Gonore, yang juga dikenal sebagai kencing nanah, adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Meskipun terdengar ringan, gonore dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.
Penyakit ini bisa menyerang siapa saja yang aktif secara seksual—baik pria maupun wanita. Kelompok usia remaja dan dewasa muda, terutama mereka yang tidak menggunakan kondom atau memiliki lebih dari satu pasangan seksual, termasuk yang paling rentan.
Infeksi ini tidak hanya menyerang organ kelamin, tapi juga bisa menyebar ke tenggorokan, anus, bahkan mata. Tanpa pengobatan, gonore dapat menyebabkan kemandulan, nyeri kronis, hingga meningkatkan risiko penularan HIV.
Data & Fakta: Gonore Masih Mengintai Banyak Orang
Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 82 juta kasus gonore baru tercatat setiap tahunnya secara global. Di Indonesia sendiri, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa gonore termasuk dalam lima besar penyakit menular seksual terbanyak yang dilaporkan.
Yang lebih mengkhawatirkan, resistensi terhadap antibiotik terus meningkat dari tahun ke tahun. Artinya, pengobatan bisa menjadi lebih sulit jika tidak dilakukan sejak dini.
Kenali Gejala Gonore Sejak Awal
Gejala gonore dapat berbeda tergantung lokasi infeksi dan jenis kelamin, namun sebagian besar kasus pada wanita (sekitar 50%) dan 10% pada pria tidak menunjukkan gejala sama sekali. Ini membuat penyakit ini semakin sulit dikenali tanpa pemeriksaan medis.
Gejala pada pria:
-
Keluar cairan kental berwarna putih, kuning, atau hijau dari penis
-
Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
-
Testis bengkak atau nyeri (pada beberapa kasus)
Gejala pada wanita:
-
Keputihan yang tidak biasa (lebih banyak atau berbau)
-
Nyeri saat buang air kecil
-
Nyeri perut bagian bawah atau saat berhubungan seksual
-
Pendarahan di luar siklus menstruasi
Gejala lainnya (baik pria maupun wanita):
-
Radang tenggorokan bila tertular lewat oral seks
-
Nyeri atau keluar cairan dari anus
-
Mata merah dan bernanah bila infeksi masuk ke mata
Penyebab Gonore: Bakteri dan Perilaku Seksual Berisiko
Gonore disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae. Penularannya sangat mudah, terutama melalui:
-
Hubungan seksual tanpa kondom (vaginal, anal, atau oral)
-
Berganti-ganti pasangan seksual
-
Kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi
-
Penularan dari ibu ke bayi saat persalinan
Bakteri ini tidak bisa menular lewat dudukan toilet, handuk, atau kolam renang—jadi, jangan khawatir soal itu.
Diagnosis Gonore: Cepat, Akurat, dan Tidak Menyakitkan
Kalau kamu mengalami gejala mencurigakan atau punya riwayat kontak seksual berisiko, sebaiknya segera periksa ke dokter. Diagnosis gonore tidak serumit yang dibayangkan.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan meliputi:
-
Wawancara medis dan pemeriksaan fisik, terutama jika ada keluhan di area kelamin, tenggorokan, atau anus
-
Tes cairan (swab) dari lokasi infeksi seperti leher rahim, uretra, tenggorokan, atau anus
-
Tes urin, yang bisa mendeteksi DNA bakteri
-
Tes PCR (Polymerase Chain Reaction), metode paling akurat dan cepat untuk memastikan adanya infeksi
Proses ini tidak menyakitkan dan bisa dilakukan dengan cepat di klinik atau rumah sakit. Tes ini juga bisa digabung dengan pemeriksaan penyakit menular seksual lainnya untuk hasil yang lebih komprehensif.
Pengobatan Gonore
Kabar baiknya, gonore bisa disembuhkan. Pengobatannya menggunakan antibiotik yang diresepkan oleh dokter, baik dalam bentuk suntikan maupun obat oral. Beberapa jenis antibiotik yang umum digunakan untuk mengatasi kencing nanah antara lain:
-
Ceftriaxone
-
Cefixime
-
Ampisilin
-
Amoksisilin
-
Azithromycin
-
Gentamicin
-
Doxycycline
-
Erythromycin
Penting untuk menyelesaikan seluruh dosis yang diberikan, menghindari hubungan seksual hingga dinyatakan sembuh, dan mengajak pasangan untuk ikut diperiksa dan diobati bila perlu. Jangan mengobati sendiri tanpa pengawasan medis—karena pengobatan yang tidak tepat bisa membuat infeksi semakin kebal.
Jangan Anggap Sepele Gonore, Cegah Komplikasinya Sekarang
Gonore bukan penyakit yang bisa dianggap sepele—kalau dibiarkan, infeksinya bisa menyebar, merusak organ reproduksi, menyebabkan infertilitas, bahkan meningkatkan risiko tertular HIV. Banyak orang tidak sadar sudah terinfeksi karena gejalanya ringan atau tidak muncul sama sekali, tapi tetap bisa menularkan ke pasangan. Jangan tunggu sampai terlambat—segera konsultasi ke Klinik Kirana, tempat di mana kamu bisa melakukan pemeriksaan secara cepat, rahasia, dan ditangani langsung oleh tim medis berpengalaman dengan pengobatan yang sesuai standar medis.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- World Health Organization (WHO). (2023). Sexually transmitted infections (STIs). Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Gonorrhea – CDC Fact Sheet (Detailed). Diakses dari: https://www.cdc.gov/std/gonorrhea/stdfact-gonorrhea-detailed.htm
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). STD Surveillance 2021 – Gonorrhea. Diakses dari: https://www.cdc.gov/std/statistics/2021/gonorrhea.htm
- National Health Service (NHS UK). (2023). Gonorrhoea. Diakses dari: https://www.nhs.uk/conditions/gonorrhoea/
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Diakses dari: https://pusdatin.kemkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-profil-kesehatan.html
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.