7 Cara Penularan HPV yang Wajib Diketahui Sebagai Langkah Pencegahan

Kesehatan July 16, 2025
SHARE ON
7 Cara Penularan HPV yang Wajib Diketahui Sebagai Langkah Pencegahan

HPV merupakan salah satu virus yang mudah untuk menyebar namun gejalanya sulit atau bahkan tidak terlihat. Bisa saja Anda terkena HPV namun tidak bergejala, atau gejalanya baru terlihat beberapa bulan selanjutnya.

Inilah pebtingnya mengetahui cara penularan HPV sehingga Anda mampu mencegahnya sebelum terjangkit. Simak selengkapnya pada artikel ini.

Hubungan Seksual

HPV paling umum menular melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi HPV, baik itu penetrasi pada vagina maupun anal. Penyebaran virusnya melalui kontak kulit ke kulit di area genital. Penularan bahkan tetap bisa terjadi walaupun tanpa penetrasi penuh atau tanpa adanya gejala seperti kutil.

Kendati menggunakan kondom saat berhubungan badan, HPV dapat tetap menular. Ini karena HPV juga bisa menular lewat kontak kulit di sekitar alat kelamin yang tidak tertutup kondom, seperti bagian selangkangan, anus, dan pangkal paha.

Fingering atau Handjob

Aktivitas seksual dengan tangan seperti fingering atau handjob dapat menularkan HPV, namun dengan risiko penularan sangat rendah. Fingering atau handjob tetap memungkinkan penularan HPV jika jari menyentuh area yang terinfeksi, misalnya pada selangkangan atau anus, dan kemudian menyentuh bagian tubuh lain tanpa mencuci tangan terlebih dulu.

Penularan akan semakin mudah jika ada luka kecil atau iritasi pada kulit. Luka terbuka lebih mudah dimasuki virus, tidak terkecuali virus HPV. Selain itu, penularan lebih mungkin jika ada terdapat kontak langsung dengan kutil aktif atau cairan tubuh yang membawa virus.

Seks Oral

Seks oral juga merupakan salah satu jalur penularan HPV karena virus dapat berpindah dari alat kelamin ke mulut dan tenggorokan. Ini bisa menyebabkan infeksi HPV oral yang dalam kasus tertentu dapat berkembang menjadi kanker di area orofaring (tenggorokan, amandel, atau dasar lidah).

Penularannya sering kali tidak ada gejala, tetapi infeksi bisa menetap dalam waktu yang lama. Risiko ini akan meningkat apabila:

  • Melakukan oral seks tanpa pengaman

  • Memiliki banyak pasangan seksual

  • Adanya luka/mukosa di mulut

Seks Anal

Seks anal memiliki risiko penularan yang sangat tinggi karena kulit di sekitar anus lebih sensitif dan mudah terluka, sehingga virus lebih mudah masuk. Infeksi HPV di area ini bisa menimbulkan kutil dan dalam jangka panjang dapat memicu kanker anus.

Seks anal menjadi jalur penularan paling umum terjadi, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti pria yang berhubungan dengan pria atau orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Berbagi Barang Bersama

Berbagi barang bersama, seperti mainan seks, dapat secara teoritis menularkan HPV walaupun risikonya relatif kecil dan lebih relevan jika barang tersebut bersentuhan langsung dengan area genital dan tidak dibersihkan terlebih dahulu.

Barang-barang yang berpotensi menularkan HPV:

  • Mainan seks yang digunakan bergantian tanpa dibersihkan

  • Handuk atau kain yang digunakan bersama, terutama dipakai pada area kemaluan

  • Pakaian dalam atau celana ketat yang mengalami kontak langsung dengan area kemaluan

Perlu diketahui, HPV tidak menular melalui:

  • Dudukan toilet

  • Kolam renang

  • Piring, sendok, atau gelas

  • Pakaian biasa

  • Bersalaman atau pelukan

HPV tidak tahan lama di permukaan benda mati dan tidak menyebar lewat aliran air atau keringat. Jadi, benda-benda umum seperti itu tidak akan menyebabkan penularan HPV.

Menyentuh Kutil HPV

Menyentuh kutil HPV, baik pada tubuh sendiri maupun orang lain, juga bisa menyebabkan penularan, terutama jika tangan kemudian menyentuh area tubuh lain atau luka terbuka. Kutil bisa menyebar secara lokal dari satu bagian tubuh ke bagian lain, misalnya dari tangan ke wajah atau dari area kelamin ke anus.

Untuk menghindarinya, selalu cuci tangan sampai bersih menggunakan sabun setelah melakukan aktivitas seks sebelum menyentuh area lainnya.

Penularan dari Ibu ke Bayi

Terakhir, HPV juga dapat menular dari ibu ke bayi saat proses persalinan, meskipun kasus ini sangat jarang terjadi. Bayi bisa terpapar HPV dari saluran lahir jika ibu mengidap infeksi aktif, terutama dengan kutil di vagina/leher rahim.

Penularan perinatal ini dapat menyebabkan kondisi langka bernama papillomatosis laryngeal, yaitu pertumbuhan kutil pada saluran pernapasan bayi yang bisa mengganggu pernapasan.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil dengan HPV aktif untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan metode persalinan yang paling aman.

Ketahui Cara Penularan untuk Tahu Cara Mencegahnya

Itulah beberapa cara penularan dari virus HPV mulai dari tingkat risiko tinggi hingga rendah. Kendati ada beberapa cara dengan risiko penularan rendah, Anda harus tetap berhati-hati karena potensi penyebaran HPV tetap ada.

Sebagai langkah pencegahan, hindarilah hal-hal mungkin untuk dilakukan di atas, terutama hubungan seks dengan penderita HPV. Untuk mengetahui apakah terinfeksi HPV atau tidak, Anda bisa melakukan tes Pap smear (wanita maupun pria) secara rutin serta tes HPV DNA.

Lebih baik lagi, sebaiknya Anda mendapatkan vaksin HPV sebelum aktif secara seksual. Temukan lebih banyak artikel informatif seputar kesehatan dan penyakit kelamin di Artikel Medis Klinik Kirana.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Human papillomavirus: StatPearls. (n.d.). In StatPearls. Retrieved from NCBI Bookshelf.
  • Marques, S., D., P., & Coelho, R. (2020). Non‑sexual HPV transmission and role of vaccination for a better control. Experimental and Therapeutic Medicine.
  • She, X., et al. (2023). Transmission and clearance of human papillomavirus infection in perinatal contexts: vertical and horizontal pathways. BMC Infectious Diseases?
  • Smith, A. B., & Miller, C. D. (2023). Horizontal and vertical transmission dynamics of HPV in clinical settings. Clinical Infectious Diseases, 56(10), 1451–1458.

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait