Apakah Herpes Zoster Menular? Ketahui Penularan & Pencegahannya

Kesehatan October 15, 2025
SHARE ON
Apakah Herpes Zoster Menular? Ketahui Penularan & Pencegahannya

Penyakit herpes zoster tidak bisa menular, namun virus penyebabnya yang bernama varicella-zoster (VZV) bisa menular ke orang lain sebagai penyakit cacar air, bukan herpes zoster. VZV sangat mudah menular dengan tingkat penularan hampir 90%.

Jadi, seseorang yang tertular varicella-zoster virus (VZV) untuk pertama kali akan mengalami cacar air. Ketika sudah sembuh, VZV tidak hilang melainkan laten atau ‘tidur’ di dalam tubuh.

Saat imun lemah, atau terdapat pemicu lainnya, virus bisa aktif kembali yang menyebabkan herpes zoster. Dalam kata lain, herpes zoster merupakan penyakit yang kambuh setelah seseorang pernah mengalami cacar air.

Kemungkinan Penularan Herpes Zoster

Varicella-zoster virus (VZV) dapat menyebar melalui kontak langsung kulit dengan cairan dari luka herpes atau melalui menghirup partikel dari luka tersebut. 

Berikut ini beberapa cara penularan herpes zoster yang mungkin terjadi:

  • Kontak langsung dengan cairan lesi (vesikel): VZV dalam cairan lepuhan aktif dapat menyebar ketika cairan lesi mengenai kulit atau mukosa orang lain. Dari situs CDC: penyebaran dapat terjadi lewat “inhalasi partikel kecil dari cairan vesikuler kulit lesi” dan kontak langsung dengan drainage lesi.

  • Melalui benda terkontaminasi: VZV bisa menular melalui benda yang mengalami kontak dengan penderita herpes zoster. Namun, VZV relatif mudah rusak di lingkungan luar sehingga kemungkinan penularannya kecil.

  • Transmisi via droplet atau udara (sangat jarang): Studi menyebutkan bahwa pada kasus herpes zoster yang meluas (diseminata) atau pada pasien dengan sistem imun lemah, virus mungkin dapat menyebar lewat droplet atau aerosol kecil.

  • Penularan nosokomial (lingkungan rumah sakit) / aerosol internal: Studi menyebut di lingkungan perawatan kesehatan, terdapat bukti bahwa kasus VZV dapat muncul tanpa kontak langsung, sehingga menunjukkan potensi penyebaran melalui udara.

  • Penularan dari ibu ke bayi (sangat jarang): VZV dapat menular dari ibu ke janin atau bayi baru lahir lewat jalur transplasenta atau kontak langsung. Studi menyebut Anak-anak yang terpapar virus varicella-zoster dalam rahim selama 20 minggu kedua kehamilan dapat mengembangkan varicella dan zoster.

Pencegahan Penularan Virus Varicella-Zoster

Ada beberapa langkah untuk mencegah penularan VZV, yaitu virus yang menyebabkan cacar air dan herpes zoster. Berikut ini langkah pencegahan baik untuk melindungi diri maupun melindungi orang lain.

Mencegah agar tidak tertular dari orang lain

Jika ada orang sekitar Anda yang terjangkit herpes zoster, berikut ini adalah hal yang sebaiknya Anda lakukan agar tidak tertular:

  • Bila belum pernah terkena cacar air atau belum divaksin, sebaiknya hindari kontak langsung dengan penderita sampai lepuhnya kering & berkerak.

  • Jangan menyentuh lepuhan, cairan, atau perban bekas penderita.

  • Jangan berbagi handuk, pakaian, tempat tidur, alat makan, atau benda pribadi lain dengan penderita.

  • Cuci tangan dengan sabun, terutama setelah kontak dengan penderita atau benda di sekitarnya.

  • Bersihkan permukaan/benda yang mungkin terkontaminasi (misalnya sprei, pakaian)

Perlu diketahui bahwa jika Anda sudah pernah kena cacar air atau sudah mendapat vaksin varisela/zoster, risiko tertular sangat kecil.

Mencegah agar tidak menulari orang lain

Jika Anda mengalami herpes zoster, sebaiknya melakukan hal berikut agar tidak menulari orang lain:

  • Tutup dan jaga kebersihan luka herpes, sebaiknya Anda menggunakan pakaian yang tertutup. Luka yang terbuka bisa menular lebih mudah ke orang lain.

  • Jika menutup luka dengan perban, ganti perbannya secara teratur dan buang dengan benar.

  • Selalu cuci tangan dengan air dan sabun setelah menyentuh area ruam atau perban.

  • Hindari menyentuh mata, mulut, atau bagian tubuh lain setelah memegang ruam.

  • Tidak kontak kulit langsung (misalnya memeluk atau bersentuhan dekat) dengan orang lain sampai lesi mengering dan berkerak.

  • Hindari kontak dekat dengan bayi atau anak yang belum pernah kena cacar air atau belum divaksin.

  • Jaga daya tahan tubuh dengan cukup tidur, nutrisi baik, dan kelola stress dengan baik.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Drees, M., & Weber, D. J. (2022). Prevention and control of nosocomial varicella during the United States varicella vaccination program era. The Journal of Infectious Diseases, 226(Supplement_4), S456–S462.
  • Hatsushika, Y., Nii, I., & Taniguchi, T. (2021). Varicella caused by airborne transmission of a localised herpes zoster infection in a family. BMJ Case Reports, 14(9), e243217.
  • Josephson, A., & Gombert, M. E. (1988). Airborne transmission of nosocomial varicella from localized zoster. The Journal of Infectious Diseases, 158(1), 238–241.
  • Weaver, B. A. (2009). Herpes zoster overview: natural history and incidence. Journal of the American Osteopathic Association, 109(6 Suppl 2), S2–S6.
  • “Baby genitals: care and cleaning.”. Raising Children Network.

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait