Penyebab Kutil Kelamin Tumbuh Kembali Setelah Pengobatan

Kelamin December 9, 2023
Penyebab Kutil Kelamin Tumbuh Kembali Setelah Pengobatan

 

Setelah melaksanakan pengobatan pada kutil kelamin tetap tidak menutup kemungkinan Anda mendapatkan kembali kutil kelamin, karna virus yang menyebabkan kutil kelamin masih ada di tubuh Anda yaitu HPV, berikut ini adalah beberapa penyebab kutil kelamin muncul kembali :

Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Kutil kelamin memang bisa menyerang siapa saja, tetapi terdapat beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami Kutil kelamin.

Salah satu faktor tumbuhnya kembali Kutil kelamin adalah sistem kekebalan tubuh yang lemah, orang dengan imunitas tubuh yang lemah lebih rentan terserang infeksi oleh virus maupun bakteri yang disebarkan oleh orang lain termasuk Kondiloma Akuminata.

Pada individu yang memiliki sistem imunitas lemah, penularan Kondiloma Akuminata bisa saja terjadi melalui kontak fisik yang dilakukan dengan penderita Kutil kelamin.

Hal ini bisa terjadi karena proses infeksi virus HPV berjalan lebih cepat, sehingga saat kontak terjadi lapisan kulit pada orang yang memiliki imun lemah akan terinfeksi dan bisa menyebabkan tumbuhnya Kutil kelamin. 

Begitu juga setelah melakukan pengobatan, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah berpotensi tumbuh Kutil kelamin kembali meskipun telah diangkat.

Karena pada dasarnya pengobatan Kutil kelamin hanya mengobati gejala dari infeksi HPV yang terjadi yaitu Kutil yang tumbuh, bukan mengobati infeksi virus HPV pada tubuh.

Faktor Tekanan Psikologis

Mungkin kamu tidak menyangka, bahwa Kutil kelamin dapat kambuh pasca pengobatan akibat terdapat tekanan psikologis pada penderitanya.

Tekanan psikologis pada penderita seperti Inferiority Complex, Anxiety, Rasa tertekan, rasa panik, dan depresi yang bisa menyebabkan imunitas pasien menjadi turun.

Saat terjadi tekanan psikologis, tubuh akan memproduksi beberapa hormon stres seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. 

Peningkatan hormon stres tersebut bisa menyebabkan terhambatnya kerja sistem imun tubuh dalam menjaga tubuh dari paparan virus dan bakteri.

Begitu juga dengan virus HPV, virus yang menyebabkan infeksi Kutil kelamin ini bisa kembali ganas saat sistem imun menurun dan bisa menyebabkan tumbuhnya Kutil kelamin meskipun sudah pernah menjalani pengobatan.

Gaya Hidup yang Tidak Dijaga

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pengobatan Kutil kelamin hanya mengobati tumbuhnya kutil itu sendiri, bukan mengobati infeksi HPV yang menyebabkan Kutil kelamin tumbuh.

Jadi, saat virus HPV masih terdapat dalam tubuh, risiko Kutil kelamin tumbuh kembali akan tetap ada.

Maka dari itu, penting bagi kamu untuk menerapkan gaya hidup yang sehat, guna menghindari risiko tumbuhnya Kutil kelamin setelah proses pengobatan.

Tindakan preventif perlu dilakukan saat kamu pernah terinfeksi Kutil kelamin, tindakan tersebut meliputi menggunakan kondom saat berhubungan seksual, menghindari bergonta-ganti pasangan, hingga melakukan pengobatan HPV hingga virus benar-benar hilang dari tubuh.

Persistensi Virus HPV

HPV adalah virus yang sangat adaptif dan bisa tetap bersembunyi dalam sel-sel tubuh bahkan setelah kutil yang terlihat telah dihilangkan. Sifat laten virus ini membuatnya sulit untuk dieliminasi sepenuhnya, dan keadaan ini dapat memicu pertumbuhan kutil baru di kemudian hari.

Infeksi Ulang atau Paparan Strain Baru

Seseorang yang aktif secara seksual dapat terinfeksi kembali dengan strain HPV yang sama atau terpapar strain baru, terutama jika berhubungan seks tanpa penggunaan metode perlindungan, seperti kondom.

Kontak Seksual Tanpa Perlindungan

Berhubungan seks tanpa perlindungan dengan pasangan yang terinfeksi HPV meningkatkan risiko munculnya kembali kutil. Penggunaan kondom dapat mengurangi, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan, risiko penularan HPV.

Konsultasikan Gejala Kutil Kelamin di Klinik Kirana

Konsultasikan sejak dini gejala yang kamu curigai sebagai Kutil kelamin, agar mendapatkan penanganan dokter saat kutil belum mencapai tingkatan yang membahayakan. 

Pastikan untuk memilih fasilitas kesehatan yang memiliki dokter kelamin terpercaya dan sudah ahli menangani penyakit menular seksual.

Seperti pada Klinik Kirana, klinik spesialis kulit dan kelamin yang telah terpercaya menangani penyakit menular seksual, termasuk Kutil kelamin.

Kamu bisa melakukan konsultasi online secara gratis untuk mendapatkan gambaran tindakan medis yang akan disesuaikan dengan kondisi serta gejala yang muncul. Klik disini, untuk Konsultasikan Gejala Kutil Kelamin di Klinik Kirana. 

 

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Centers for Disease Control and Prevention. General HPV Infection — Fact Sheet (https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv.htm). Accessed 10/12/2023
  • Yuan J, Ni G, Wang T, Mounsey K, Cavezza S, Pan X, Liu X. Genital warts treatment: Beyond imiquimod. Hum Vaccin Immunother. 2018 Jul 3;14(7):1815-1819. doi: 10.1080/21645515.2018.1445947. Epub 2018 Apr 9. PMID: 29505317; PMCID: PMC6067868. Accessed 10/12/2023
  • Chelimo C, Wouldes TA, Cameron LD, Elwood JM. Risk factors for and prevention of human papillomaviruses (HPV), genital warts and cervical cancer. J Infect. 2013 Mar;66(3):207-17. doi: 10.1016/j.jinf.2012.10.024. Epub 2012 Oct 26. PMID: 23103285. Accessed 10/12/2023
  • Marc Steben, A Very Common Intimate Concern: “Will My Genital Warts Ever Stop Recurring?”, The Journal of Infectious Diseases, Volume 219, Issue 5, 1 March 2019, Pages 682–684, https://doi.org/10.1093/infdis/jiy610. Accessed 10/12/2023

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait