Mengenal Gejala dan Perubahan Warna Keputihan Pada Wanita

Ginekologi November 10, 2023
Mengenal Gejala dan Perubahan Warna Keputihan Pada Wanita

Keputihan atau vaginal discharge adalah cairan bening, putih, atau putih keabu-abuan yang keluar dari vagina. Cairan ini diproduksi oleh rahim, serviks, dan vagina, dan sebagian besar terdiri dari sel dan bakteri. Vaginal discharge membantu membersihkan dan melumasi vagina, serta membantu melawan bakteri jahat dan infeksi.

Keputihan adalah proses alami dan normal, tetapi perubahan pada keputihan dapat menjadi tanda infeksi atau penyakit, wanita memiliki jumlah keputihan yang bervariasi. Beberapa wanita memproduksi lebih banyak keputihan daripada yang lain.

Perubahan warna, tekstur, bau, atau jumlah keputihan biasa Anda mungkin berarti ada masalah. Sebagian besar penyebab keputihan yang tidak normal dapat diobati dengan obat-obatan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan tentang keputihan:

  • Keputihan yang normal biasanya berwarna bening atau putih, dan memiliki tekstur yang tipis dan berair. Keputihan yang normal juga tidak memiliki bau yang menyengat.
  • Keputihan yang abnormal dapat berwarna kuning, hijau, atau abu-abu, dan memiliki tekstur yang kental dan berlendir. Keputihan yang abnormal juga dapat memiliki bau yang menyengat.
  • Keputihan yang abnormal dapat disertai dengan gejala lain, seperti gatal, kemerahan, dan nyeri di sekitar vagina.

Apa arti warna keputihan?

Sumber Gambar: Freepik

Seringkali cairan yang keluar dari vagina bervariasi dari sisi warna hingga tekstur, yang normal biasanya berwarna bening atau putih, dan memiliki tekstur yang tipis dan berair. Keputihan yang normal juga tidak memiliki bau yang menyengat.

Namun, jika keputihan Anda berubah warna, tekstur, atau bau, itu bisa menjadi tanda adanya masalah. Berikut adalah penjelasan tentang arti warna keputihan:

Keputihan berwarna kuning, abu-abu, atau hijau

Keputihan berwarna kuning, abu-abu, atau hijau biasanya menandakan adanya infeksi bakteri atau penyakit menular seksual (IMS). Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan keputihan berwarna kuning atau hijau antara lain vaginosis bakterialis, trikomoniasis, dan klamidia. IMS yang dapat menyebabkan keputihan berwarna kuning atau hijau antara lain gonore dan herpes genital.

Keputihan berwarna coklat atau merah

Keputihan berwarna coklat atau merah biasanya berhubungan dengan menstruasi yang tidak teratur atau kehamilan (pendarahan implantasi). Namun, jika Anda mengeluarkan cairan berwarna coklat atau merah dan ini bukan menstruasi atau kehamilan, itu mungkin mengindikasikan adanya masalah, seperti:

  • Infeksi jamur
  • Infeksi bakteri
  • Penyakit menular seksual
  • Penyakit radang panggul
  • Kanker serviks
  • Keputihan berwarna bening atau putih

Keputihan berwarna bening atau putih

Keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih, dan memiliki tekstur yang tipis dan berair. Keputihan normal juga tidak memiliki bau yang menyengat. Anda tidak pelru khawatir jika terjadi keputihan dengan warna bening dan putih biasanya itu menandakan Anda sedang dalam masa subur.

Baca Selanjutnya tentang perbedaan warna pada keputihan : Pahami Jenis dan Warna Keputihan

Infeksi apa saja yang menyebabkan warna keputihan berubah?

Ada beberapa faktor dan kemungkinan menyebabkan keputihan berubah atau berbau tidak sedap, seperti mengalami infeksi yang disebabkan oleh hubungan seks dan Mengalami iritasi di dalam atau sekitar vagina, berikut adalah beberapa infeksi yang dapat menyebabkan keputihan berubah:

Infeksi jamur

Infeksi jamur vagina terjadi ketika jamur tertentu (kandida) tumbuh di luar kendali di vagina Anda. Ini menghasilkan keputihan yang kental, putih, seperti keju cottage. Vagina Anda mungkin membengkak dan gatal, dan seks mungkin terasa menyakitkan. Obat antijamur mengobati infeksi jamur.

Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang didapat dari berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi. Parasit menyebabkan trikomoniasis. Itu membuat keputihan Anda berwarna hijau, kuning atau abu-abu dan bergelembung atau berbusa. Itu diobati dengan antibiotik.

Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis terjadi ketika terdapat terlalu banyak bakteri tertentu di vagina Anda. Penyakit ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual tetapi tidak selalu. Penderita BV mengeluarkan cairan berwarna putih atau abu-abu yang berbau busuk dan amis. Itu diobati dengan antibiotik.

Gonore dan klamidia

Klamidia dan gonore adalah dua IMS umum yang bisa didapat dari berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi. Kedua infeksi tersebut diobati dengan antibiotik dari penyedia layanan kesehatan Anda. Beberapa orang dengan infeksi ini mengalami keputihan yang keruh, kuning atau hijau. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar, menyebabkan penyakit radang panggul disertai nyeri panggul.

Penyebab Keputihan Abnormal

Keputihan abnormal disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit jamur dan virus. Selain faktor tersebut, ada beberapa pola perilaku yang menyebabkan terjadinya keputihan abnormal seperti kurang menjaga kebersihan organ intim. Berikut ini adalah hal yang bisa menjadi penyebab munculnya keputihan Abnormal Pada Wanita

  • Kurang menjaga kebersihan vagina
  • Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur
  • Terlalu sering mengenakan pakaian yang ketat
  • Membilas vagina dari arah anus ke arah depan vagina
  • Sering mandi dan berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat
  • Tidak menjalani pola hidup sehat
  • Mengonsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.
  • Terlalu sering memakai sabun atau lotion beraroma, mandi busa, dan  membersihkan vagina dengan semprotan air.
  • Vaginal douche atau pencucian vagina menggunakan cairan kalium permanganat yang murah ataupun cairan antiseptic dapat menimbulkan keputihan 
  • Terkena Penyakit Menular Seksual

Sangat penting untuk menjaga kebersihan vagina bagi wanita. Selain menjaga bersihan, gunakan pakaian dalam dan pakaian yang dapat membuat kulit anda bernapas sehingga vagina dapat terbebas dari infeksi jamur.

Selain itu, hindari kebiasaan seks bebas tanpa kondom. Suka berganti-ganti pasangan seksual tanpa mengetahui riwayat kesehatan pasangan. Hal ini dapat membuat anda beresiko terkena Penyakit  Menular Seksual yang ditandai dengan munculnya keputihan abnormal.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Keputihan?

Untuk menentukan apakah keputihan bersifat normal atau tidak normal, dokter akan menanyakan gejala yang Anda alami, siklus menstruasi, dan riwayat hubungan seksual. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk memeriksa kondisi organ reproduksi Anda, seperti vagina, serviks, dan rahim.

Keputihan yang tidak normal umumnya sudah dapat dideteksi pada pemeriksaan awal. Namun, dokter dapat menganjurkan Anda untuk menjalani pemeriksaan tambahan agar diagnosis lebih pasti, seperti:

  • Tes pH, untuk memeriksa tingkat keasaman lendir vagina dan mendeteksi tanda infeksi pada vagina
  • Pemeriksaan sampel cairan vagina, untuk mendeteksi keberadaan jamur, bakteri, atau parasit yang menyebabkan keputihan
  • Tes infeksi menular seksual, untuk mendeteksi tanda atau gejala dari infeksi menular seksual, seperti gonore, chlamydia, dan trikomoniasis
  • Pap smear, untuk mendeteksi kelainan pada jaringan leher rahim (serviks)

Pengobatan Keputihan

Pengobatan keputihan tergantung pada penyebabnya. Jika keputihan disebabkan oleh infeksi, maka dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengobati infeksi tersebut. Obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati keputihan antara lain:

  • Antibiotik, untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan. Antibiotik tersedia dalam bentuk pil atau krim oles.
  • Antijamur, untuk mengatasi infeksi jamur yang menyebabkan keputihan. Obat ini tersedia dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan di bagian dalam vagina.
  • Metronidazole atau tinidazole, untuk mengatasi keputihan yang disebabkan oleh parasit penyebab penyakit trikomoniasis. Obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Selain dengan obat-obatan dari dokter, keputihan juga bisa diatasi dengan obat keputihan tradisional. Namun, penggunaan obat-obatan tradisional tersebut harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Berikut adalah penjelasan tentang pengobatan keputihan berdasarkan penyebabnya:

  • Keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur : Keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur biasanya berwarna putih, kental, dan gatal. Pengobatan keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur adalah dengan menggunakan obat antijamur. Obat antijamur tersedia dalam bentuk krim, tablet, atau kapsul. Obat antijamur yang paling umum digunakan untuk mengobati keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur adalah clotrimazole, miconazole, dan fluconazole. Obat-obatan ini dapat dibeli tanpa resep dokter. Namun, jika keputihan Anda parah atau disertai dengan gejala lain, seperti nyeri saat berhubungan seks, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
  • Keputihan yang disebabkan oleh infeksi bakteri : Keputihan yang disebabkan oleh infeksi bakteri biasanya berwarna kuning, hijau, atau abu-abu dan berbau busuk. Pengobatan keputihan yang disebabkan oleh infeksi bakteri adalah dengan menggunakan obat antibiotik. Obat antibiotik tersedia dalam bentuk pil, krim, atau suntikan. Obat antibiotik yang paling umum digunakan untuk mengobati keputihan yang disebabkan oleh infeksi bakteri adalah clindamycin, metronidazole, dan tinidazole. Obat-obatan ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.
  • Keputihan yang disebabkan oleh infeksi menular seksual : Keputihan yang disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) biasanya berwarna kuning, hijau, atau abu-abu dan berbau busuk. Pengobatan keputihan yang disebabkan oleh IMS adalah dengan menggunakan obat antibiotik. Obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati IMS umumnya berbeda-beda, tergantung pada jenis IMS yang Anda alami. Berikut adalah beberapa jenis IMS yang dapat menyebabkan keputihan:
    • Gonore
    • Chlamydia
    • Trikomoniasis
    • Herpes genital
    • Kanker serviks

Jika Anda mengalami keputihan yang disebabkan oleh IMS, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Pengobatan keputihan yang tidak disebabkan oleh infeksi : Keputihan yang tidak disebabkan oleh infeksi biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika keputihan Anda menyebabkan ketidaknyamanan, maka Anda dapat mencoba beberapa tips pencegahan berikut untuk :

  • Jaga kebersihan vagina dengan mencucinya secara teratur menggunakan sabun kewanitaan yang lembut.
  • Hindari menggunakan sabun mandi atau pembersih vagina yang mengandung pewangi atau bahan kimia yang keras.
  • Keringkan vagina dengan handuk bersih setelah mandi atau buang air kecil.
  • Gunakan panty liner atau pembalut untuk menyerap keputihan, tetapi jangan gunakan tampon secara berlebihan karena dapat meningkatkan risiko infeksi.
  • Kenakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat.

Jika keputihan Anda tidak membaik setelah mencoba tips-tips di atas, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika Anda mendapati cairan keputihan ada perubahan warna, tekstur, dan bau. Kondisi ini dapat menjadi tanda untuk bahwa Anda sedang mengalami gejala yang perlu di konsultasikan dengan Dokter.

Lakukan pemeriksaan ke Dokter jika Anda mengalami keputihan yang tidak bisa Anda kenali atau terindikasi seperti perubahan warna atau tekstur pada penjelasan di artikel ini, jika gejala tidak kunjung membaik setelah menjalani perawatan mandiri di rumah. Anda bisa konsultasi di Klinik Kirana, Klinik Kirana menyediakan layanan konsultasi online gratis, sehingga Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Ahli kami kapan saja dan di mana saja.

Berikut adalah beberapa tips untuk mendapatkan hasil konsultasi yang optimal:

  • Siapkan informasi lengkap tentang keluhan Anda, seperti kapan pertama kali muncul, apakah disertai dengan gejala lain, dan apakah ada riwayat penyakit  sebelumnya.
  • Bersikaplah terbuka dan jujur kepada Dokter Ahli kami tentang semua hal yang berkaitan dengan keluhan Anda.
  • Patuhi semua instruksi dari Dokter Ahli kami untuk mendapatkan hasil pengobatan yang optimal.

Klinik Kirana berkomitmen untuk memberikan layanan medis terbaik bagi setiap pasien. Kami memahami bahwa masalah keputihan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan malu. Oleh karena itu, kami akan menjamin privasi dan kerahasiaan Anda selama konsultasi dan pengobatan.

Jangan ragu untuk berkonsultasi ke Klinik Kirana jika Anda mengalami keputihan berwarna bening atau putih yang disertai dengan gejala lain. Kami akan membantu Anda untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.

Artikel ini Disusun Oleh Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • American Academy of Family Physicians. Vaginal Discharge (https://familydoctor.org/condition/vaginal-discharge/). Accessed 14/11/2023.
  • ACOG. Vulvovaginal Health (https://www.acog.org/womens-health/faqs/vulvovaginal-health). Accessed 14/11/2023.
  • Bishop GB. Vaginal Discharge (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK281/). In: Walker HK, Hall WD, Hurst JW, editors. Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations. 3rd edition. Boston: Butterworths; 1990. Chapter 172. Accessed 7/5/2022.
  • Merck Manual Consumer Version. Vaginal Bleeding (https://www.merckmanuals.com/home/women-s-health-issues/symptoms-of-gynecologic-disorders/vaginal-bleeding). Accessed 14/11/2023.
  • National Health Service. Vaginal discharge (https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/). Accessed 14/11/2023

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait