Penyakit Servisitis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Kesehatan June 13, 2025
SHARE ON
Penyakit Servisitis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Servisitis adalah peradangan yang terjadi pada serviks, yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dan vagina. Meskipun sering kali tidak menimbulkan gejala yang mencolok, penyakit ini bisa berdampak serius jika dibiarkan tanpa penanganan.

Dalam beberapa referensi medis, servisitis juga dikenal sebagai radang leher rahim. Kondisi ini bisa bersifat akut (muncul tiba-tiba) atau kronis (berlangsung lama). Servisitis biasanya terjadi akibat infeksi menular seksual (IMS), tetapi bisa juga dipicu oleh faktor non-infeksi seperti alergi atau iritasi.

Kamu yang aktif secara seksual, terutama yang memiliki lebih dari satu pasangan atau tidak menggunakan kondom, memiliki risiko lebih tinggi terkena servisitis. Begitu juga dengan kamu yang pernah mengalami infeksi menular seksual sebelumnya.

Jika tidak segera diobati, servisitis bisa menyebabkan komplikasi serius. Infeksi dapat menyebar ke organ reproduksi lain seperti rahim dan saluran tuba, bahkan meningkatkan risiko infertilitas. Selain itu, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko penularan HIV.

Data dan Fakta Seputar Servisitis

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), servisitis sering terjadi bersamaan dengan infeksi seperti klamidia dan gonore (CDC, 2022). Diperkirakan sekitar 60 persen wanita dengan klamidia juga mengalami peradangan serviks.

Penyebaran servisitis umumnya terjadi melalui hubungan seksual, terutama saat tidak menggunakan kondom. Bakteri, virus, atau parasit yang ditularkan melalui hubungan intim bisa masuk ke area serviks dan memicu infeksi.

Namun, tidak semua penyebab servisitis bersifat menular. Beberapa kasus juga disebabkan oleh penggunaan produk yang mengiritasi area kewanitaan, seperti sabun, pembalut, atau bahkan alat kontrasepsi seperti diafragma.

Gejala Servisitis yang Perlu Kamu Waspadai

Servisitis bisa muncul tanpa gejala yang jelas, tapi bukan berarti kamu boleh menyepelekannya. Pada sebagian wanita, gejala muncul secara bertahap dan terasa ringan, sementara pada yang lain bisa cukup mengganggu. Berikut ini gejala-gejala yang paling umum, dan apa arti di baliknya:

1. Keputihan yang Berbeda dari Biasanya

Keputihan yang muncul akibat servisitis sering kali:

  • Berjumlah lebih banyak dari biasanya

  • Berwarna kuning, hijau, atau keabu-abuan

  • Memiliki bau tidak sedap atau amis

  • Terlihat kental atau berbusa (tergantung penyebab infeksi)

Perubahan pada keputihan ini menjadi tanda utama peradangan di serviks, terutama jika terjadi bersamaan dengan nyeri atau gatal.

2. Perdarahan di Luar Jadwal Haid

Kamu mungkin mengalami perdarahan ringan atau bercak darah:

  • Setelah berhubungan seksual

  • Di luar jadwal menstruasi

  • Setelah pemeriksaan ginekologis

Ini terjadi karena serviks yang meradang menjadi lebih sensitif dan mudah berdarah.

3. Rasa Sakit Saat Berhubungan Seksual

Nyeri saat berhubungan bisa terasa menusuk atau seperti perih di bagian dalam vagina. Ini disebabkan oleh peradangan dan pembengkakan serviks yang membuat area tersebut lebih sensitif terhadap tekanan.

4. Nyeri di Area Panggul

Rasa nyeri bisa bersifat tumpul dan menetap di perut bagian bawah atau panggul. Ini menandakan bahwa peradangan mungkin sudah menyebar ke jaringan sekitarnya, termasuk rahim dan saluran tuba.

5. Nyeri atau Perih Saat Buang Air Kecil

Gejala ini sering kali muncul jika servisitis disertai infeksi pada saluran kemih bagian bawah. Kamu bisa merasakan sensasi panas seperti terbakar saat buang air kecil.

Penyebab Umum Servisitis

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan servisitis. Beberapa yang paling sering terjadi antara lain:

  1. Infeksi Menular Seksual (IMS)

  2. Infeksi Non-Seksual

  3. Iritasi atau Alergi

  4. Ketidakseimbangan Bakteri Vagina

  5. Cedera pada Serviks

Mengetahui penyebab servisitis bisa membantumu mencegahnya sejak dini. Karena sebagian besar penyebabnya berhubungan dengan aktivitas seksual, penggunaan kondom tetap menjadi salah satu cara pencegahan yang paling efektif.

Cara Mengobati Servisitis

Pengobatan servisitis tergantung pada penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk tes laboratorium seperti swab serviks, untuk mengetahui jenis infeksi yang terjadi.

Berikut beberapa pilihan pengobatan:

  • Antibiotik

  • Antivirus atau Antijamur

  • Menghindari Iritasi

  • Perawatan Pasangan

Selama masa pengobatan, kamu disarankan untuk menghindari hubungan seksual sementara waktu agar proses penyembuhan optimal dan tidak menularkan infeksi ke pasangan.

Jangan Abaikan Gejalanya, Segera Periksa ke Klinik Kirana

Kalau kamu merasakan gejala seperti keputihan tak normal, nyeri saat berhubungan, atau perdarahan tak wajar, jangan tunda lagi. Segera periksa ke Klinik Kirana. Klinik ini menyediakan layanan khusus kesehatan wanita dengan tim medis profesional dan fasilitas lengkap, termasuk tes laboratorium dan pemeriksaan ginekologis. Penanganan yang tepat bisa melindungimu dari risiko komplikasi jangka panjang.

 

 

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Chlamydia – CDC Fact Sheet. https://www.cdc.gov/std/chlamydia/stdfact-chlamydia.htm
  • World Health Organization. (2021). Sexually transmitted infections (STIs). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
  • Mayo Clinic. (2023). Cervicitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervicitis/symptoms-causes/syc-20370611
  • National Health Service (NHS). (2023). Cervicitis. https://www.nhs.uk/conditions/cervicitis/

Konsultasi Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online
di nomor 082122077347 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

Artikel Terkait