Ciri utama HIV pada pria adalah penurunan gairah seksual, kelelahan, disfungsi ereksi, hingga penurunan massa otot. Beberapa ciri lainnya yang umum yaitu demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, hingga kanker jika sudah parah.
Ciri HIV, baik pada wanita dan pria, pada dasarnya sama-sama dibedakan sesuai tahapannya, yaitu tahap awal (akut), klinis atau laten, dan AIDS. Ketiga tahapan ini memiliki ciri atau gejala yang berbeda. Kenali semua ciri HIV pada pria sesuai tahapannya di sini.
Ciri HIV pada Pria Sesuai Tahapnya
Berikut ini ketiga tahap HIV, mulai dari tahap awal (akut), klinis (laten), hingga AIDS:
1. Tahap awal (akut)
Tahap pertama ini terjadi 2-4 minggu setelah terinfeksi. Gejala seperti demam, ruam, sakit tenggorokan, dan nyeri otot adalah hal yang umum. Penyakit ini sangat menular karena tingkat virus yang tinggi.
Pada tahap infeksi awal, pria dapat mengalami gejala seperti:
-
Kelelahan, nyeri otot, sakit tenggorokan, iritasi atau nyeri pada tenggorokan.
-
Demam dan berkeringat pada malam hari terus menerus. Ini menunjukkan bahwa tubuh sedang berusaha melawan infeksi.
-
Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, selangkangan. Ini terjadi karena kelenjar getah bening berusaha menyaring virus dari tubuh.
-
Ruam merah, luka, atau borok pada kulit sebagai reaksi tubuh terhadap virus.
2. Tahap klinis (laten)
Pada tahap ini, HIV tetap berkembang di dalam tubuh meskipun tidak ada gejala yang terlihat. Periode ini disebut fase tanpa gejala.
Pada tahap klinis, HIV menjadi infeksi kronis. Virus masih berkembang tetapi dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Sistem kekebalan tubuh secara perlahan menjadi lebih lemah.
Pada tahap laten, gejala tidak terlalu terlihat. Jika muncul gejala, maka umumnya seperti:
-
Kelelahan ringan
-
Pembengkakan kelenjar getah bening
-
Infeksi yang sering kambuh
Gejala ini sering tidak disadari. Maka dari itu, tes HIV dan pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting bagi orang yang berisiko. Jika tidak diobati, virus akan terus berkembang meskipun lebih lambat dan jumlah sel CD4 (sel kekebalan tubuh) akan terus menurun.
Untuk durasi tahap laten akan berbeda-beda pada setiap orang karena dipengaruhi dari faktor genetik, gaya hidup, dan tingkat stress. Tanpa pengobatan, tahap ini bisa berlangsung 8–10 tahun atau lebih. Namun dengan terapi antiretroviral therapy (ART) yang efektif, seseorang bisa hidup sehat dalam jangka waktu yang sangat lama.
3. AIDS
Jika HIV tidak dikontrol dengan baik, penyakit ini dapat berkembang menjadi AIDS, yaitu tahap ketika sistem kekebalan tubuh sangat lemah. Pada tahap ini, tubuh menjadi sangat rentan dan sangat sulit melawan infeksi dan penyakit.
Beberapa gejala infeksi yang sering terjadi pada pria dengan HIV tahap lanjut antara lain:
-
Pneumonia Pneumocystis (PCP): infeksi jamur yang menyebabkan gangguan pernapasan berat.
-
Toxoplasmosis: infeksi parasit yang dapat memengaruhi otak.
-
Tuberkulosis (TBC): infeksi bakteri yang biasanya menyerang paru-paru tetapi bisa menyebar ke organ lain.
-
Penurunan berat badan: ditandai dengan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Tanda lain bisa seperti diare, kelelahan, dan kehilangan massa otot.
-
Luka lecet atau lesi: bisa muncul luka di mulut, anus, atau alat kelamin
Selain ciri-ciri di atas, ada juga beberapa penyakit penanda HIV sudah berkembang menjadi AIDS. Beberapa penyakitnya adalah sarkoma kaposi, yaitu kanker yang menyebabkan luka pada kulit dan organ dalam, kemudian limfoma non-hodgkin, serta kanker testis.
Faktor Risiko Utama Infeksi HIV pada Pria
Risiko HIV pada pria berasal dari banyak faktor, termasuk perilaku, demografi, dan kesehatan.
-
Perilaku berisiko: Beberapa tindakan meningkatkan risiko HIV pada pria seperti hubungan seks tanpa kondom, seks dengan banyak pasangan, seks dengan laki-laki, serta berbagi jarum atau alat suntik untuk penggunaan narkoba.
-
Faktor usia dan sosial: Pria muda (18–30 tahun) lebih rentan karena lebih banyak paparan. Selain itu, status sosial ekonomi yang rendah berpengaruh karena biasanya kurang mendapatkan pendidikan dan perawatan HIV.
-
Kondisi kesehatan: Beberapa masalah kesehatan akan meningkatkan risiko HIV pada pria, seperti infeksi menular seksual (IMS) serta masalah sistem kekebalan tubuh yang membuat HIV lebih mudah menginfeksi tubuh.
Kenali Ciri HIV Sejak Dini untuk Penanganan Lebih Cepat
Ciri HIV memang cukup serupa pada semua jenis kelamin. Tetapi, ciri HIV spesifik pada pria yaitu penurunan gairah seks, luka pada penis, atau masalah kesehatan lain yang dapat menyebabkan nyeri atau ketidaknyamanan saat buang air kecil atau ejakulasi
Jika merasakan gejala-gejala di atas, segera ke layanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan HIV. Beberapa tes yang bisa Anda lakukan, seperti:
-
Tes antibodi: Tes ini mendeteksi antibodi terhadap HIV dalam darah atau cairan mulut. Tes ini umum dilakukan tetapi mungkin melewatkan deteksi infeksi dini.
-
Tes antigen/antibodi: Tes ini menemukan antibodi dan antigen p24. Tes ini lebih sensitif sehingga baik untuk deteksi dini.
-
Tes Asam Nukleat (NAT): NAT mampu mengidentifikasi materi genetik virus. Tes ini sangat akurat tetapi umumnya digunakan untuk konfirmasi atau pemantauan virus. Jadi, kurang cocok untuk tes HIV pertama kali.
Jika memang terkonfirmasi HIV, Anda bisa meminta untuk menjalani pengobatan dari dokter. Pengobatan yang dianjurkan biasanya antiretroviral therapy (ART). Dengan pengobatan dini dan efektif, Anda memiliki peluang yang baik untuk hidup selama kurang lebih sama dengan orang tanpa HIV.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. (2023). HIV basics. https://www.cdc.gov/hiv/basics/index.html
- Mayo Clinic. (2023). HIV/AIDS. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiv-aids/symptoms-causes/syc-20373524
- World Health Organization. (2023). HIV. https://www.who.int/health-topics/hiv-aids
- National Health Service (NHS). (2022). HIV and AIDS. https://www.nhs.uk/conditions/hiv-and-aids/
- UNAIDS. (2023). Global HIV & AIDS statistics — Fact sheet. https://www.unaids.org/en/resources/fact-sheet
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.