Sifilis pada Wanita: Gejala per Tahap, Tes, dan Pengobatannya

Kesehatan June 21, 2026
SHARE ON
Sifilis pada Wanita: Gejala per Tahap, Tes, dan Pengobatannya

Sifilis pada wanita kerap luput dari perhatian karena gejala awalnya bisa muncul tanpa rasa sakit dan di area tubuh yang sulit terlihat. Akibatnya, banyak wanita baru menyadari kondisinya setelah penyakit berkembang ke tahap lanjut atau ketika hamil dan menjalani skrining rutin. Kabar baiknya, sifilis termasuk infeksi menular seksual yang bisa ditangani dengan baik bila terdeteksi lebih awal. Artikel ini membahas tuntas gejala sifilis pada wanita dari tahap ke tahap, cara pemeriksaan, hingga pilihan pengobatan, dengan bahasa yang mudah dipahami dan tanpa menghakimi.

Jika Anda sedang khawatir tentang gejala atau riwayat tertentu, perasaan itu wajar. Memahami informasi yang benar adalah langkah pertama untuk merasa lebih tenang dan mengambil keputusan yang tepat.

Apa Itu Sifilis?

Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini juga dikenal dengan sebutan "raja singa". Penularan utama terjadi melalui kontak seksual, baik vaginal, anal, maupun oral, dan bisa juga menular dari ibu ke bayi selama kehamilan.

Yang membuat sifilis pada wanita perlu perhatian khusus adalah perjalanannya yang bertahap. Penyakit ini berkembang melalui beberapa fase, dan setiap fase punya tanda yang berbeda. Di antara fase-fase tersebut, gejala bisa menghilang sementara sehingga banyak orang mengira sudah sembuh, padahal bakteri masih ada di dalam tubuh.

Kenapa Sifilis pada Wanita Sering Terlambat Terdeteksi

Inilah inti masalah yang jarang dijelaskan secara gamblang. Pada tahap awal sifilis, muncul luka yang disebut chancre (luka primer). Pada wanita, luka ini sering muncul di dalam vagina, pada leher rahim (serviks), atau di area lipatan yang tidak terlihat saat berkaca biasa.

Dua hal membuatnya mudah terlewat:

  • Lukanya tidak nyeri. Chancre umumnya tidak terasa sakit, tidak gatal, dan tidak mengganggu aktivitas, sehingga tidak memicu kekhawatiran.
  • Lokasinya tersembunyi. Karena berada di area dalam, luka ini bisa muncul dan menyembuh sendiri tanpa pernah disadari.

Luka primer biasanya hilang sendiri dalam beberapa minggu meski tanpa pengobatan. Sayangnya, sembuhnya luka bukan berarti sembuhnya penyakit. Bakteri tetap berada di dalam tubuh dan melanjutkan perjalanannya ke tahap berikutnya. Inilah sebabnya banyak wanita merasa "baik-baik saja" padahal infeksi terus berkembang.

Gejala Sifilis pada Wanita per Tahap

Memahami gejala per tahap membantu Anda mengenali tanda yang mungkin selama ini diabaikan.

Tahap Primer (Ciri Sifilis Wanita Tahap Awal)

Ciri sifilis wanita tahap awal adalah munculnya satu luka (chancre) di lokasi masuknya bakteri, paling sering di area kelamin, anus, atau mulut. Luka ini:

  • Berbentuk bulat, keras, dan dasarnya bersih
  • Tidak terasa nyeri
  • Bisa disertai pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar pangkal paha

Luka ini umumnya muncul beberapa minggu setelah terpapar dan menghilang sendiri dalam 3–6 minggu.

Tahap Sekunder

Bila tidak diobati, infeksi berlanjut ke tahap sekunder. Tanda yang sering muncul pada wanita meliputi:

  • Ruam kemerahan di tubuh, termasuk yang khas di telapak tangan dan telapak kaki, dan biasanya tidak gatal
  • Bercak atau luka basah di area kelamin dan mulut
  • Demam ringan, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan rasa lelah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Rambut rontok berpola

Gejala tahap sekunder ini pun bisa hilang dengan sendirinya, yang lagi-lagi sering disalahartikan sebagai kesembuhan.

Tahap Laten

Pada tahap laten, tidak ada gejala yang terlihat sama sekali. Bakteri "bersembunyi" di dalam tubuh dan hanya bisa terdeteksi melalui tes darah. Tahap ini bisa berlangsung bertahun-tahun. Meski tampak tenang, pada periode awal laten infeksi masih berpotensi menular, terutama relevan bagi wanita yang berencana hamil.

Tahap Tersier

Tahap tersier adalah fase lanjut yang dapat terjadi bertahun-tahun kemudian jika sifilis tidak pernah diobati. Pada tahap ini, infeksi bisa merusak organ penting seperti jantung, pembuluh darah, otak, dan saraf. Komplikasi pada tahap ini bisa serius, dan inilah alasan kuat untuk tidak menunda pemeriksaan.

Sifilis pada Ibu Hamil dan Risiko Sifilis Kongenital

Bagian ini penting bagi siapa pun yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan. Sifilis pada ibu hamil dapat menular ke janin melalui plasenta, kondisi yang disebut sifilis kongenital.

Sifilis kongenital dapat menimbulkan dampak serius pada bayi, mulai dari kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, gangguan organ, hingga risiko keguguran atau kematian janin. Karena itulah skrining sifilis menjadi bagian penting dari pemeriksaan kehamilan.

Pesan utamanya, skrining sifilis pada ibu hamil sangat dianjurkan, idealnya pada kunjungan pemeriksaan kehamilan pertama. Bila terdeteksi, sifilis pada ibu hamil dapat diobati dengan antibiotik yang aman, dan penanganan sejak dini sangat menurunkan risiko penularan ke bayi. Jika Anda hamil dan belum pernah menjalani skrining ini, tidak ada kata terlambat untuk bertanya kepada dokter.

Cara Tes Sifilis

Sifilis tidak bisa didiagnosis hanya dari gejala karena tandanya sering menyerupai penyakit lain. Diagnosis ditegakkan melalui tes darah. Dua jenis pemeriksaan yang umum digunakan adalah:

  • VDRL (atau RPR) — tes penyaring awal untuk mendeteksi kemungkinan infeksi.
  • TPHA (atau TP-Rapid) — tes konfirmasi yang lebih spesifik untuk memastikan diagnosis.

Biasanya kedua tes digunakan bersama, yang satu untuk menyaring, yang lain untuk memastikan.

Penting dipahami soal masa jendela (window period). Setelah terpapar, tubuh butuh waktu untuk membentuk respons yang bisa terbaca oleh tes. Jika tes dilakukan terlalu dini, hasilnya bisa negatif meski infeksi sudah ada. Karena itu, dokter mungkin menyarankan tes ulang setelah jeda waktu tertentu bila ada riwayat paparan baru. Dokter yang akan menentukan waktu dan jenis tes paling tepat untuk kondisi Anda.

Apakah Sifilis pada Wanita Bisa Sembuh?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya melegakan. Sifilis bisa disembuhkan jika ditangani oleh dokter, terutama bila terdeteksi pada tahap awal. Pengobatan utamanya adalah antibiotik yang diberikan sesuai resep dan pengawasan dokter.

Prinsipnya sederhana, makin awal terdeteksi, makin mudah penanganannya. Pada tahap awal, pengobatan umumnya lebih singkat dan responsnya baik. Pada tahap lanjut, infeksi tetap bisa diatasi, tetapi kerusakan organ yang sudah terjadi belum tentu bisa dipulihkan sepenuhnya. Itulah mengapa kecepatan bertindak sangat berarti.

Setelah pengobatan, dokter biasanya meminta tes kontrol berkala untuk memastikan infeksi benar-benar teratasi dan tidak kambuh akibat paparan baru.

Jangan Mengobati Sendiri dengan Obat Apotik

Membeli antibiotik bebas atau "obat raja singa" di apotik tanpa resep berisiko. Jenis antibiotik, dosis, dan durasi pengobatan sifilis ditentukan berdasarkan tahap penyakit, dan ini hanya bisa dipastikan oleh dokter melalui pemeriksaan. Pengobatan sendiri yang tidak tepat dapat membuat gejala tampak mereda sementara, padahal infeksi belum tuntas, sekaligus mempersulit pemantauan kesembuhan. Selalu jalani pengobatan di bawah pengawasan dokter.

Pencegahan dan Pemeriksaan Pasangan

Beberapa langkah yang dapat menurunkan risiko sifilis:

  • Menggunakan kondom secara konsisten dan benar saat berhubungan seksual
  • Membatasi jumlah pasangan seksual
  • Melakukan skrining IMS secara berkala bila Anda aktif secara seksual
  • Menjalani skrining sifilis saat hamil

Satu hal yang sering terlupakan, pasangan Anda juga perlu diperiksa dan diobati. Jika hanya satu pihak yang diobati, ada risiko penularan ulang (ping-pong) yang membuat upaya pengobatan jadi sia-sia. Memeriksa pasangan adalah bagian dari kesembuhan, bukan tuduhan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa ciri sifilis pada wanita tahap awal?

Tanda paling khas adalah munculnya satu luka (chancre) yang tidak nyeri, sering di area kelamin yang tersembunyi. Karena tidak sakit dan bisa hilang sendiri, luka ini kerap tidak disadari.

2. Apakah sifilis pada wanita bisa sembuh total?

Sifilis bisa disembuhkan dengan antibiotik dari dokter, dan peluangnya paling baik bila ditangani sejak tahap awal. Pada tahap lanjut infeksi masih bisa diobati, namun kerusakan organ yang sudah terjadi belum tentu pulih sepenuhnya.

3. Apakah ibu hamil bisa menularkan sifilis ke bayi?

Bisa, melalui plasenta, kondisi yang disebut sifilis kongenital. Karena itu skrining sifilis dianjurkan sejak pemeriksaan kehamilan awal. Jika terdeteksi, pengobatan dini sangat menurunkan risiko penularan ke bayi.

4. Berapa lama gejala sifilis muncul setelah tertular?

Luka tahap awal umumnya muncul beberapa minggu setelah paparan. Namun karena ada masa jendela, tes darah bisa belum terbaca jika dilakukan terlalu dini, sehingga dokter mungkin menyarankan tes ulang.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • 1. World Health Organization. "WHO Guidelines for the Treatment of Treponema pallidum (Syphilis)." *NCBI Bookshelf*, 2016, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK384905/. Diakses pada 16 Juni 2026.
  • 2. Centers for Disease Control and Prevention. "Congenital Syphilis." *STI Treatment Guidelines, CDC*, 2021, https://www.cdc.gov/std/treatment-guidelines/congenital-syphilis.htm. Diakses pada 16 Juni 2026.
  • 3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. "Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual." *Repository Kementerian Kesehatan RI*, 2016, https://repository.kemkes.go.id/book/467. Diakses pada 16 Juni 2026.
  • 4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. "Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2022 tentang Penanggulangan HIV, AIDS, dan Infeksi Menular Seksual." *JDIH BPK RI*, 2022, https://peraturan.bpk.go.id/Details/245543/permenkes-no-23-tahun-2022. Diakses pada 16 Juni 2026.

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait