar payudara.
Pada saat menegang, puting akan menjadi lebih sensitif ketika mendapat sentuhan langsung. Hal ini juga berlaku ketika mengalami orgasme dari aktivitas seksual bersama pasangan.
Puting yang lebih sensitif sangat wajar terjadi dan tidak berbahaya bagi Anda. Tidak ada yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi ini. Nantinya, kondisi puting akan kembali seperti semula seiring waktu.
4. Kram Perut
Selain pada vagina dan payudara, perut juga dapat mengalami reaksi berupa kram akibat dari kontraksi setelah berhubungan dengan pasangan. Hal ini sejatinya tidak berbahaya dan bisa kembali normal dalam beberapa waktu.
Kram perut bagian bawah (dekat rahim) bisa disebabkan karena orgasme saat berada di puncak aktivitas seksual. Selain itu, miringnya posisi rahim juga berpotensi memicu kram karena penetrasi dari penis rentan menabrak rahim.
Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kram perut setelah berhubungan seksual, seperti minum obat pereda nyeri, kompres perut bagian bawah, hingga full bed rest.
5. Lebih Mengantuk
Ketika mencapai orgasme, rasa nikmat akan meningkat pesat yang diikuti dengan penurunan hormon kortisol. Hormon kortisol adalah hormon yang mengatur tingkat stress sekaligus perubahan mood dan memori dalam otak.
Menurunnya hormon kortisol ini memberikan efek seperti mengantuk yang disertai dengan rasa lelah. Oleh karena itu, banyak orang yang mengatakan bahwa aktivitas seksual ini dapat bekerja dengan baik sebagai cara mempermudah sekaligus meningkatkan kualitas tidur.
Efek mengantuk ini berlaku baik di sisi pria maupun wanita. Sebuah studi mengatakan bahwa efek ini semakin kuat pada wanita dibanding pria setelah berhubungan badan.
6. Gatal di Sekitar area Genital

Selain soal pembengkakan pada vagina, efek gatal juga terkadang muncul di beberapa kondisi tertentu. Hal-hal yang mampu memicu rasa gatal antara lain:
-
Alergi, biasanya karena latex dari kondom
-
Vaginosis bakteri
-
Penurunan hormon estrogen
-
Indikasi penyakit menular seksual
Apabila rasa gatal hanya berlangsung 1-2 hari, maka tidak menjadi masalah. Akan tetapi, jika berlangsung selama berhari-hari dan tidak ada perubahan sedikit pun, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Bisa saja ada penyebab lain yang membelakangi terjadinya rasa gatal pada vagina.
7. Otot Paha Lebih Menegang
Perubahan badan setelah berhubungan pada wanita selanjutnya yaitu merasakan otot paha lebih menegang dari biasanya. Ketegangan paha, khususnya pada pangkal paha, bisa terjadi karena kontraksi otot selama aktivitas fisik yang intens, terutama saat mencapai orgasme.
Otot-otot paha bekerja lebih keras selama proses ini sehingga bisa terasa kaku atau seperti kram ringan setelahnya. Namun, perubahan ini biasanya tidak berlangsung lama dan akan mereda setelah tubuh beristirahat.
Anda bisa melakukan peregangan ringan, pijatan lembut, atau kompres dengan air hangat agar otot paha lebih rileks.
8. Vagina Terasa Nyeri
Tidak hanya gatal, rasa nyeri juga bisa terjadi setelah berhubungan badan sebagai reaksi dari beberapa penyebab, seperti:
-
Lecet pada vagina
-
Proses hubungan badan yang terlalu kasar
-
Kurangnya pelumas
-
Alergi terhadap kondom lateks
-
Kondisi kesehatan yang terganggu
-
Penggunaan pil KB
-
Otot panggul terlalu kencang
-
Menopause
-
Infeksi menular seksual (IMS)
Untuk infeksi menular seksual (IMS), gejalanya memang tidak secepat itu terasa. Setidaknya butuh waktu beberapa hari untuk menunjukkan gejala bahwa Anda terinfeksi IMS.
Beberapa infeksi menular seksual yang dapat menyerang adalah gonore, klamidia, herpes genital, dan masih banyak lagi. Penyebab rasa sakit pada vagina harus mendapat penanganan langsung dari dokter, khususnya jika muncul indikasi terkait penyakit seksual ini.
Konsultasi Gratis Kulit dan Kelamin di Klinik Kirana
Jika Anda memiliki gejala sakit serta nyeri pada kemaluan Anda dan tidak kunjung membaik, segera konsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Klinik Kirana menyediakan layanan konsultasi online gratis melalui WhatsApp. Hubungi tim kami sekarang dan sampaikan keluhan yang Anda rasakan.
Nantinya, dokter profesional kami akan memberikan rekomendasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda. Konsultasi sekarang untuk menghindari keterlambatan penanganan.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Hellosehat. Diakses 2023. 8 Perubahan Badan Setelah Berhubungan Intim yang Mungkin Terjadi
- Wahyuni, Faradita. Lumbantobing, Pratiwi. Santri P, Yuni Vivi. Pasaribu, Selly M. Diakses 2023. Hubungan Perawatan Payudara dengan Produksi ASI pada Ibu Nifas
- Halodoc. Diakses 2023. 5 Perubahan pada Tubuh Wanita Setelah Malam Pertama
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.