Waspada 9 Penyakit Kelamin Pria Beserta Gejalanya

Kesehatan July 16, 2025
SHARE ON
Waspada 9 Penyakit Kelamin Pria Beserta Gejalanya

Penyakit menular seksual (PMS) pada pria sering kali tidak menunjukkan gejala di awal, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infertilitas, nyeri kronis, hingga meningkatkan risiko tertular HIV. Seperti api yang membara di bawah abu, PMS bisa menyebar tanpa disadari jika tidak segera ditangani.

Data & Fakta Penyakit Kelamin Pria

Studi di Jakarta menunjukkan bahwa 16,2% pria yang berhubungan seks dengan pria (MSM) terdiagnosis sifilis pada kunjungan pertama ke klinik. Risiko meningkat pada mereka yang juga terinfeksi HIV.

1. Gonore

Gonore, atau kencing nanah, adalah salah satu infeksi menular seksual paling umum pada pria. Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyerang lapisan dalam saluran kemih, menyebabkan iritasi dan peradangan. Jika tidak diobati, infeksi ini dapat menyebar ke testis, prostat, atau bahkan darah.

Gejala:

  • Keluarnya cairan kental berwarna putih, kuning, atau hijau dari penis

  • Rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil

  • Pembengkakan atau nyeri pada testis

Penyebab:

  • Infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae

  • Penularan melalui hubungan seks vaginal, anal, atau oral tanpa kondom

Pengobatan:

  • Antibiotik yang diresepkan oleh dokter

  • Penting untuk menyelesaikan seluruh dosis meskipun gejala membaik

2. Klamidia

Klamidia adalah infeksi bakteri Chlamydia trachomatis yang sering tidak menunjukkan gejala pada pria. Namun, infeksi ini bisa merusak saluran sperma dan menurunkan kesuburan jika tidak segera diobati. Sering kali penderita baru sadar setelah pasangan menunjukkan gejala atau mengalami komplikasi.

Gejala:

  • Sering tanpa gejala

  • Jika muncul: nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan dari penis, nyeri pada testis

Penyebab:

  • Infeksi bakteri Chlamydia trachomatis

  • Penularan melalui hubungan seks tanpa kondom

Pengobatan:

  • Antibiotik oral sesuai resep dokter

  • Pasangan seksual juga perlu diperiksa dan diobati

3. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Pada pria, infeksi ini menyerang uretra dan bisa membuat saluran kemih terasa tidak nyaman. Meski ringan, infeksi ini bisa menular dengan mudah dan meningkatkan risiko tertular HIV.

Gejala:

  • Keluarnya cairan dari penis

  • Rasa gatal atau iritasi di dalam penis

  • Nyeri saat buang air kecil atau ejakulasi

Penyebab:

  • Infeksi parasit Trichomonas vaginalis

  • Penularan melalui hubungan seks tanpa kondom

Pengobatan:

  • Obat antiparasit seperti metronidazol

  • Hindari alkohol selama pengobatan untuk mencegah efek samping

4. Kutil Kelamin

Kutil kelamin muncul akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe berisiko rendah. Pada pria, kutil muncul di penis, skrotum, atau sekitar anus. Meski tidak berbahaya, kutil bisa mengganggu secara estetika dan psikologis serta menular dengan sangat mudah.

Gejala:

  • Benjolan kecil berwarna daging di area genital

  • Bisa tunggal atau berkelompok seperti kembang kol

Penyebab:

  • Infeksi virus HPV (Human Papillomavirus)

  • Penularan melalui kontak kulit saat hubungan seksual

Pengobatan:

  • Pengobatan topikal atau prosedur medis seperti krioterapi

  • Vaksinasi HPV dapat mencegah jenis HPV tertentu

5. Sifilis

Sifilis dikenal sebagai "peniru ulung" karena gejalanya sering mirip penyakit lain. Penyakit ini muncul dalam beberapa tahap, dan pada pria, dapat menyebabkan luka tanpa rasa sakit di penis atau sekitar anus. Bila dibiarkan, sifilis dapat merusak organ dalam seperti jantung dan otak.

Gejala:

  • Luka tidak nyeri di area genital, anus, atau mulut

  • Ruam kulit, demam, pembengkakan kelenjar getah bening

Penyebab:

  • Infeksi bakteri Treponema pallidum

  • Penularan melalui kontak langsung dengan luka sifilis saat berhubungan seks

Pengobatan:

  • Suntikan antibiotik, biasanya penisilin

  • Pengobatan dini penting untuk mencegah komplikasi serius

Tahapan Sifilis:

  • Sifilis Primer: Ditandai dengan munculnya satu atau beberapa luka kecil (chancre) yang tidak nyeri di area masuknya bakteri, seperti penis, anus, atau mulut. Luka ini biasanya muncul 10–90 hari setelah terpapar dan dapat sembuh sendiri dalam 3–6 minggu.

  • Sifilis Sekunder: Beberapa minggu setelah chancre sembuh, muncul ruam kulit yang tidak gatal di seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki. Gejala lain meliputi kelelahan, demam, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan rambut rontok. Gejala ini dapat hilang tanpa pengobatan, namun infeksi tetap ada.

  • Sifilis Laten: Tahap ini tidak menunjukkan gejala, tetapi bakteri tetap berada dalam tubuh. Tahap laten dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan hanya terdeteksi melalui tes darah.

  • Sifilis Tersier: Jika tidak diobati, sifilis dapat berkembang ke tahap ini, menyebabkan kerusakan serius pada organ tubuh seperti jantung, otak, saraf, dan pembuluh darah. Gejala dapat muncul 10–30 tahun setelah infeksi awal.

  • Neurosifilis: Merupakan komplikasi yang dapat terjadi pada tahap mana pun, di mana bakteri menyerang sistem saraf pusat. Gejala meliputi sakit kepala, perubahan perilaku, gangguan koordinasi, dan masalah penglihatan atau pendengaran

6. Herpes Kelamin

Herpes kelamin adalah infeksi akibat virus Herpes Simplex (HSV) yang menyerang kulit dan jaringan saraf di area genital pria. Setelah infeksi pertama, virus ini menetap di tubuh seumur hidup dan bisa kambuh berkala, terutama saat sistem imun menurun.

Gejala:

  • Luka atau lepuh di area genital atau anus

  • Gatal, nyeri, atau sensasi terbakar sebelum luka muncul

Penyebab:

  • Infeksi virus Herpes Simplex (HSV-1 atau HSV-2)

  • Penularan melalui kontak kulit saat berhubungan seks

Pengobatan:

  • Obat antivirus untuk mengurangi gejala dan frekuensi kambuh

  • Tidak ada obat yang menyembuhkan, namun pengobatan dapat mengelola kondisi

7. Balanitis

Balanitis adalah peradangan pada kepala penis, sering terjadi pada pria yang tidak disunat dan kurang menjaga kebersihan. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat infeksi jamur, bakteri, atau reaksi alergi terhadap sabun atau pelumas.

Gejala:

  • Kemerahan, pembengkakan, atau nyeri pada kepala penis

  • Keluarnya cairan atau bau tidak sedap

Penyebab:

  • Infeksi bakteri atau jamur

  • Kurangnya kebersihan atau iritasi dari produk tertentu

Pengobatan:

  • Krim antibiotik atau antijamur

  • Menjaga kebersihan area genital

8. Epididimitis

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, saluran di belakang testis tempat penyimpanan sperma. Pada pria aktif seksual, kondisi ini sering disebabkan oleh klamidia atau gonore, dan dapat menyebabkan nyeri hebat serta bengkak pada satu sisi skrotum.

Gejala:

  • Nyeri dan pembengkakan pada satu sisi skrotum

  • Demam dan rasa tidak nyaman saat buang air kecil

Penyebab:

  • Infeksi bakteri, sering kali akibat PMS seperti klamidia atau gonore

  • Cedera atau penggunaan kateter

Pengobatan:

  • Antibiotik dan istirahat

  • Mengangkat skrotum dan kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri

9. Orchitis

Orchitis adalah peradangan pada testis yang dapat terjadi akibat virus atau penyebaran infeksi bakteri. Pria dengan infeksi saluran kemih atau epididimitis yang tidak diobati berisiko mengalami orchitis. Kondisi ini menyakitkan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada testis.

Gejala:

  • Nyeri dan pembengkakan pada testis

  • Demam dan mual

Penyebab:

  • Infeksi virus, seperti gondongan

  • Infeksi bakteri yang menyebar dari epididimitis

Pengobatan:

  • Obat antivirus atau antibiotik, tergantung penyebab

  • Istirahat dan pengelolaan nyeri

Jika Terindikasi Gejala, Segera Hubungi Dokter Spesialis!

Penyakit kelamin pada pria bisa berdampak serius jika tidak segera ditangani. Jangan tunggu gejala makin parah, segera periksakan diri ke Klinik Kirana jika kamu merasa berisiko atau mengalami tanda-tanda infeksi. Tim medis kami siap memberikan pemeriksaan menyeluruh, pengobatan yang tepat, dan pendampingan dengan pendekatan yang aman, nyaman, dan profesional.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • WHO - Sexually transmitted infections (STIs) – https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
  • CDC - Gonorrhea – https://www.cdc.gov/std/gonorrhea/default.htm
  • CDC - Chlamydia – https://www.cdc.gov/std/chlamydia/default.htm
  • CDC - Trichomoniasis – https://www.cdc.gov/std/trichomonas/default.htm
  • CDC - Genital Herpes – https://www.cdc.gov/std/herpes/default.htm
  • CDC - Syphilis – https://www.cdc.gov/std/syphilis/default.htm
  • CDC - HPV (Human Papillomavirus) – https://www.cdc.gov/hpv/index.html
  • Kemenkes RI - Pusat Data dan Informasi Kesehatan – https://pusdatin.kemkes.go.id
  • Kemenkes RI - Panduan Penatalaksanaan IMS – https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/Panduan_IMS.pdf
  • NHS UK - Epididymitis – https://www.nhs.uk/conditions/epididymitis/
  • NHS UK - Balanitis – https://www.nhs.uk/conditions/balanitis/

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait