Kapan Skrining Penyakit Menular Seksual Harus Dilakukan?

Kelamin September 15, 2023
Kapan Skrining Penyakit Menular Seksual Harus Dilakukan?

Tes penyakit menular seksual (PMS) umumnya dilakukan saat timbul gejala atau kelainan pada organ intim setelah melakukan hubungan seksual berisiko. Tes juga bisa dilakukan setelah 7-14 hari setelah melakukan hubungan seksual berisiko, meskipun tidak timbul gejala apapun.

Pertanda Kamu perlu Skrining PMS

Skrining penyakit menular seksual sebaiknya dilakukan minimal setahun sekali, terutama bagi kamu yang aktif secara seksual. Tindakan skrining ini penting untuk dijalankan karena berperan sebagai pendeteksi dini akan terjadinya penyakit menular seksual.

Sebagai informasi, penyakit menular seksual yang ditangani sedini mungkin dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi akibat PMS yang terjadi.

Tak hanya itu, penanganan yang cepat dan tepat juga bisa mempercepat proses penyembuhan penyakit menular seksual.

1. Sering Bergonta-Ganti Pasangan

Bagi kamu yang kerap bergonta-ganti pasangan seksual dalam setahun terakhir harus mewaspadai tertular penyakit menular seksual. Individu yang sering bergonta-ganti pasangan disarankan melakukan skrining PMS setiap 3 atau 6 bulan sekali.

Skrining atau pengecekan PMS harus dilakukan demi mengetahui kondisi kesehatan organ intim dan sebagai cara pencegahan dini apabila tertular penyakit menular seksual.

2.   Berhubungan Seks lewat Belakang

Berhubungan seks melalui anal baik menggunakan kondom atau tidak dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual, terutama saat pasanganmu ejakulasi pada anal maka risiko terkena PMS akan meningkat pula. 

Skrining penyakit menular seksual diperlukan pada kamu yang kerap berhubungan seks melalui anal, karena faktor risiko tertular PMS meningkat saat kamu melakukan hubungan dengan cara tersebut.

3.   Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL)

Penyakit menular seksual rentan tertular pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL). Kelompok tersebut setidaknya harus melakukan tes penyakit menular seksual setidaknya sekali dalam setahun. 

Tes PMS yang dijalankan meliputi HIV, Sifilis, Klamidia, dan Gonore. Mengapa demikian, karena kelompok homoseksual kerap melakukan hubungan seksual berisiko yaitu hubungan seksual melalui anal tanpa menggunakan pengaman.

4.   Memiliki Riwayat Penyakit HIV

Orang yang memiliki riwayat penyakit HIV memiliki sistem imun yang terbilang lemah, sehingga lebih mudah tertular penyakit menular seksual.

Pada orang dengan riwayat HIV, pemeriksaan PMS sebaiknya dilakukan secara rutin terutama bagi mereka yang aktif melakukan hubungan seksual.

5.   Ibu Hamil

Saat hamil, sebaiknya kamu melakukan tes penyakit menular seksual pada masa awal kehamilan. Hal ini perlu dilakukan karena PMS dapat menular ke bayi dalam kandungan dan deteksi dini dapat membantu proses pengobatan sang bayi apabila terlanjur tertular penyakit menular seksual.

Tes PMS yang dilakukan biasanya meliputi Sifilis, HIV/AIDS, dan hepatitis B.

6.   Berhubungan Seksual atas Dasar Paksaan

Korban pemerkosaan juga disarankan untuk melakukan tes penyakit menular seksual, karena penyakit menular seksual seperti Herpes, Hepatitis B, dan HIV AIDS bisa saja dialami oleh korban pemerkosaan.

Tak hanya itu, korban pemerkosaan juga berpotensi mengalami beberapa gangguan pada organ intim yang harus segera ditangani oleh dokter.

Tes PMS penting dilakukan pada korban pemerkosaan guna mengetahui kondisi kesehatan organ intim korban dan apabila terdapat masalah, maka dapat ditangani oleh dokter dengan segera.

7.   Orang yang Berbagi Peralatan Narkoba

Peralatan untuk memakai narkoba berupa suntikan dapat menjadi salah satu jalur penularan penyakit menular seksual, apabila suntikan tersebut digunakan bersama-sama dan salah satu penggunanya mengidap PMS.

Kelompok ini disarankan melakukan tes penyakit menular seksual untuk HIV AIDS minimal setahun sekali, dikarenakan risiko tertular HIV AIDS sangat meningkat pada orang yang berbagai jarum suntik.

Konsultasi Skrining PMS di Klinik Kirana

Skrining PMS dapat dilakukan secara rutin pada beberapa kategori kelompok yang sudah dijelaskan sebelumnya. Namun, bagi kamu yang aktif secara seksual juga disarankan untuk melakukan tes penyakit menular seksual guna mengetahui kesehatan organ intim. 

Kamu bisa melakukan skrining PMS di Klinik Kirana, klinik spesialis kulit dan kelamin yang sudah terpercaya dan sangat menjunjung tinggi privasi pasiennya. Tak perlu malu atau khawatir dalam mengecek penyakit menular seksual, Klik disini, untuk Konsultasi Skrining PMS di Klinik Kirana.

 

Sudah di Tinjau Oleh dr. Hadi

 

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Healthline. Diakses 2023. STD Testing: How to Get Tested & What to Expect.
  • Yankes Kemkes. Diakses 2023. Yuk Kenali Cara Deteksi HIV dan AIDS!
  • Terrence Higgins Trust. Diakses 2023. A healthy sex life.

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait