Obat untuk herpes bibir sejatinya sama dengan obat herpes jenis lainnya, yaitu Acyclovir, Valacyclovir, dan Famciclovir. Obat herpes setidaknya harus mengandung salah satu dari tiga kandungan tersebut.
Untuk dosisnya, biasanya akan mengikuti tingkat kebutuhan individu. Jika herpes bibir sudah parah, maka dosis yang disarankan biasanya akan lebih tinggi. Jadi, untuk dosis, sebaiknya konsultasikan kepada dokter Anda.
Artikel ini akan memberikan Anda rekomendasi obat herpes labialis lengkap dengan dosis umumnya.
Obat Herpes Bibir di Apotek
Berikut ini obat-obat kimia untuk herpes labialis yang dapat Anda temukan di apotek:
1. Acyclovir
Acyclovir adalah obat herpes yang paling sering direkomendasikan untuk segala jenis herpes, baik herpes labial, herpes genital, ataupun herpes zoster. Anda dapat memanfaatkan antivirus Acyclovir yang efektif menghentikan penyebaran virus sehingga herpes bisa cepat sembuh.
Dosis Acyclovir bervariasi, tergantung kondisi Anda. Dosis tunggal umumnya antara 200 mg dan 800 mg. Untuk anak-anak, dosisnya mungkin lebih rendah.
Acyclovir biasanya dikonsumsi 2-5 kali sehari dengan interval (jarak dosis) yang sama sepanjang hari, misalnya 4 jam sekali.
Berikut rincian dosis Acyclovir:
-
Jika mengonsumsi 4x sehari: Anda dapat mengonsumsinya di pagi hari, siang hari, sore hari, dan sebelum tidur (interval 5-6 jam sekali)
-
Jika mengonsumsi 5x sehari: Anda dapat mengonsumsinya dengan interval 4 jam sekali
Untuk mengobati infeksi virus, Anda biasanya mengonsumsi Acyclovir selama 5-10 hari. Untuk pencegahan, Anda mungkin perlu mengonsumsinya dalam jangka waktu yang lama.
2. Valacyclovir
Valacyclovir digunakan untuk mengobati segala jenis herpes, termasuk herpes labialis, herpes zoster (cacar ular), dan herpes simpleks (herpes genital) pada orang dewasa.
Valacyclovir menjadi obat anti-herpes, yaitu Acyclovir. Valacyclovir membantu meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan serta mempercepat penyembuhan luka herpes.
Dosis Valacyclovir:
-
Dewasa: 2000 mg setiap 12 jam selama satu hari
-
Anak-anak usia 12 tahun ke atas: 2000 mg setiap 12 jam selama satu hari
-
Anak-anak di bawah usia 12 tahun: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter
3. Clinovir cream
Clinovir mengandung Acyclovir 5% dan bekerja terhadap infeksi virus herpes simpleks, herpes genital, dan herpes zoster untuk yang memiliki masalah sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, Clinovir juga membantu mencegah terjadinya infeksi herpes berulang alias kekambuhan pada pengidap yang memiliki masalah imunokompeten.
Cara pakainya mudah, oleskan tipis pada lepuhan 5 kali sehari, selama 5–10 hari. Obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti rasa panas/kesemutan ringan, kemerahan, atau kulit mengelupas.
4. Inlacyl
Obat Inlacyl memiliki kandungan Valacyclovir 500 mg di dalamnya. Valacyclovir merupakan obat antivirus yang diresepkan untuk obat herpes zoster, herpes simpleks, herpes labialis, dan herpes genital.
Dosis untuk mengobati herpes bibir adalah 2 kaplet (1 gram) sehari dengan interval atau jarak minum setiap 12 jam sekali.
Beberapa efek samping yang mungkin didapat adalah mengigau, mual, sakit kepala, sakit perut, halusinasi, kebingungan, hingga kejang.
5. Molavir cream
Molavir cream memiliki kandungan aktif Acyclovir yang dapat membantu mengobati herpes simpleks dan herpes labialis.
Penggunaan obat herpes salep ini mudah, cukup oleskan langsung pada bagian kulit yang menunjukkan gejala infeksi sesuai dosis yang dianjurkan. Oleskan 5x sehari dengan jarak 4 jam sekali selama 5 hari. Jika belum membaik bisa dilanjutkan 5 hari lagi.
6. Zovirax
Zovirax memiliki kandungan Acyclovir 200 mg merupakan obat oles yang ampuh dalam mengatasi infeksi virus seperti herpes. Obat ini dapat digunakan untuk dewasa dan juga anak-anak.
Penggunaan obat Zovirax yang disarankan adalah 5x sehari dengan jarak 4 jam sekali, oleskan secara tipis dan merata.
Perlu diingat, obat ini merupakan obat golongan keras. Sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dulu sebelum mengaplikasikan pada luka herpes.
7. Scanovir cream
Scanovir cream adalah obat salep yang memiliki kandungan Acyclovir untuk mengobati infeksi herpes simpleks pada kulit, herpes genital, dan herpes labialis. Penggunaan obat ini harus berdasarkan resep dokter.
Cara pakainya, oleskan Scanovir 5% Krim 10 g secara merata 5–6 kali sehari pada area luka herpes, selama 5 sampai 10 hari. Jarak pemberiannya adalah 4-5 jam sekali.
Sebaiknya ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakan ini.
Obat Alami Herpes Bibir
Selain obat kimia, ada juga obat alami yang mampu membantu percepat proses penyembuhan:
-
Asam lemak omega-3: Studi menyebut bahwa kandungan ini dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh Anda. Asam lemak dapat ditemukan pada makanan seperti ikan salmon, ikan mackerel, biji rami, dan chia seeds.
-
Madu Manuka: Penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa penggunaan madu Manuka secara topikal mungkin sama efektifnya atau bahkan lebih efektif dibandingkan asiklovir topikal dalam mengobati HSV-1 dan HSV-2. Madu Manuka dapat dikonsumsi langsung tanpa perlu tambahan apa pun.
-
Lemon balm: Pada satu studi yang melibatkan 66 pasien, terbukti bahwa penggunaan krim lemon balm pada luka herpes labial selama 2 hari dapat mengurangi keparahan gejala.
-
Tea tree oil: Studi laboratorium menyebut minyak pohon teh yang merupakan suatu bahan antivirus, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mencegah wabah herpes berulang. Penggunaan tea tree oil tidak boleh dioleskan langsung ke kulit karena berisiko menimbulkan iritasi. Anda perlu mengencerkannya lebih dulu dengan minyak pengencer, seperti minyak kelapa, baru kemudian dioleskan pada kulit.
-
Lidah buaya: Sebuah penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa lidah buaya memiliki kemampuan antivirus yang dapat meredakan dan menyembuhkan luka herpes. Namun, pada studi lainnya, aloe vera belum diuji secara klinis pada manusia. Jika diuji pada tabung reaksi, aloe vera memang menunjukkan gelnya dapat bermanfaat sebagai pengobatan topikal untuk infeksi herpes oral.
Itulah rekomendasi obat herpes bibir baik yang dapat ditemukan di apotek maupun obat alami yang bahannya cukup mudah didapat. Temukan lebih banyak artikel informatif seputar kesehatan dan penyakit kelamin di Artikel Medis Klinik Kirana.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Drugs.com. (n.d.). Acyclovir dosage guide.
- Healthline. (2023, May 18). Home remedies for herpes (HSV‑1 and HSV‑2).
- National Health Service (NHS). (n.d.). How and when to take or use aciclovir.
- Salehi, B., Sharopov, F., Martorell, M., Rajabi, S., Fokou, P. V. T., Ademiluyi, A. O., ... & Sharifi-Rad, J. (2019). Phytotherapeutic approaches to treatment of herpes simplex virus infections: A review. Phytotherapy Research, 34(7), 1193–1212.
Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!
Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.