5 Langkah Pengobatan Herpes Zoster yang Tepat & Pencegahan Kambuhnya
Pengobatan herpes zoster dapat dilakukan dengan pemberian obat oral, obat topikal, hingga pengobatan rumahan dengan bahan-bahan alami. Selain pemberian obat, ada juga beberapa langkah lain dalam proses penyembuhan.
Simak artikel berikut untuk mengetahui langkah pengobatan herpes zoster yang tepat serta langkah untuk mencegah kekambuhan.
Cara Mengobati Herpes Zoster
Pengobatan di bawah dilakukan ketika Anda sudah terdiagnosa herpes zoster. Jika belum pasti, silakan periksa diri Anda ke dokter kulit.
Anda bisa memeriksakan diri Anda ke Klinik Kirana spesialis kulit dan kelamin. Klik tombol Whatsapp untuk mulai konsultasi.
Berikut cara mengobati herpes zoster ketika Anda memang benar sudah terjangkit:
1. Obat antiviral
Obat antiviral bertujuan untuk memperpendek durasi penyakit, mengurangi keparahan gejala, serta mencegah komplikasi (terutama neuralgia pasca herpes).
Obat yang sering digunakan untuk herpes adalah yang mengandung:
-
Acyclovir: Obat antivirus yang menghentikan reproduksi virus herpes. Obat ini bekerja paling baik jika diminum segera setelah gejala pertama muncul.
-
Valacyclovir: Valacyclovir digunakan untuk mengobati infeksi virus herpes, termasuk herpes labialis, herpes zoster, dan herpes simpleks (herpes genital). Obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati cacar air pada anak-anak.
-
Famciclovir: Digunakan untuk mengobati gejala herpes zoster, infeksi virus herpes, herpes labialis, dan infeksi herpes genital saat kambuh.
Dokter dapat menambahkan kortikosteroid oral pada kasus tertentu untuk mengurangi peradangan, namun harus dengan pengawasan ketat. Waktu terbaik pemberian obat-obatan antiviral adalah 72 jam pertama sejak muncul ruam.
2. Obat tanpa resep (OTC)
Obat-obatan yang disebutkan di atas sebaiknya didapat dengan pengawasan dokter. Jadi, Anda sebaiknya berobat ke dokter untuk mendapatkan resep dan dosis sesuai kebutuhan Anda.
Sebagai alternatif, ada beberapa obat yang bisa Anda dapatkan tanpa perlu resep dokter (over the counter medicine), di antaranya:
-
Paracetamol
-
Ibuprofen
-
Asam mefenamat (harus berhati-hati karena dapat menyebabkan naiknya asam lambung)
3. Perawatan di rumah
Untuk perawatan herpes zoster di rumah secara mandiri, Anda bisa melakukan:
-
Kompres dingin atau hangat. Perhatikan untuk tidak menempelkan es batu langsung ke luka herpes, melainkan selalu menggunakan kain lembut.
-
Hindari menggaruk herpes zoster atau ruam gatal. Jika kuku Anda panjang, potong pendek untuk mengurangi penumpukan bakteri, yang dapat menyebabkan komplikasi dan infeksi bakteri berulang.
-
Tutup luka terbuka menggunakan kasa untuk mencegah infeksi bakteri.
-
Selalu cuci tangan hingga bersih dan jaga kebersihan tangan secara teratur.
-
Kenakan pakaian yang longgar untuk mencegah kulit bergesekan dengan pakaian.
Baca Juga: Cara Agar Herpes Cepat Kering, Ini Perawatannya
4. Hindari pantangannya agar cepat sembuh
Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat terjangkit herpes zoster. Ini untuk membantu proses pemulihan lebih cepat. Beberapa pantangannya adalah tidak berhubungan seksual untuk sementara waktu, tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain, tidak menggosok luka herpes.
Ada juga beberapa makanan yang sebaiknya tidak Anda konsumsi, misalnya yang mengandung alergen seperti susu atau seafood.
Selengkapnya: 5 Pantangan Herpes Zoster Agar Tidak Semakin Parah
5. Penanganan nyeri pasca herpes zoster
Setelah herpes zoster sembuh, Anda mungkin mengalami nyeri berkelanjutan. Jika berlangsung sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, ini bisa jadi termasuk komplikasi yang disebut
neuralgia pasca herpes (NPH).
Beberapa pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir nyeri pasca herpes zoster:
-
Obat anti nyeri saraf: gabapentin, pregabalin.
-
Obat antidepresan trisiklik: amitriptyline, nortriptyline (dosis rendah, untuk nyeri saraf).
-
Krim atau patch topikal: lidokain patch, capsaicin cream.
-
Obat nyeri kuat (opioid): hanya jika sangat diperlukan, gunakan di bawah pengawasan dokter.
Ketika tidak kunjung hilang, segera temui dokter. Anda bisa berkonsultasi kepada dokter kulit ataupun langsung ke dokter saraf.
Cara Mencegah Kekambuhan Herpes Zoster
Herpes zoster bisa kambuh lagi kapan saja karena virus varicella-zoster (VZV) tetap hidup di dalam tubuh selamanya, hanya saja virus akan laten atau ‘tidur’. Virus bisa kambuh lagi kapan saja jika ada pemicunya.
Berikut langkah pencegahan kambuhnya herpes zoster:
-
Vaksinasi: vaksin herpes zoster bisa mengurangi risiko tertular VZV serta mencegahnya kambuh kembali. Selain itu, vaksinasi juga bisa mengurangi risiko komplikasi seperti neuralgia pasca herpes hingga kebutaan.
-
Jaga imun tubuh: imun tubuh yang lemah dapat membuat virus yang laten kembali aktif. Anda bisa menjaga imun tubuh dengan olahraga rutin, mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, serta tidak konsumsi alkohol. Beberapa kondisi imun tubuh lemah lainnya seperti HIV/AIDS, kanker, transplantasi organ, penggunaan obat imunosupresif.
-
Mengatur tingkat stress: stress berlebih dapat menurunkan imun tubuh sehingga rentan terserang penyakit dan kambuhnya virus yang laten dalam tubuh. Anda sebaiknya tahu mekanisme koping yang sesuai untuk Anda.
-
Selalu jaga kebersihan: Anda sebaiknya selalu menjaga kebersihan diri dengan mandi 2x sehari serta mengganti pakaian secara rutin.
- Konsultasi rutin dengan dokter: Ketika mengalami gejala herpes zoster, Anda bisa segera konsultasi ke dokter kulit untuk penanganan yang lebih awal. Anda bisa menggunakan layanan konsultasi online gratis dari Klinik Kirana yang tersedia setiap hari. Silakan hubungi melalui WhatsApp dan sampaikan keluhan Anda.
Itulah beberapa cara mengobati herpes zoster mulai dari awal sampai pengobatan pasca herpes zoster sembuh. Jika Anda belum merasa ada perbaikan dalam beberapa hari dan justru semakin parah, segera temui dokter kulit untuk mendapat penanganan intensif.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- MedPark Hospital. Herpes-zoster (shingles).
- Patil, A., Goldust, M., & Wollina, U. (2022). Herpes zoster: A review of clinical manifestations and management. Viruses, 14(2), 192.
- Stankus, S. J. (2000). Management of herpes zoster (shingles) and postherpetic neuralgia. American Family Physician, 61(8), 2437–2444.
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.