Ketika sudah terjangkit, pengobatan Trikomoniasis harus dilakukan dengan tepat. Penanganan yang keliru dapat menyebabkan komplikasi pada Trikomoniasis dan bisa membuat penderitanya kanker prostat (pria) dan kanker serviks (wanita).
Simak langkah mengobati Trikomoniasis yang tepat beserta tipsnya agar lebih cepat sembuh di artikel berikut ini.
1. Pemeriksaan dan Tes Diagnosis
Langkah awal dari pengobatan Trikomoniasis adalah tes diagnosis untuk memastikan bahwa Anda benar terjangkit Trikomoniasis dan bukan IMS lainnya. Bisa juga Anda memiliki lebih dari satu IMS sehingga pengobatan yang diberikan tentu saja akan berbeda.
Terdapat 2 pemeriksaan, yaitu pemeriksaan fisik dan laboratorium. Berikut rincinya:
Pemeriksaan fisik
Pengobatan Trikomoniasis dimulai dengan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Dokter akan menanyakan gejala, riwayat hubungan seksual, dan melakukan pemeriksaan fisik bila diperlukan.
Pada wanita, pemeriksaan ini bisa termasuk pemeriksaan panggul. Saat pemeriksaan, dokter biasanya akan mengambil contoh cairan dari vagina menggunakan kapas swab.
Dalam beberapa kasus, dokter dapat melihat kondisi leher rahim yang tampak kemerahan dan berbintik, yang disebut “strawberry cervix”, yaitu tanda khas Trikomoniasis.
Pemeriksaan laboratorium
Tes laboratorium yang dilakukan seperti pemeriksaan cairan vagina, urin, atau tes molekuler (NAAT). Tes ini penting karena banyak penderita, terutama pria, tidak memiliki gejala.
Jika Anda terdiagnosis Trikomoniasis, dokter juga mungkin akan menyarankan tes infeksi menular seksual (IMS) lainnya, karena infeksi ini sering terjadi bersamaan dengan IMS lain.
Dalam beberapa kondisi, dokter dapat langsung memberikan obat antibiotik tanpa pemeriksaan fisik, biasanya jika pasangan seksual Anda sudah diketahui menderita Trikomoniasis dan Anda melakukan hubungan seksual dengan pasangan tersebut saat ia terinfeksi.
2. Gunakan Obat Antibiotik Trikomoniasis
Jika hasil tes positif, dokter akan memberikan obat antibiotik yang sesuai, biasanya Metronidazole atau Tinidazole.
Pengobatan dapat berupa:
-
Metronidazole 2 gram dosis tunggal (sekali minum), atau
-
Metronidazole 500 mg diminum 2 kali sehari selama 7 hari berturut-turut
Pada wanita, pengobatan selama 7 hari lebih dianjurkan karena terbukti lebih efektif menurunkan risiko infeksi berulang. Pada pria, dosis tunggal sering digunakan, meskipun data perbandingan masih terbatas.
Selengkapnya: 5 Rekomendasi Obat Trikomoniasis dan Dosisnya
3. Mengikuti Pengobatan dengan Benar
Ketika seseorang positif terjangkit Trikomoniasis, pasangannya juga harus mengikuti pengobatan sekalipun tidak menunjukkan gejala apa pun. Masa pengobatannya juga sama, saat penderita minum obat, misalnya mulai hari ini, maka pasangannya juga harus mulai minum obat saat itu juga.
Saat masa pengobatan, pasien harus:
-
Menghabiskan seluruh obat sesuai dosis dan jadwal
-
Tidak menghentikan obat meskipun gejala sudah membaik
-
Tidak mengonsumsi alkohol selama pengobatan dan minimal 24-72 jam setelah obat habis, karena dapat menyebabkan efek samping berat
4. Tes Ulang untuk Memastikan Kesembuhan
Pada wanita, dokter biasanya menganjurkan tes ulang sekitar 3 bulan setelah pengobatan, terutama bila:
-
Penderita adalah ibu hamil dengan Trikomoniasis
-
Risiko tertular ulang tinggi
-
Terdapat gejala berulang
-
Pasangan tidak diobati dengan baik
Tes ulang ini bertujuan untuk memastikan infeksi benar-benar sudah sembuh, bukan sekadar gejalanya hilang.
Tips Saat Mengobati Trikomoniasis
Berikut ini beberapa tips saat Anda sedang melakukan pengobatan Trikomoniasis:
-
Ikuti anjuran dokter, habiskan obat sesuai dosis dan jadwal yang diberikan meskipun Anda merasa gejala sudah membaik.
-
Pasangan seksual harus ikut diobati agar tidak terjadi penularan ulang nantinya.
-
Tidak berhubungan seks selama masa pengobatan, baik itu vaginal, anal, maupun oral.
-
Jaga imun tubuh agar kondisi kesehatan tidak drop. Sistem kekebalan tubuh yang baik tentunya bisa membuat pengobatan suatu penyakit lebih efektif. Anda bisa menjaga imun tubuh dengan olahraga teratur, minum vitamin, tidak begadang.
-
Hindari alkohol selama pengobatan dan 24-72 jam setelah obat habis karena bisa menyebabkan mual, muntah, pusing, dan kram.
-
Bersihkan kemaluan dengan air bersih, hindari sabun berpewangi atau produk iritan, dan keringkan dengan baik.
-
Gunakan kondom setelah sembuh untuk mencegah infeksi ulang dan penularan di kemudian hari.
-
Konsultasi segera jika terdapat perubahan kondisi dan Anda tidak yakin cara menanganinya.
Konsultasi online penyakit kelamin di Klinik Kirana tersedia gratis untuk Anda. Anda juga bisa bertanya langsung dengan klik tombol WhatsApp di atas dan sampaikan keluhan Anda kepada kami. Kerahasiaan dan informasi Anda dijamin aman.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. CDC – DPDx: Trichomoniasis. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/dpdx/trichomoniasis/index.html
- Centers for Disease Control and Prevention. STD treatment guidelines: Trichomoniasis. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/std/treatment-guidelines/trichomoniasis.htm
- Centers for Disease Control and Prevention. Trichomoniasis: About. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/trichomoniasis/about/index.html
- NZ STI Guidelines. Trichomoniasis. https://sti.guidelines.org.nz/infections/trichomoniasis/
- Schumann, J. A., & Plasner, S. (2023). Trichomoniasis. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534826/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.