Cara mengobati herpes bibir dapat menggunakan antivirus topikal, obat oral, hingga obat alami. Beberapa studi juga menyebut bahwa mengompres bibir dengan air es atau hangat dapat mengurangi sensasi nyeri dari herpes labialis.
Ketahui semua cara pengobatan herpes labialis di artikel ini. Anda juga akan mendapatkan langkah pencegahan yang bisa dipraktikkan agar terhindar dari herpes bibir.
Cara Mengobati Herpes Bibir
Berikut beberapa cara untuk menangani herpes bibir, di antaranya:
1. Gunakan obat untuk herpes bibir
Obat antivirus adalah pengobatan utama untuk herpes bibir. Berikut adalah pilihan antivirus yang tersedia:
-
Obat topikal: krim yang dioleskan ke area yang terinfeksi. Anda bisa mendapatkan beberapa obat bebas tanpa perlu resep dokter.
-
Obat oral: obat minum yang memerlukan resep dokter.
Obat untuk herpes bibir yang paling sering direkomendasikan dokter adalah Acyclovir, Famciclovir, atau Valacyclovir. Berikut rincian dosisnya:
-
Acyclovir (oral): dosis umum antara 200 mg hingga 800 mg, biasanya dikonsumsi 2-5 kali sehari dengan interval (jarak dosis) yang sama sepanjang hari, misalnya 4 jam sekali.
-
Valacyclovir (oral): dosis umum 2000 mg diminum setiap 12 jam selama satu hari.
-
Clinovir cream (topikal): oleskan tipis pada lepuhan 5 kali sehari, selama 5–10 hari.
Untuk rekomendasi obat lainnya di apotek, Anda bisa temukan di artikel 7 Rekomendasi Obat Herpes Bibir dan Dosisnya.
2. Gunakan bahan alami untuk membantu pengobatan
Selain obat kimia, ada juga beberapa bahan alami yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Perlu diingat, bahan-bahan alami ini tidak bisa dijadikan pengobatan utama, melainkan hanya support ingredients.
Beberapa bahan alami yang dapat membantu pengobatan:
-
Asam lemak omega-3 untuk membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Asam lemak dapat ditemukan pada makanan seperti ikan salmon, ikan mackerel, biji rami, dan chia seeds.
-
Madu Manuka: Penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa penggunaan madu Manuka secara topikal mungkin sama efektifnya atau bahkan lebih efektif dibandingkan asiklovir topikal dalam mengobati HSV-1 dan HSV-2. Oleskan madu secara tipis namun merata setidaknya 2x sehari.
-
Lemon balm: Pada satu studi yang melibatkan 66 pasien, terbukti bahwa penggunaan krim lemon balm pada luka herpes bibir selama 2 hari dapat mengurangi keparahan gejala.
3. Lakukan kompres bibir
Kain dingin dan lembap dapat meredakan gejala dan membantu menghilangkan sensasi nyeri. Namun, jangan menggunakan es langsung ke bibir tanpa kain karena dapat melukai bibir Anda.
Selain kompres dingin, Anda juga bisa menggunakan kain hangat pada lepuh untuk mengurangi rasa sakit. Gunakan yang dingin maupun hangat tergantung preferensi Anda sendiri.
Jika sensasi nyeri tidak kunjung hilang dengan kompres, minumlah obat pereda nyeri seperti asam mefenamat. Selain obat oral, Anda juga bisa menggunakan krim yang mengandung lidokain atau benzokain yang mampu meredakan nyeri.
4. Rawat luka herpes bibir dengan benar
Luka herpes bibir bisa sangat nyeri dan tidak nyaman, terutama ketika Anda sedang makan sesuatu. Selain mengompres dengan cairan dingin, Anda juga bisa merawat luka herpes bibir dengan cara:
-
Jangan menyentuh atau memencet luka herpes pada bibir.
-
Menyeka bekas makanan dan minuman yang ada di sekitar bibir agar selalu bersih.
-
Hindari mengonsumsi makanan atau minuman panas.
-
Hindari mengonsumsi makanan pedas yang bisa membuat bibir terasa terbakar.
-
Selama proses penyembuhan, konsumsilah makanan yang bertekstur lembut untuk mengurangi nyeri di bibir.
-
Ketika minum, gunakan sedotan untuk menghindari bibir menyentuh gelas.
-
Selalu cuci peralatan makan dan minum dengan bersih agar tidak menulari orang lain.
-
Gunakan masker ketika hendak bepergian ke luar rumah, ini untuk menghindari luka herpes terpapar debu dan kotoran.
Bagaimana Pencegahan Herpes Labial?
Sebelum ke pencegahan, Anda harus tahu apa saja hal yang dapat memicu herpes bibir, di antaranya:
-
Tertular dari penderita herpes
-
Paparan sinar ultraviolet (matahari)
-
Stress emosional atau beban psikologis
-
Trauma lokal pada mukosa bibir atau kulit sekitar bibir
-
Kondisi imun yang menurun
-
Perubahan hormonal (misalnya menstruasi, hamil)
-
Demam, infeksi lain, kelelahan
-
Paparan angin, cuaca ekstrem
-
Penggunaan kosmetik tertentu atau bahan iritan
HSV sangat mudah menyebar antarmanusia, sehingga kasus infeksi herpes oral akan sangat umum ditemui. Mengetahui pemicunya di atas dapat membantu Anda dalam melakukan pencegahan.
Berikut ini adalah langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan:
1. Hindari kontak dengan bibir orang lain
Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjangkit herpes labialis, seperti:
-
Tidak berbagi apa pun yang menyentuh mulut orang lain, termasuk peralatan dapur atau pelembab bibir.
-
Tidak mencium seseorang yang sedang mengalami herpes bibir.
-
Menghindari hubungan seks oral dengan seseorang yang sedang mengalami herpes genital.
-
Menghindari kontak genital-ke-genital atau kontak kulit lainnya untuk menghindari herpes genital atau infeksi HSV lainnya.
-
Bersihkan barang-barang yang mungkin terkena virus (handuk, sarung bantal) dengan cara yang higienis
2. Melindungi bibir dari paparan sinar UV
Langkah pencegahan herpes bibir selanjutnya adalah menggunakan tabir surya (sunscreen) pada bibir, yaitu dengan memakai produk lip balm dengan SPF. Beberapa studi melaporkan bahwa penggunaan sunscreen dapat menurunkan insiden rekurensi herpes labialis.
Namun, pada studi lain, hasil penelitian tidak selalu konsisten (efek proteksi dalam kondisi alamiah kurang jelas). Tidak ada salahnya untuk menggunakan pelembab bibir dengan kandungan SPF untuk lebih melindungi bibir Anda.
3. Terapi antivirus sebagai pencegahan
Studi menyebut pemberian antivirus oral secara teratur (maintenance) pada orang dengan tingkat kekambuhan herpes yang tinggi dapat mengurangi potensi kambuh.
Antivirus dapat diberikan sesegera mungkin ketika ada gejala prodromal, seperti kesemutan dan terbakar pada bibir. Ini dapat membantu mencegah berkembangnya luka herpes secara penuh.
Salah satu obat antivirus yang bisa digunakan adalah valacyclovir 500 mg dengan dosis penggunaan 1x sehari.
4. Kelola stress & kondisi yang melemahkan
Stress dan kondisi imun yang lemah dapat menyebabkan tubuh rentan tertular penyakit. Maka dari itu, manajemen stres seperti relaksasi, tidur cukup, dan olahraga teratur menjadi hal penting untuk dilakukan.
Anda harus menjaga kesehatan secara umum agar sistem imun tetap optimal, misalnya dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi serta mengonsumsi vitamin tambahan (vitamin C, B, D3)
5. Penggunaan krim pelindung
Penelitian menyebutkan bahwa krim seperti zinc oxide atau zinc sulfate dapat digunakan sebagai pelindung tidak langsung terhadap iritasi dan membantu mengurangi durasi gejala jika digunakan segera setelah terdapat gejala.
Krim pelindung ini sendiri tidak menghancurkan virus, tetapi membantu meredakan gejala dan meminimalkan trauma lokal.
Itulah berbagai cara mengobati herpes di bibir serta pencegahannya agar tidak tertular maupun kambuh. Selalu perhatikan kebersihan dan gaya hidup Anda, itu adalah hal utama untuk mencegah dari berbagai penyakit.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Opstelten, W., & Eekhof, J. (2008). Treatment and prevention of herpes labialis. PMC. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2602638/
- Lin, H.-S., et al. (2022). Interventions for treatment of herpes labialis (cold sores on the lips). PMC. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9717743/
- “Management of herpes labialis triggered by emotional stress.” e-Journal Universitas Airlangga, MKG. https://e-journal.unair.ac.id/MKG/article/view/3219/
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.