Terdapat beberapa pantangan saat Anda mengidap herpes zoster, seperti tidak menyentuh luka herpes, tidak berhubungan seksual selama ruam masih ada, hingga menghindari makanan yang dapat memperparah herpes zoster.
Pantangan ini sangat penting agar herpes zoster tidak semakin parah atau berujung pada komplikasi. Beberapa komplikasi pada herpes zoster seperti infeksi kulit, masalah saraf, hingga kehilangan penglihatan.
Simak artikel ini untuk mengetahui beberapa pantangan ketika Anda mengidap herpes zoster.
1. Hindari mengiritasi ruam
Ruam herpes zoster bisa sangat menyakitkan. Jika ruam terbuka, bakteri dapat masuk dan menyebabkan infeksi yang mungkin berbahaya dan bahkan lebih menyakitkan.
Anda bisa menghindari iritasi ruam dengan cara:
-
Menutup luka, bisa dengan pakaian atau perban (lebih baik menggunakan kain kasa).
-
Menggunakan krim oles yang diresepkan dokter untuk meredakan nyeri dan mengurangi infeksi.
-
Melembabkan ruam setelah lepuh berkerak, bisa menggunakan petroleum jelly.
-
Tidak menggaruk ruam walaupun terasa gatal.
-
Mencoba kompres dingin atau hangat untuk meredakan rasa terbakar dan nyeri. Namun, hindari menempelkan es batu langsung ke luka herpes.
-
Menghindari pakaian ketat atau berbahan kasar yang dapat mengiritasi kulit.
-
Menepuk-nepuk ruam hingga kering dengan lembut saat basah atau berkeringat.
2. Menghindari pemicunya
Beberapa pemicu dapat menyebabkan ruam herpes zoster, termasuk:
-
Stress emosional berlebih
-
Obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti obat kemoterapi atau obat-obatan tertentu yang dikonsumsi orang untuk transplantasi organ
-
Kanker
-
Paparan virus cacar air
Jika Anda mengonsumsi obat-obatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, konsultasilah ke dokter untuk mengetahui apakah obat-obatan ini bisa dilanjutkan atau harus stop.
Sebaiknya tidak memulai atau menghentikan pengobatan baru tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
3. Hindari stress
Studi menyebut bahwa stress, terutama kehidupan yang penuh tekanan, dapat meningkatkan risiko timbulnya ruam cacar air. Secara spesifik, stress dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan virus cacar air untuk aktif kembali.
Sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat stress juga dapat menyebabkan ruam berlangsung lebih lama. Orang yang mengalami stress kronis atau akut sebaiknya mencari cara untuk mengelola stress.
Beberapa cara untuk mengelola stress yang bisa Anda lakukan adalah terapi, perawatan diri, menanamkan afirmasi positif kepada diri sendiri, dan juga mendapat dukungan dari orang-orang terkasih.
4. Hindari aktivitas tertentu
Luka herpes zoster biasanya berada di badan, seperti punggung belakang, bagian samping, atau dada. Ada beberapa aktivitas yang sebaiknya Anda hindari, di antaranya:
-
Berhubungan seksual.
-
Menggosok luka herpes terlalu keras, misalnya saat mandi.
-
Sauna atau suhu tinggi, karena keringat dapat mengiritasi ruam.
-
Berenang, olahraga kontak fisik, dan kontak dekat yang dapat menyebarkan virus ke orang yang rentan.
-
Pijat, akupunktur, atau aktivitas lain di dekat ruam.
Menurut studi, herpes zoster tidak menular tetapi dapat menyebarkan cacar air kepada orang yang belum pernah terinfeksi virus sebelumnya dan belum mendapatkan vaksin.
Seseorang harus menutupi ruam jika terdapat lepuh terbuka karena lepuh tersebut dapat menyebarkan virus.
Baca Juga: Apakah Herpes Zoster Menular? Ketahui Penularan & Pencegahannya
5. Hindari makanan tertentu
Asam amino L-arginin dapat membantu replikasi virus. Terdapat beberapa bukti kecil yang menunjukkan bahwa kadar L-arginin yang tinggi dapat memperburuk gejala herpes zoster.
Pada laporan kasus tahun 2019, seorang pria berusia 39 tahun terpantau sehat namun mengalami jangkitan herpes zoster berulang saat mengonsumsi suplemen L-arginin dalam dosis tinggi.
Selain asam amino L-arginin, Anda sebaiknya menghindari makanan yang menyebabkan alergi atau sensitif. Biasanya, makanan yang menyebabkan alergi seperti:
-
Makanan laut (udang, ikan, kerang)
-
Makanan mengandung produk susu (keju, mentega)
-
Kacang-kacangan
Hindari Pantangan di Atas untuk Sembuh Lebih Cepat!
Itulah beberapa pantangan saat mengidap herpes zoster yang penting untuk diketahui. Jika sudah menghindari pantangan di atas, seharusnya proses pemulihan herpes zoster Anda akan lebih cepat.
Setelah sembuh, biasanya akan ada efek nyeri pada bagian tubuh yang terkena herpes zoster. Simak artikel cara menghilangkan nyeri pasca herpes untuk mengetahui cara meredakannya.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Kawai, K., Yawn, B. P., Wollan, P., & Harpaz, R. (2019). Healthcare cost and utilization in older adults with herpes zoster in the United States: A retrospective claims analysis. PMC.
- Patel, M., Lee, W. S., & Harrison, P. (2020). A review on the efficacy, effectiveness and safety of herpes zoster vaccines. PMC.
- U.S. National Library of Medicine. Varicella-zoster virus (In NCBI Bookshelf).
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.