Kista Bartholin adalah benjolan berisi cairan yang muncul di salah satu sisi bibir vagina, tepatnya di area kelenjar Bartholin. Kelenjar ini berfungsi memproduksi cairan untuk melumasi vagina. Saat salurannya tersumbat, cairan menumpuk dan membentuk kista.
Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama pada wanita usia subur, meskipun banyak yang tidak menyadari keberadaannya karena sering kali tidak menimbulkan gejala.
Kista Bartholin juga bisa dikenal dengan istilah “Bartholin’s cyst” atau “kista kelenjar Bartholin”. Jika terinfeksi, kista ini dapat berubah menjadi abses yang nyeri dan memerlukan penanganan medis segera.
Kista Bartholin bisa terjadi pada wanita di segala usia, tapi umumnya dialami wanita usia 20 hingga 40 tahun. Faktor risiko utamanya meliputi:
-
Pernah mengalami infeksi menular seksual (IMS)
-
Kurangnya kebersihan area genital
-
Riwayat kista Bartholin sebelumnya
-
Aktivitas seksual yang tinggi
Walaupun tergolong tidak berbahaya, kista yang tidak diobati bisa membesar, terinfeksi, dan memengaruhi aktivitas sehari-hari seperti duduk, berjalan, atau berhubungan seksual.
Data dan Fakta Tentang Kista Bartholin
Menurut data dari American College of Obstetricians and Gynecologists, sekitar 2 persen wanita akan mengalami kista Bartholin selama hidupnya. Mayoritas kasus tidak bergejala, tetapi jika kista terinfeksi, nyeri hebat bisa terjadi dalam waktu singkat (ACOG, 2020).
Penyebaran infeksi pada kista Bartholin biasanya berasal dari bakteri yang masuk melalui vagina atau kulit di sekitarnya. Bakteri tersebut bisa berasal dari lingkungan, kebersihan yang buruk, atau infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia.
Gejala Kista Bartholin
Banyak kista Bartholin yang tidak menimbulkan gejala, terutama jika ukurannya kecil. Namun, saat kista tumbuh atau terinfeksi, kamu bisa mengalami:
-
Benjolan lunak di salah satu sisi bibir vagina
-
Rasa tidak nyaman saat berjalan, duduk, atau berhubungan seksual
-
Kemerahan dan pembengkakan di sekitar kista
-
Nyeri hebat jika kista berubah menjadi abses
-
Kadang disertai demam bila infeksi menyebar
Gejala biasanya muncul mendadak saat kista mengalami infeksi. Rasanya bisa diibaratkan seperti ada “bisul” panas dan nyeri yang tumbuh di area sensitif.
Penyebab Kista Bartholin
Kista ini terbentuk ketika saluran kelenjar Bartholin tersumbat, sehingga cairan tidak bisa keluar. Beberapa penyebab umum penyumbatan ini meliputi:
-
Infeksi bakteri, seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, atau bakteri dari infeksi menular seksual
-
Peradangan ringan akibat gesekan atau iritasi di area vagina
-
Kurangnya kebersihan genital, yang memungkinkan bakteri berkembang
-
Cedera ringan akibat aktivitas seksual atau prosedur medis
Penting untuk diingat bahwa kista Bartholin bukan disebabkan oleh virus dan tidak menular secara langsung, tetapi infeksi yang memicunya bisa bersumber dari IMS.
Pengobatan Kista Bartholin
Pengobatan akan bergantung pada ukuran, gejala, dan ada tidaknya infeksi. Berikut beberapa metode penanganannya:
1. Perawatan di Rumah
Untuk kista kecil tanpa gejala, dokter bisa menyarankan sitz bath (merendam area genital dengan air hangat) beberapa kali sehari selama beberapa hari. Ini membantu kista pecah secara alami dan mengurangi nyeri.
2. Antibiotik
Jika kista terinfeksi, antibiotik akan diberikan. Obat ini berguna untuk melawan bakteri penyebab infeksi, terutama bila terkait IMS.
3. Drainase Bedah
Untuk kista berisi nanah (abses), dokter akan membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan cairan. Terkadang, kateter kecil dipasang agar saluran tetap terbuka selama beberapa minggu.
4. Marsupialisasi
Ini adalah prosedur medis di mana dokter menjahit tepi kista agar terbuka secara permanen, mencegah kista muncul kembali.
5. Eksisi Kelenjar
Jika kista kambuh terus-menerus, kelenjar Bartholin bisa diangkat melalui eksisi kelenjar. Eksisi adalah tindakan medis untuk mengangkat seluruh kelenjar Bartholin secara permanen. Ini dilakukan agar kelenjar tersebut tidak lagi memproduksi cairan yang bisa menumpuk dan membentuk kista baru.
Kapan Harus ke Dokter?
Kamu sebaiknya segera periksa jika:
-
Ada benjolan yang makin besar atau nyeri
-
Muncul demam
-
Rasa sakit mengganggu aktivitas harian
-
Pernah punya kista Bartholin sebelumnya
Jangan Abaikan, Periksa Sekarang Juga
Kalau kamu mengalami gejala seperti benjolan di area vagina atau nyeri saat duduk, jangan tunda untuk periksa. Di Klinik Kirana, kamu bisa mendapatkan pemeriksaan langsung dengan tim medis berpengalaman, ruang perawatan nyaman, dan layanan terbaik. Deteksi dan penanganan dini bisa mencegah komplikasi serius.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- American College of Obstetricians and Gynecologists. (2020). Bartholin Gland Cysts and Abscesses. https://www.acog.org
- Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines. https://www.cdc.gov/std/treatment-guidelines
- Mayo Clinic. (2023). Bartholin's cyst. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bartholins-cyst
- National Health Service (NHS). (2021). Bartholin's cyst. https://www.nhs.uk/conditions/bartholins-cyst/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.