Harus Hati-Hati, Ini Pembersih Kewanitaan yang Aman untuk Ibu Hamil
Saat hamil, ibu hamil harus tetap menjaga kebersihan vagina untuk menghindari keputihan berlebih. Keputihan memang pada dasarnya sangat normal terjadi, tidak terkecuali pada ibu hamil.
Namun, ini bisa menjadi berbahaya jika keputihan sudah tidak normal, seperti berbau busuk, berwarna kehijauan atau abu-abu, terdapat bercak darah, hingga tekstur yang berbeda dari keputihan pada umumnya.
Anda bisa menggunakan pembersih vagina untuk menangani ini tetapi harus memperhatikan beberapa hal. Simak artikel ini untuk mengetahui pembersih kewanitaan yang aman untuk ibu hamil.
Bagaimana Pembersih Kewanitaan yang Aman?
Sebenarnya, merawat daerah kewanitaan saat hamil cukup mudah tanpa perlu sabun khusus. Anda hanya perlu menjaga kebersihannya dengan membilas menggunakan air biasa dan mengganti pakaian dalam dengan rutin.
Namun, jika ingin menggunakan sabun pembersih vagina, Anda harus mencari sabun dengan pH seimbang, tidak mengandung parfum, dan juga sudah teruji klinis.
Berikut ini beberapa pembersih kewanitaan yang tergolong aman untuk ibu hamil:
1. Sabun dengan pH seimbang
Area intim memiliki pH alami sekitar 3,5 hingga 4,5, yang membantu menjaga keseimbangan flora bakteri dan mencegah infeksi. Jadi, carilah sabun dengan pH seimbang atau netral untuk menjaga pH alami.
Selama kehamilan, perubahan hormon dapat mempengaruhi pH ini, membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi. Produk dengan pH netral dirancang untuk mendukung keseimbangan pH alami, menjaga area intim tetap sehat.
Cara memilihnya adalah cari label produk yang secara eksplisit menyatakan pH netral atau pH-balanced. Hindari produk yang tidak menyediakan informasi pH karena ini bisa menjadi indikasi tidak cocok untuk penggunaan sehari-hari, terutama saat hamil.
2. Cari produk hipoalergenik
Kelebihan Produk Hipoalergenik dirancang untuk meminimalkan risiko alergi, membuatnya ideal untuk kulit sensitif yang sering dialami oleh ibu hamil.
Cari istilah "hipoalergenik" pada kemasan produk. Namun, perlu diingat bahwa label ini tidak diatur secara ketat, jadi pengujian produk pada area kecil kulit tetap disarankan sebelum penggunaan secara rutin.
3. Tidak mengandung bahan kimia tertentu
Hindarilah produk kebersihan kewanitaan yang mengandung gliserin, minyak pelapis, pewangi, sulfat, atau paraben untuk ibu hamil. Kulit di sekitar vulva bersifat sangat sensitif dan mudah teriritasi oleh sabun, pewangi, dan bahan kimia yang kuat.
-
Paraben bisa berdampak pada gangguan hormon
-
Sulfat dapat mengeringkan dan mengiritasi kulit
-
Pewangi dapat mengganggu keseimbangan pH alami vagina
Cara memilihnya adalah baca label secara teliti dan pilih produk yang mengandung bahan alami atau organik. Produk yang menyatakan "bebas paraben" atau "bebas sulfat" biasanya lebih aman.
4. Berbahan lembut
Vagina memiliki keseimbangan bakteri yang sangat penting untuk membantu menjaganya tetap sehat. Sabun dan produk pembersih yang tidak lembut dapat membunuh bakteri baik ini, yang menyebabkan ketidakseimbangan yang dapat menyebabkan infeksi atau bau tak sedap.
Sabun yang keras dapat menyebabkan kekeringan dan dapat menghilangkan kelembapan alami kulit. Ini akan berdampak pada mudahnya iritasi pada bagian vulva karena sangat sensitif.
Anda bisa melihat keterangan atau klaim ‘gentle’ pada kemasan sabun kewanitaan. Biasanya, sabun dengan klaim ini memang sudah teruji lembut.
5. Cari yang sudah teruji klinis
Pembersih kewanitaan yang teruji klinis adalah produk perawatan area intim wanita yang telah melewati serangkaian uji coba untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
Uji klinis ini dilakukan untuk memastikan produk tersebut tidak menyebabkan iritasi, alergi, atau gangguan kesehatan lainnya pada area kewanitaan.
Uji klinis pada produk pembersih kewanitaan sangat penting karena area kewanitaan memiliki pH yang sensitif dan rentan terhadap iritasi.
Tips Membersihkan Area Kewanitaan Saat Hamil
Berikut ini beberapa tips untuk membersihkan area kewanitaan Anda saat masa kehamilan:
1. Gunakan air hangat dan sabun lembut
Sangat penting untuk membersihkan area intim Anda dengan air hangat dan sabun ringan tanpa pewangi. Perlu diperhatikan untuk air tidak boleh bersuhu panas karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di vagina Anda sehingga menyebabkan iritasi.
Lebih jauh, hindari penggunaan sabun tanpa keterangan “gentle” (lembut) atau produk dengan aroma yang terlalu kuat karena dapat mengiritasi vagina Anda dan mengganggu keseimbangan pH-nya.
2. Usap dari depan ke belakang
Saat Anda membersihkan daerah intim, usaplah dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya. Ini untuk mencegah bakteri dari anus terbawa ke bagian vagina. Ini akan membantu menjaga vagina Anda tetap bersih dan mencegah risiko infeksi.
3. Hindari vaginal douching
Vaginal douching adalah praktik menggunakan larutan cair untuk membersihkan bagian dalam vagina. Ini sebaiknya tidak dilakukan selama masa kehamilan karena dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme di dalam vagina dan meningkatkan risiko infeksi.
Vagina secara alami mampu membersihkan dirinya sendiri, sehingga douching tidak diperlukan untuk menjaga kebersihan.
4. Kenakan pakaian dalam yang bersih dan menyerap keringat
Mengenakan pakaian dalam yang bersih dan menyerap keringat dapat membantu menjaga area intim Anda tetap bersih dan sehat.
Hindari mengenakan pakaian dalam yang ketat atau berbahan sintetis karena dapat menjadi sarang bakteri sehingga meningkatkan risiko infeksi.
Untuk menjaga area intim Anda tetap bersih dan bebas bau, penting juga untuk mengganti pakaian dalam secara berkala.
5. Hindari penggunaan produk kebersihan kewanitaan
Produk kebersihan kewanitaan, seperti pembersih berbentuk semprotan dan juga tisu basah sebaiknya tidak digunakan.
Bahan kimia dalam produk ini berpotensi mengiritasi kulit dan mengganggu keseimbangan normal mikroorganisme di vagina selama kehamilan. Sebaiknya tetap gunakan air hangat dan sabun lembut untuk membersihkan area intim Anda.
Jika ingin menggunakan produk kebersihan area intim saat hamil, pastikan Anda mengikuti kriteria sabun pembersih yang aman seperti dijabarkan di atas.
6. Perhatikan perineum Anda
Selama kehamilan, kulit di sekitar vagina (perineum) dapat meregang dan rentan terhadap iritasi. Untuk menghindari infeksi, penting untuk menjaga area ini tetap kering dan bersih.
Setelah buang air, bilas kemaluan dengan air bersih, kemudian tepuk-tepuk perineum dengan lembut menggunakan handuk yang bersih dan lembut. Hindarilah penggunaan produk beraroma pada perineum karena dapat menyebabkan iritasi.
Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter?
Anda harus segera pergi ke dokter untuk konsultasi jika terjadi kondisi berikut:
-
Keputihan Anda disertai darah
-
Peningkatan volume keputihan yang drastis
-
Keputihan berbau busuk
-
Keputihan berwarna hijau atau keabu-abuan
-
Ada sensasi gatal, iritasi, dan merah di sekitar vagina
Untuk konsultasi secepat mungkin, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi Klinik Kirana dengan mengisi formulir online atau menghubungi melalui WhatsApp. Klik menunya di atas dan Anda akan langsung terhubung dengan dokter ahli. Keamanan data Anda akan selalu terjamin.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Marie C, Cabut S, Vendittelli F, Sauvant-Rochat MP. Changes in Cosmetics Use during Pregnancy and Risk Perception by Women. Int J Environ Res Public Health. 2016 Mar 30;13(4):383. doi: 10.3390/ijerph13040383. PMID: 27043593; PMCID: PMC4847045. Accessed 23/02/2024
- Juhász ML, Marmur ES. A review of selected chemical additives in cosmetic products. Dermatol Ther. 2014 Nov-Dec;27(6):317-22. doi: 10.1111/dth.12146. Epub 2014 Jul 22. PMID: 25052592. Accessed 23/02/2024
- Healthshots. 6 tips to maintain intimate hygiene during pregnancy - (https://www.healthshots.com/intimate-health/feminine-hygiene/6-ways-you-can-maintain-intimate-hygiene-during-pregnancy/). Accessed 23/02/2024
- Chen Y, Bruning E, Rubino J, Eder SE. Role of female intimate hygiene in vulvovaginal health: Global hygiene practices and product usage. Womens Health (Lond). 2017 Dec;13(3):58-67. doi: 10.1177/1745505717731011. Epub 2017 Sep 22. PMID: 28934912; PMCID: PMC7789027. Accessed 23/02/2024
- National Health Service (NHS). (2024). Vaginal discharge in pregnancy. https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vaginal-discharge/
- Pregnancy, Birth and Baby. (2023). Vaginal discharge during pregnancy. Australian Government Department of Health and Aged Care. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/vaginal-discharge-during-pregnancy
- ResearchGate. (2022). Anandan V, et al. Vaginal discharge, women’s health-seeking behaviours and cultural practices. International Journal of Research in Dermatology, 8(3), 314–319. https://www.researchgate.net/publication/303384341_Vaginal_Discharge_Women%27s_Health_Seeking_Behaviours_And_Cultural_Practices
- World Health Organization (WHO). (2022). Sexually transmitted infections (STIs).
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.