Penyakit Kista Endometriosis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Kesehatan June 13, 2025
SHARE ON
Penyakit Kista Endometriosis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Kista endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim dan membentuk kista, terutama di indung telur (ovarium). Kista ini juga dikenal sebagai endometrioma atau kista coklat, karena berisi darah tua yang tampak seperti coklat kental.

Kondisi ini umumnya menyerang wanita usia subur, terutama mereka yang berusia antara 25 hingga 40 tahun. Namun, gejala bisa mulai muncul sejak remaja. Wanita dengan riwayat endometriosis dalam keluarga, menstruasi pertama yang terlalu dini, atau siklus menstruasi pendek berisiko lebih tinggi mengalami penyakit ini.

Jika tidak ditangani, kista endometriosis bisa menyebabkan nyeri kronis di area panggul, gangguan kesuburan, hingga berdampak pada kualitas hidup sehari-hari. Bahkan, pada beberapa kasus, kista ini bisa membesar dan menekan organ lain, seperti kandung kemih atau usus.

Data dan Fakta tentang Endometriosis

Menurut World Health Organization (WHO, 2021), sekitar 10 persen wanita usia reproduktif di seluruh dunia hidup dengan endometriosis, termasuk bentuk kistiknya. Sementara itu, laporan dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menyebutkan bahwa sekitar 30 hingga 50 persen wanita dengan endometriosis mengalami kesulitan hamil.

Berbeda dengan infeksi yang menular, kista endometriosis tidak menular dari orang ke orang. Penyakit ini berkembang dari dalam tubuh, biasanya akibat proses biologis yang tidak seimbang, seperti aliran menstruasi balik (retrograde menstruation), ketidakseimbangan hormon estrogen, atau gangguan sistem imun.

Gejala Kista Endometriosis yang Perlu Kamu Waspadai

Gejala kista endometriosis bisa beragam, tergantung pada ukuran kista, lokasi tumbuhnya, dan bagaimana tubuh merespons jaringan tersebut. Berikut beberapa gejala yang sering muncul:

1. Nyeri Menstruasi yang Berlebihan

Bukan sekadar kram biasa, nyeri ini bisa terasa menusuk, berlangsung lebih lama dari biasanya, dan tidak mereda meski sudah minum obat pereda nyeri.

2. Nyeri saat Berhubungan Seks

Beberapa wanita merasakan nyeri dalam saat berhubungan intim, terutama jika jaringan endometriosis tumbuh di belakang rahim.

3. Gangguan Buang Air

Kamu bisa mengalami nyeri saat buang air kecil atau besar, terutama menjelang atau saat menstruasi. Ini bisa terjadi jika kista menekan kandung kemih atau usus.

4. Siklus Haid Tidak Teratur

Pendarahan bisa lebih banyak dari biasanya atau terjadi di luar jadwal haid. Bahkan, ada yang mengalami haid dua kali dalam sebulan.

5. Masalah Kesuburan

Endometrioma bisa mengganggu fungsi ovarium dan menghambat pembuahan. Banyak wanita baru mengetahui dirinya memiliki kista ini saat menjalani pemeriksaan kesuburan.

6. Perut Kembung atau Membesar

Kista yang besar bisa menyebabkan perut terasa penuh, kembung, atau bahkan tampak membuncit.

Penyebab Kista Endometriosis yang Perlu Dipahami

Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, para ahli telah menemukan beberapa faktor yang kemungkinan berperan dalam munculnya endometriosis dan kista yang menyertainya:

  • Aliran menstruasi balik: Darah menstruasi mengalir ke arah tuba falopi dan masuk ke rongga panggul, bukan keluar tubuh.

  • Pertumbuhan sel embrio: Sel-sel dari embrio bisa berkembang menjadi jaringan endometrium di luar rahim.

  • Operasi rahim sebelumnya: Seperti operasi caesar atau pengangkatan miom yang bisa memicu pertumbuhan jaringan abnormal.

  • Ketidakseimbangan hormon: Hormon estrogen yang berlebihan dapat memicu pertumbuhan jaringan endometrium.

  • Faktor genetik: Risiko lebih tinggi jika ada anggota keluarga dekat yang juga mengidap endometriosis.

  • Masalah sistem imun: Tubuh tidak mampu menghancurkan jaringan endometrium yang tumbuh di luar tempat seharusnya.

Pilihan Pengobatan untuk Kista Endometriosis

Pengobatan kista endometriosis tergantung pada gejala, ukuran kista, dan rencana kehamilan di masa depan. Beberapa pilihan yang umum diberikan meliputi:

1. Obat Pereda Nyeri

Untuk mengurangi rasa sakit, dokter bisa meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen.

2. Terapi Hormon

Tujuannya adalah menghambat pertumbuhan jaringan endometrium dengan cara menekan hormon estrogen. Terapi ini bisa berupa pil KB kombinasi, suntikan hormon (seperti GnRH agonist), atau pemasangan IUD hormonal. Terapi hormonal bisa membantu mengecilkan kista dan meredakan gejala, namun efeknya bisa bersifat sementara.

3. Operasi Laparoskopi

Jika kista cukup besar atau menyebabkan gangguan berat, dokter mungkin akan melakukan operasi minimal invasif untuk mengangkat kista tanpa merusak organ reproduksi. Ini juga menjadi pilihan utama bila pasien ingin tetap menjaga kesuburannya.

4. Bedah Ovarium

Pada kasus yang lebih kompleks, pengangkatan sebagian atau seluruh ovarium bisa menjadi pilihan, terutama jika kista terus tumbuh, muncul kembali, atau ada dugaan risiko keganasan (meskipun sangat jarang terjadi).

Ayo Periksa Kesehatan Reproduksimu di Klinik Kirana

Kalau kamu sering mengalami nyeri haid yang luar biasa, perut kembung, atau sulit hamil, jangan abaikan. Bisa jadi itu tanda dari kista endometriosis. Klinik Kirana siap membantumu dengan fasilitas lengkap, tim medis yang berpengalaman di bidang kesehatan reproduksi wanita, serta pendekatan yang nyaman dan personal. Yuk, jadwalkan konsultasi mu sekarang juga!

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • World Health Organization. (2021). Endometriosis. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/endometriosis
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Endometriosis. https://www.cdc.gov/women/endometriosis
  • Mayo Clinic. (2024). Endometriosis: Symptoms and causes. https://www.mayoclinic.org
  • Johns Hopkins Medicine. (2023). Endometriosis and Ovarian Cysts. https://www.hopkinsmedicine.org
  • NHS. (2023). Endometriosis. https://www.nhs.uk/conditions/endometriosis

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait